Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

T. Budianto
Last updated: Agustus 11, 2026 2:51 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
DISKUSI SISWA: Mahasiswa KKN-T IDBU 20 Undip berdiskusi dan berinteraksi dengan siswa SDN 1 Serengan No. 70 dalam kegiatan edukasi cyberbullying bertajuk “Jempol Baik, Internet Aman”, Surakarta, baru-baru ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA– Dunia digital kini sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Mulai bermain gim online, berselancar di media sosial, hingga berkomunikasi melalui berbagai platform. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada risiko yang perlu dikenali sejak dini, salah satunya cyberbullying atau perundungan di ruang digital.

Bagi anak-anak, ejekan di kolom komentar atau ucapan kasar saat bermain gim terkadang dianggap sekadar candaan. Padahal, perilaku tersebut dapat berdampak terhadap orang lain dan berpotensi menjadi bentuk perundungan digital.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim 20 IDBU KKN Universitas Diponegoro (Undip). Mereka menggelar sosialisasi edukasi cyberbullying bagi siswa kelas V dan VI SDN 1 Serengan No. 70, Kota Surakarta, melalui program bertajuk “Jempol Baik, Internet Aman”, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus mengajak siswa memahami bahwa perilaku di dunia maya tetap memiliki konsekuensi terhadap orang lain.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk cyberbullying yang mungkin mereka temui dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari komentar yang merendahkan, ejekan saat bermain gim online seperti Roblox dan Mobile Legends, penyebaran konten yang mempermalukan orang lain, hingga pesan bernada kasar di media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Baca juga: Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Tim 20 IDBU KKN Undip, Agung Budiatmo, SSos, MM mengatakan, literasi digital semakin penting karena anak-anak saat ini sudah berinteraksi dengan teknologi sejak usia relatif muda.

“Anak-anak perlu memahami bahwa ruang digital bukan ruang tanpa aturan. Apa yang kita tulis, kirim, atau lakukan di internet bisa berdampak kepada orang lain. Karena itu, sejak dini mereka perlu dibiasakan menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap menghargai orang lain,” ujar Agung.

Menurutnya, edukasi cyberbullying akan lebih efektif jika disampaikan menggunakan pendekatan yang dekat dengan pengalaman anak. Dengan begitu, siswa tidak hanya mengetahui definisinya, tetapi juga mampu mengenali perilaku yang berpotensi menjadi perundungan digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu diberi pemahaman bahwa bercanda juga memiliki batas. Ketika sebuah candaan membuat orang lain merasa terhina, takut, atau dipermalukan, apalagi dilakukan berulang melalui ruang digital, hal itu perlu menjadi perhatian,” katanya.

Dinilai Relevan

Salah satu guru SDN 1 Serengan, Indah, menyampaikan apresiasi kepada Tim 20 IDBU KKN Undip. Menurutnya, materi yang disampaikan mahasiswa relevan dengan kehidupan siswa yang semakin akrab dengan teknologi.

Anak-anak, kata dia, sudah cukup familiar dengan dunia digital, baik melalui permainan online maupun media sosial. Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak perlu diberikan sejak sekolah dasar.

Memasuki sesi inti, suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan mahasiswa KKN, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai aktivitas mereka di dunia digital.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi mahasiswa KKN untuk menjelaskan lebih jauh mengenai cyberbullying.

Siswa diajak memahami bahwa mengejek teman ketika bermain gim, mengirim pesan kasar, menyebarkan foto atau video yang mempermalukan seseorang, maupun memberikan komentar yang sengaja merendahkan orang lain bukan sekadar persoalan “bercanda”.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa tindakan di ruang digital perlu dipikirkan sebelum dilakukan. Sebab, sesuatu yang ditulis atau dibagikan di internet dapat menyebar lebih luas dan meninggalkan dampak bagi orang yang menjadi sasaran.

Agar pembelajaran tidak berlangsung satu arah, Tim 20 IDBU KKN Undip kemudian mengemas sesi berikutnya dalam bentuk permainan edukatif berupa tanya jawab berhadiah.

Baca juga: FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

Para siswa berlomba mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan seputar cyberbullying, termasuk langkah-langkah dalam strategi 4B yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Suasana kelas pun semakin hidup. Para siswa terlihat antusias mengikuti permainan sekaligus menguji pemahaman mereka terhadap materi yang sebelumnya telah disampaikan.

Melalui program “Jempol Baik, Internet Aman”, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya semakin mengenali bahaya cyberbullying, tetapi juga mampu menjadi pengguna internet yang lebih bijak, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.

Sebab, di dunia digital, satu komentar mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk ditulis. Namun, dampaknya bisa jauh lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan untuk mengetik. (tebe)

You Might Also Like

Cara SDN Tandang 03 Semarang Rayakan Hari Anak Bikin Siswa Lupa Gadget

Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Festival Kenthongan Banyumas 2025, Garuda Mas Rawalo Jadi Jawara!

Masuk Ruang UTBK Kini Serasa Pemeriksaan Bandara Ketat Banget

Beasiswa Santri? Gus Yasin Kasih Sinyal Tegas: Jangan Coba-coba Titip Nama!

Siswa Berprestasi SMK Purworejo Dilaranag Ikut Ujian, Cuma Gegara Ini

TAGGED:fisip undipkknt undip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter
Next Article Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru Ini Kreatif Banget, Kasih Nilainya Gak Biasa Bikin Semangat

Juni 2, 2026
Pendidikan

SPMB, Pemprov Jemput Bola 5.000 Siswa Miskin Ekstrem

Juli 8, 2026
Pendidikan

Bocah Boyolali Bikin NASA Kasih Salut

Juli 17, 2026
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Suharnomo. (ist)
Pendidikan

Undip Bukan Kaleng-kaleng, Kampus Nomor 4 Terbaik Nasional Versi EduRank 2026

Maret 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?