Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wayang Kulit Jadi “Panggung Warga”, RW IV Tlogosari Kulon Rayakan Kemerdekaan Tanpa Dana Banop
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wayang Kulit Jadi “Panggung Warga”, RW IV Tlogosari Kulon Rayakan Kemerdekaan Tanpa Dana Banop

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW IV Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, bukan sekadar acara kumpul warga lalu bubar. Wayang kulit dipilih menjadi panggung utama. Menariknya, hajatan budaya ini digelar tanpa menggunakan dana bantuan operasional RT/RW alias Banop.

T. Budianto
Last updated: September 9, 2026 8:41 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
MALAM RESEPSI: Camat Pedurungan, Nurul Hidayati bersama Ketua RW IV, Tlogosari Kulon Suryadi foto bersama pemenang Lomba K3 tingkat RW IV di malam resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu, (5/9/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat RW IV Kelurahan Tlogosari Kulon digelar meriah melalui pagelaran wayang kulit di Lapangan Serbaguna RW IV, Jalan Gusti Putri III, Tlogosari Kulon.

Pagelaran mengangkat lakon “Wahyu Topeng Wojo” yang dibawakan dalang Ki Sigit Ariyanto. Pertunjukan semakin meriah dengan kehadiran pelawak Jolang serta iringan karawitan dari Sanggar Seni Utomo Laras RW IV. Tak hanya wayang kulit, penampilan Penembromo Kelurahan PKK RW IV juga ikut menjadi bagian dari rangkaian hiburan untuk masyarakat.

Ketua RW IV Kelurahan Tlogosari Kulon, H Suryadi mengatakan, kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut digelar dengan semangat gotong royong. Seluruh pembiayaan berasal dari swadaya masyarakat dan dukungan para pengusaha yang berada di wilayah RW IV.

Baca juga: Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

“Peringatan HUT RI ke-81 tingkat RW IV ini tanpa menggunakan dana Banop. Biayanya murni swadaya masyarakat dan dimotori para pengusaha di wilayah RW IV,” kata Suryadi.

Menurutnya, pemilihan wayang kulit bukan tanpa alasan. Pertunjukan tradisional tersebut diharapkan menjadi ruang untuk kembali mengenalkan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Wayang, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai tontonan. Lebih dari itu, berbagai cerita dan karakter di dalamnya mengandung nilai kehidupan yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan dan tatanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dihadiri Wali Kota

Pagelaran tersebut turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, Camat Pedurungan, Lurah, LPMK, para ketua RW se-Kelurahan Tlogosari Kulon, serta masyarakat setempat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan apresiasi atas inisiatif warga RW IV yang mampu menggelar pertunjukan wayang kulit dengan kekuatan gotong royong.

Menurut Agustina, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap kebudayaan sekaligus mampu bergerak bersama tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah.

Baca juga: Dua Sekolah di Wonoplumbon Satukan Barisan Rayakan Kemerdekaan

Ia juga mengapresiasi panitia dan berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan. Agustina berharap warga semakin guyub, rukun, serta aktif mendukung berbagai program pemerintah Kota Semarang.

Di tengah banyaknya hiburan modern, RW IV justru memilih wayang kulit untuk merayakan kemerdekaan. Pesannya cukup jelas: budaya tidak harus menunggu panggung besar dan anggaran jumbo. Kadang cukup warga guyub, pengusaha ikut urunan, lalu dalang naik panggung.

Sebab, kalau gotong royong masih hidup, merayakan kemerdekaan ternyata tak harus mahal, yang penting jangan sampai semangat kebersamaannya yang “merdeka” alias jalan sendiri-sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Dorong Inklusi, Nawal Yasin Minta Program Difabel Masuk ke Kecamatan Berdaya

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

Mau Perang Atau Jadi Kartel? Hampir Seribu Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jakarta, Ada Sabu dan Ganja Juga

Perapian Kabel di Majenang, Cara PLN Icon Plus Jaga Kondisi Infrastruktur Jaringan di Cilacap

Daftar Sultan Indonesia Geser-Geseran, Duitnya Bikin Kepala Cenat-Cenut

TAGGED:agustina wilujengkecamatan pedurungankelurahan tlogosari kulonpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI--Sekda Cilacap Sadmoko Danardono (baju batik) didampingi penasihat hukumnya usai sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang. (bae) ‘Uang Bensin’, Kode Sekda Cilacap untuk THR Wartawan
Next Article SATUKAN SOLUSI - Kehadiran PLN Hub di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hadirkan layanan yang terintegrasi bagi pelanggan. Ragam solusi hadir dalam satu layanan. PLN Hub Hadir di Yogyakarta, Satukan Ragam Solusi PLN Group dalam Satu Layanan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rajin Lari Bikin Plak Jantung? Ini Fakta Penelitiannya

Musim Mangga Melimpah, Jangan Kalap Makan Berlebihan Banyak Resikonya

Hobi Minum Es Teh? Waspadai Risiko Batu Ginjal

Dana Rp50 Juta, Perjalanan DWP Tulungagung Disorot

Jangan Asal Segar, 4 Kelompok Ini Perlu Waspada Air Kelapa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Imlek Bukan Cuma Barongsai: Menpar Sidak Sam Poo Kong

Februari 13, 2026
Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).
Info

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

September 26, 2026
PELATIHAN DI INDIA--Dosen Unwahas, Kholfan Zubair Taqo Sidqi, berdiri di antara puluhan orang lain saat mengikuti pelatihan manajemen risiko bencana di India. (ist)
Pendidikan

Dosen Unwahas Terbang ke India, Perdalam Ilmu Mitigasi Bencana

Agustus 8, 2026
NYANYI DARAH JUANG - Bupati Temanggung, Agus Gondrong, menemui langsung mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor bupati, Kamis (18/6/2026). Politikus PDIP itu bahkan ikut menyannyikan 'Darah Juang' bareng demonstran. (*)
Info

Temui Massa Aksi, Bupati Temanggung Agus Gondrong Nyanyi Darah Juang bareng Demonstran

Juni 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wayang Kulit Jadi “Panggung Warga”, RW IV Tlogosari Kulon Rayakan Kemerdekaan Tanpa Dana Banop
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?