Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Diputusin Lalu Dibalas AI Porno, Korban Sampai Tak Bisa Tidur dan Trauma Berat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Diputusin Lalu Dibalas AI Porno, Korban Sampai Tak Bisa Tidur dan Trauma Berat

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 5:10 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Kuasa Hukum korban Zainal Petir saat memberi keterangan di Mapolda Jateng, Kamis (6/8/2026). (dul)
BERI KETERANGAN: Kuasa Hukum korban Zainal Petir saat memberi keterangan di Mapolda Jateng, Kamis (6/8/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di balik kasus penyebaran foto hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang dilakukan seorang mahasiswa terhadap mantan kekasihnya, tersimpan dampak psikologis yang tidak ringan bagi korban.

Perempuan berusia 20 tahun itu sempat mengalami stres berat, sulit tidur, hingga terus menangis setelah mengetahui wajahnya dimanipulasi menjadi konten pornografi dan beredar di media sosial.

Kuasa hukum korban, Zainal Abidin atau yang akrab disapa Zainal Petir mengatakan, kliennya pertama kali mengetahui foto-foto tersebut dari teman-temannya. Saat itu korban sangat terpukul karena wajahnya dipasang pada tubuh orang lain sehingga terlihat seolah-olah membuat konten vulgar.

“Korban stres setengah mati. Tidak bisa tidur, murung, menangis terus karena melihat foto dan video hasil editan AI itu,” ujarnya saat di temui di Mapolda Jateng, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Heboh Deepfake ‘Smanse’, Disdik Jateng Masih Ngumpulin Informasi

Menurut Zainal, selama menjalin hubungan asmara, korban tidak pernah melakukan aktivitas sebagaimana yang digambarkan dalam foto maupun video hasil manipulasi AI tersebut. Seluruh konten itu merupakan hasil rekayasa pelaku.

Ia menjelaskan hubungan keduanya berakhir setelah korban mengetahui pelaku melakukan video call dengan perempuan lain. Korban kemudian memutuskan mengakhiri hubungan mereka. Namun keputusan itu justru memicu aksi balas dendam yang berujung pada penyebaran konten hasil manipulasi AI.

Laporan sebenarnya telah dibuat sejak 28 Januari 2026. Namun menurut Zainal, perkembangan perkara baru berjalan cepat setelah korban memberikan kuasa hukum dan meminta pendampingan pada akhir Juli.

“Setelah kami dampingi dan berkoordinasi dengan penyidik, tanggal 31 Juli perkara naik ke penyidikan dan 4 Agustus pelaku langsung diamankan di tempat kosnya,” jelasnya.

Efek Jera

Zainal berharap pelaku dijatuhi hukuman maksimal agar menjadi efek jera sekaligus peringatan bagi masyarakat yang mulai menyalahgunakan teknologi AI.

“Jangan sampai hanya karena putus cinta lalu iseng membuat foto telanjang menggunakan AI. Ini harus menjadi pembelajaran supaya tidak ada korban lain,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, kondisi psikologis korban kini mulai membaik dan sudah kembali menjalani perkuliahan di salah satu perguruan tinggi negeri di Solo. Meski demikian, pengalaman tersebut meninggalkan trauma yang mendalam bagi korban dan keluarganya.

Baca juga: Geger Deepfake AI SMAN 11 Semarang: Chiko Bikin Konten Bokis Mengerikan

Menurutnya, penyalahgunaan AI tidak boleh dianggap sebagai candaan atau sekadar kreativitas digital. Di balik satu unggahan yang dibuat pelaku, terdapat korban yang harus menghadapi rasa malu, tekanan psikologis, hingga ancaman rusaknya masa depan.

Karena itu, keluarga berharap proses hukum terhadap pelaku dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa manipulasi foto maupun video menggunakan AI tanpa persetujuan seseorang merupakan perbuatan yang memiliki konsekuensi hukum serius.

AI memang bisa membuat wajah terlihat nyata. Tapi yang tak bisa direkayasa adalah luka, rasa malu, dan trauma yang harus ditanggung korban. Teknologi seharusnya membantu manusia berpikir lebih maju, bukan memberi jalan pintas untuk membalas sakit hati. (dul)

You Might Also Like

Dua Nama Resmi Jadi Tersangka OTT Cilacap, Siapa Dia?

Kerangka Mayat di Tebing Tol Jangli Ungkap Misteri Hilangnya Mozza

Pria Diduga Bakar Hutan Baluran, Ditangkap Petugas

Ada OTT KPK di Pati, Sejumlah Kades Tiba-tiba Ngaku Kehilangan HP

Brigpol Afid Bikin Kejutan di 9 Ball Bhayangkara Competition

TAGGED:deepfake aipolda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Edit Foto Mantan Pacar Pakai AI, Mahasiswa di Semarang Terancam 12 Tahun Bui
Next Article SIDANG TPPU--Terdakwa kasus TPPU, Gus Yazid (kemeja hijau), di hadapan majelis hakim, meminta pihak lain ditersangkakan. (bae) Berani Banget! Di Depan Hakim, Gus Yazid Minta Presiden Prabowo Ikut Dijadikan Tersangka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Ingatkan Mualaf, Islam Bukan Sekadar Syahadat

UAH Ungkap Mengapa Dzikir Harus Diulang Berkali-kali

Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya

Gus Baha Ingatkan Takbir, Salah Panjang Bisa Berbahaya

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nggak Mau Kecolongan, Lapas Purwodadi Sidak Kamar Warga Binaan

Mei 2, 2026
Tangis Eva Pasaribu pecah di MK, saat menjadi saksi penggugat UU TNI. Eva adalah anak wartawan, ayahnya tewas dibakar karena berita.
Hukum

Tangis Anak Wartawan yang Tewas Dibakar karena Berita Pecah di MK: ‘Saya Sebatang Kara!’

Januari 15, 2026
PILOT ASING DITANGKAP - Kolase foto pilot asing dengan kartu identitas Malaysia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena ketahuan selundupkan narkoba berupa 70.000 butir ekstasi.
Hukum

Pilot Malaysia Penyelundup 70.000 Ekstasi Terancam Hukuman Mati, Sudah Tiga Kali Beraksi

Agustus 1, 2026
Hukum

Dua Raperda Boyolali Masuk Meja Kemenkum

Agustus 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Diputusin Lalu Dibalas AI Porno, Korban Sampai Tak Bisa Tidur dan Trauma Berat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?