Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Satu Tahun Agustina-Iswar: Saatnya Melompat Lebih Tinggi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Satu Tahun Agustina-Iswar: Saatnya Melompat Lebih Tinggi

T. Budianto
Last updated: Februari 22, 2026 1:28 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SHARE

TAJUK RENCANA

 

Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menghadirkan deretan capaian yang patut dicatat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 menyentuh angka 85,80, tertinggi di Jawa Tengah dan masuk kategori sangat tinggi.

Tingkat kepuasan publik mencapai 83,6 persen. Realisasi pendapatan daerah 92,31 persen di tengah kebijakan efisiensi nasional menunjukkan ketangguhan fiskal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

 

NAMUN, tajuk rencana bukan ruang untuk sekadar mengulang angka keberhasilan. Ia adalah ruang refleksi: sudahkah fondasi ini menjawab persoalan struktural Kota Semarang secara menyeluruh?

Paradoks fiskal 2025 memberi gambaran menarik sekaligus mengundang tanda tanya. Pajak hiburan dan restoran melampaui target (106,38 persen dan 104,31 persen), sementara pajak hotel hanya tercapai 79,10 persen. Artinya, ekonomi kerakyatan memang bergerak, tetapi sektor pariwisata berbasis akomodasi tertekan.

Apakah ini sekadar dampak efisiensi perjalanan dinas pemerintah, atau ada persoalan daya tarik destinasi dan lama tinggal wisatawan yang perlu dibenahi? Ketahanan fiskal tidak boleh membuat pemerintah terlena terhadap ketimpangan antarsektor.

Di bidang lingkungan, gerakan “Semarang Wegah Nyampah” dan pembentukan lebih dari seribu bank sampah menunjukkan kemajuan budaya pengelolaan sampah. Ratusan ribu ton sampah dikelola dan ekonomi sirkular mulai tumbuh.

Namun pertanyaan mendasarnya: apakah pengurangan sampah dari sumber sudah signifikan, atau pengelolaan masih didominasi pendekatan hilir? Tantangan kota pesisir seperti Semarang bukan hanya kebersihan visual, melainkan perubahan perilaku jangka panjang dan integrasi tata ruang yang adaptif terhadap krisis iklim.

Pada sektor kesehatan, lonjakan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) dan penurunan angka stunting patut diapresiasi. Akan tetapi, kualitas layanan dan pemerataan akses menjadi pekerjaan berikutnya.

Pembangunan puskesmas baru harus diikuti dengan kecukupan tenaga medis dan sistem rujukan yang efisien. Penurunan kasus stunting dari 5.480 menjadi 3.560 memang progresif, tetapi konsistensi intervensi gizi dan sanitasi perlu diawasi agar tidak sekadar fluktuasi tahunan.

Angka Putus Sekolah

Di bidang pendidikan, program sekolah swasta gratis dan beasiswa memberi dampak pada rendahnya angka putus sekolah. Namun peningkatan Rapor Pendidikan dari 83,66 menjadi 84,12 menunjukkan kenaikan yang relatif tipis.

Artinya, akses telah diperluas, tetapi kualitas pembelajaran masih perlu akselerasi. Transformasi digital dan meritokrasi birokrasi harus benar-benar menjelma dalam kualitas layanan publik yang dirasakan, bukan hanya di atas kertas penghargaan.

Sementara itu, penanganan rob dan genangan yang berhasil mengurangi wilayah terdampak patut diapresiasi. Tetapi realitas geografis Semarang sebagai kota pesisir membuat isu ini bukan sekadar proyek tahunan, melainkan agenda lintas periode.

Penurunan genangan dari 3,29 persen menjadi 2,71 persen adalah langkah awal, bukan garis akhir. Perubahan iklim dan penurunan muka tanah menuntut strategi jangka panjang yang lebih progresif dan kolaboratif.

Satu tahun Agustina-Iswar memang menunjukkan fondasi yang relatif kokoh: ekonomi rakyat bergerak, layanan dasar diperluas, birokrasi berbenah. Namun, tantangan struktural belum sepenuhnya terurai. Ketimpangan sektor ekonomi, daya saing pariwisata, kualitas pendidikan, dan ancaman lingkungan tetap menjadi pekerjaan rumah besar.

Kritik bukan untuk menegasikan capaian, melainkan untuk memastikan keberlanjutan. Tahun pertama adalah etalase kerja; tahun-tahun berikutnya adalah ujian konsistensi dan keberanian mengambil langkah yang lebih berani.

Kota Semarang membutuhkan bukan hanya stabilitas, tetapi lompatan kebijakan yang mampu menjawab persoalan jangka panjang. Kerja untuk rakyat telah dimulai. Kini publik menunggu: apakah fondasi itu akan berkembang menjadi transformasi yang lebih dalam, atau berhenti sebagai capaian administratif tahunan. (*)

 

You Might Also Like

Jateng Nggak Kaleng-Kaleng: 43 Medali Dibawa Pulang dari Thailand

3 Juni SPMB SMA/SMK Jateng Dibuka, Kursinya Cuma 40 Persen

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?

TAGGED:headlinesetahun agustina-iswartajuk rencana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru
Next Article Puasa Jalan, Umbar Aurat Terbuka Kemana mana, Batal Nggak Puasanya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Redam Debu Sisa Kebakaran, Jalan Sekitar Jatibarang Disiram

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Endro Pimpin PDIP Kota Semarang: Saat “Banteng” Diminta Lebih Turun ke Gang

Desember 30, 2025
Hukum

Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno

Mei 28, 2026
EDUKASI PENTINGNYA IMUNISASI - Kemenkes RI gandeng Pemkab Pesawaran, Lampung, menggalakkan edukasi pentingnya imunisasi untuk tumbuh kembang anak. (ist)
Info

Kemenkes Gerak Cepat Edukasi Imunisasi di Pesawaran, Ada Talkshow hingga Dongeng Anak

Mei 21, 2026
Fokus

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

September 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu Tahun Agustina-Iswar: Saatnya Melompat Lebih Tinggi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?