SURAKARTA– Punya produk enak, pelanggan mulai datang, dan omzet sesekali naik memang bikin hati senang. Tapi kalau urusan uang masih campur dengan uang pribadi, promosi sekadarnya, sampai lokasi usaha susah ditemukan di internet, bisnis bisa saja jalan di tempat.
Persoalan itulah yang coba dibenahi mahasiswa KKN-T IDBU Universitas Diponegoro (Undip) Tim 20 melalui sosialisasi dan pelatihan manajemen operasional usaha bagi pelaku UMKM di Kelurahan Serengan, Kota Surakarta.
Mengusung tema “Mengelola Bisnis agar Lebih Terarah bagi Pelaku UMKM”, kegiatan tersebut digelar mulai sekitar pukul 19.00 WIB dan diikuti 15 pelaku UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
Mahasiswa tidak sekadar mengajak peserta membahas cara supaya dagangan makin laris. Mereka juga mengajak pelaku usaha melihat bisnis dari sisi yang lebih luas: bagaimana usaha dikelola, uang dicatat, pelanggan dipertahankan, hingga produk bisa lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Materi dikemas dalam konsep empat pilar bisnis, yakni marketing, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia (SDM). Empat hal tersebut diperkenalkan sebagai fondasi yang perlu diperhatikan pelaku UMKM agar usaha tidak hanya mengandalkan pengalaman dan kebiasaan sehari-hari.
Baca juga: Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI
Dari sisi pemasaran, pelaku usaha diajak memahami pentingnya menentukan strategi promosi dan mengenali calon pelanggan. Sementara dari sisi keuangan, mereka didorong mulai melakukan pencatatan dan pengelolaan uang secara lebih rapi.
Aspek operasional juga menjadi perhatian, termasuk bagaimana proses usaha bisa dibuat lebih efektif. Sedangkan pengelolaan SDM dibutuhkan ketika usaha mulai melibatkan orang lain dan berkembang menjadi bisnis dengan skala yang lebih besar.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN-T IDBU Undip Tim 20, Agung Budiatmo, S.Sos, MM mengatakan, penguatan manajemen menjadi bagian penting dalam membantu UMKM berkembang. Menurutnya, produk yang bagus saja belum cukup untuk membuat sebuah usaha bertahan dalam jangka panjang.
“UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk yang baik. Pengelolaan usaha juga perlu diperhatikan, mulai dari pemasaran, keuangan, operasional sampai bagaimana membangun hubungan dengan pelanggan. Ketika aspek-aspek tersebut dikelola dengan baik, peluang usaha untuk berkembang tentu akan semakin besar,” ujar Agung.
Langsung Diterapkan
Agung menilai pendampingan UMKM sebaiknya tidak berhenti pada teori yang selesai ketika acara ditutup. Materi yang diberikan harus dibuat sesederhana mungkin agar bisa langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
“Yang terpenting bukan hanya memahami konsepnya, tetapi bagaimana ilmu tersebut bisa dipraktikkan. UMKM perlu didorong untuk mulai melakukan perubahan kecil dalam pengelolaan usahanya secara konsisten,” katanya.
Selain empat pilar bisnis, peserta juga mendapatkan materi mengenai Customer Relationship Management (CRM) dan strategi komunikasi. Materi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan sekaligus menjaga agar pembeli tidak sekadar datang sekali, kemudian hilang tanpa kabar.
Strategi komunikasi dinilai semakin penting karena sebagian UMKM di Kelurahan Serengan masih mengandalkan pemasaran konvensional. Padahal, perkembangan teknologi membuka pintu yang jauh lebih lebar untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.
Sekretaris RW 08 Kelurahan Serengan, Djanto, yang hadir mewakili Ketua RW 08, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN-T Undip tersebut. Menurutnya, 15 UMKM yang mengikuti kegiatan memiliki potensi untuk bersaing dan berkembang apabila pengelolaannya diperbaiki. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang pemasaran digital.
Baca juga: Fisip Undip Gelar Pelatihan Packaging bagi Pelaku UMKM Rowosari
“Harapannya, apa yang sudah diberikan mahasiswa bisa benar-benar diterapkan. Potensi UMKM di sini ada, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan memanfaatkan peluang yang tersedia,” ujarnya.
Yang menarik, program tersebut tidak berhenti setelah sesi sosialisasi selesai.
Sehari setelah pelatihan, mahasiswa KKN-T IDBU Undip Tim 20 kembali melakukan pendampingan dengan membantu membuat dan memasang banner usaha bagi 15 UMKM peserta.
Mahasiswa juga membantu membuat titik lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dilakukan agar keberadaan UMKM lebih mudah ditemukan masyarakat, terutama calon pelanggan yang kini terbiasa mencari produk dan layanan melalui mesin pencarian. (tebe)

