BACAAJA, SUKOHARJO- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah periode 2025-2030 di Grand Mercure Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah petinggi Partai Golkar, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, sejumlah kepala daerah di Soloraya, pengurus partai politik di Jateng, serta perwakilan kader dari berbagai daerah.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan yang kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan, proses konsolidasi kepengurusan telah berlangsung sejak Musyawarah Daerah (Musda) tingkat provinsi pada 2025. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan musda tingkat kabupaten/kota hingga musyawarah kecamatan.
Baca juga: Stabilitas Energi Jadi Fokus, Golkar Jateng Dukung Penuh Pemerintah
“Kami menargetkan pengurus partai di kecamatan di Jawa Tengah rampung menggelar muscab pada Oktober 2026,” kata Saleh. Menurutnya, Golkar merupakan partai terbuka yang dapat diisi masyarakat dari berbagai latar belakang. Salah satu kelompok yang kini menjadi perhatian adalah generasi muda.
Kelompok milenial dan Gen Z diperkirakan masih menjadi pemilih dominan dalam Pemilu 2029. Karena itu, Golkar Jateng memilih memberikan porsi lebih besar kepada anak muda dalam struktur kepengurusan.
“Komposisi pengurus partai diisi kalangan anak muda sekitar 60 persen dan kalangan tua sekitar 40 persen. Kami menyadari kelompok generasi muda menjadi pemilih terbesar yang menjadi kunci dalam menatap Pemilu 2029,” ujar Saleh.
Soliditas Kader
Tak hanya soal komposisi usia, Saleh juga menekankan pentingnya soliditas kader menghadapi kontestasi politik mendatang. Menurutnya, kekompakan di tingkat daerah menjadi modal penting untuk membuat mesin partai bekerja lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Bahlil meminta para kader segera menjalankan program kerja dan menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pengurus juga diminta menjaga soliditas serta kekompakan partai.
Baca juga: Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Siapkan Peta Jalan Konsolidasi
“Jateng itu luar biasa dan menarik. Ada istilah memenangkan pemilu harus belajar dari Jateng. Saya kerucutkan lagi menjadi Soloraya,” ujar Bahlil. Dengan komposisi pengurus yang lebih banyak diisi anak muda, Golkar Jateng tampaknya sedang mencoba mengubah citra dari sekadar partai dengan pengalaman panjang menjadi partai yang juga punya energi baru.
Tinggal satu pekerjaan rumahnya: anak muda bukan cuma perlu masuk struktur, tetapi juga harus diberi ruang untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar angka 60 persen di daftar kepengurusan. (tebe)

