Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nyogok Rp30 Juta, Perangkat Desa Pati Ngaku Dapat Bocoran Jawaban Tes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Nyogok Rp30 Juta, Perangkat Desa Pati Ngaku Dapat Bocoran Jawaban Tes

Seleksi perangkat desa idealnya menjadi arena adu kemampuan. Tapi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo, muncul cerita yang bikin dahi berkerut.

T. Budianto
Last updated: September 2, 2026 4:32 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SAKSI SIDANG: Kasi Pemerintahan Desa Kedungmulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati, Supriyono (kemeja cokelat) meninggalkan persidangan usai jadi saksi meringankan terdakwa Sudewo, Rabu (2/9/2026). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pengakuan ceplas-ceplos muncul dalam sidang perkara dugaan korupsi pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo.

Seorang perangkat desa mengaku pernah membayar Rp30 juta agar bisa lolos seleksi. Jual beli jabatan terjadi sejak sebelum era Bupati Sudewo. Saksi tersebut adalah Supriyono, Kasi Pemerintahan Desa Kedungmulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Baca juga: Bawahan Bupati Sudewo Ubah BAP, KPK Ingatkan Risiko Pidana

Dirinya mengaku mengikuti seleksi perangkat desa pada 2014. Supriyono mengatakan uang Rp30 juta itu merupakan uang pribadinya. Uang tersebut diberikan kepada panitia desa dan sebagian digunakan untuk acara syukuran.

“Ya waktu itu saya bayar biar lulus. Saya dijamin lulus karena sudah bayar ke panitia, sama bayar syukuran,” kata Supriyono dalam persidangan, Rabu (2/9/2026).

Dapat Bocoran

Bukan cuma dijamin lulus, Supriyono mengaku juga mendapat bocoran jawaban tes. Saat itu, ujian perangkat desa masih menggunakan lembar jawaban komputer atau LJK. “Dulu tesnya masih A B C. Ya saya diberitahu jawabannya,” ujarnya.

Menurut Supriyono, Rp30 juta tersebut diberikan kepada panitia pengisian perangkat desa di tingkat desa.  Perlu diketahui, Supriyono dihadirkan sebagai saksi yang meringankan dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat terdakwa Sudewo.

Baca juga: Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang

Satu hal yang terasa ironis: ketika seleksi perangkat desa seharusnya mencari orang yang paling layak mengurus masyarakat, ternyata menurut kesaksian ini ada peserta yang lebih dulu mengurus “modal kelulusan”.

Kalau benar uang bisa membeli jaminan lulus sekaligus bocoran jawaban, mungkin yang perlu diuji bukan cuma peserta tesnya. Sistem seleksinya juga layak ikut ujian. (bae)

You Might Also Like

Aksi Tak Pantas Kampus Untirta Bikin Publik Geram Banget, Mahasiswa Rekam Dosennya

Mahjong Naik Kelas: Dari Meja Permainan Jadi Ruang Nongkrong dan Fellowship

Wagub Dorong Jateng Ngebut ke Energi Hijau

Bekasi Bukan Sekali Ade Koswara Saja, Lha ini Jejak Kepala Daerah Masuk Radar KPK

Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”

TAGGED:headlinepemkab patisudewo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Ade Hermawan saat memberi keterangan pers di kantornya, Rabu (2/9/2026). (ist) Kejati Usut Proyek Smart Classroom Jateng, Sita Uang Rp3 Miliar
Next Article BERTUKAR PIKIRAN - Bupati Temanggung Agus Gondrong berbincang hangat dengan peneliti BRIN, yang meneliti dampak aturan pembatasan tar dan nikotin untuk petani dan industri tembakau nasional. Polemik Pembatasan Tar-Nikotin, Agus Gondrong Apresiasi Penelitian BRIN

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TOLAK PROYEK--Aliansi masyarakat berkumpul di di Camp Kendalisodo, Bawen, Rabu (2/9/2026), menyuarakan penolakan proyek geotermal di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo. (ist)

Jangan Bor Gunung Ungaran! Warga Khawatir Air dan Petani Jadi Korban Proyek Geotermal

BERTUKAR PIKIRAN - Bupati Temanggung Agus Gondrong berbincang hangat dengan peneliti BRIN, yang meneliti dampak aturan pembatasan tar dan nikotin untuk petani dan industri tembakau nasional.

Polemik Pembatasan Tar-Nikotin, Agus Gondrong Apresiasi Penelitian BRIN

Nyogok Rp30 Juta, Perangkat Desa Pati Ngaku Dapat Bocoran Jawaban Tes

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Ade Hermawan saat memberi keterangan pers di kantornya, Rabu (2/9/2026). (ist)

Kejati Usut Proyek Smart Classroom Jateng, Sita Uang Rp3 Miliar

LAPOR POLISI--Warga terdampak proyek mal bersama pendamping hukumnya memberi keterangan pers usai melapor ke polisi. (ist)

Warga Terdampak Proyek Pakuwon Mall Laporkan Dugaan Perusakan Lingkungan ke Polda Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto di awal pemerinttahan. Foto: dok.
Unik

Reshuffle atau Rechef? Saat Dapur Kabinet Prabowo Mulai Kebakaran Gas Politik

September 9, 2025
Info

Latsarmil SPPI Resmi Dihentikan

Juni 30, 2026
DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.
Info

Viral Pulau Menjangan Kecil Karimunjawa Dijual Rp500 Miliar: Diklaim Pulau Pribadi Ada Resornya Juga

Agustus 25, 2026
Info

“Selamat Jalan, Om Bambang”: Dari Kudus, Kenangan dan Jejak Besar yang Nggak Ikut Pergi

Maret 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nyogok Rp30 Juta, Perangkat Desa Pati Ngaku Dapat Bocoran Jawaban Tes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?