Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Buya Yahya Ingatkan Mualaf, Islam Bukan Sekadar Syahadat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Buya Yahya Ingatkan Mualaf, Islam Bukan Sekadar Syahadat

Nugroho P.
Last updated: November 5, 2026 9:26 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya YAhya).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Memutuskan menjadi seorang Muslim bukan berarti perjalanan seseorang langsung selesai setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalani, terutama dalam memperbaiki akhlak dan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Pesan tersebut disampaikan KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya kepada mereka yang memutuskan memeluk Islam. Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Al-Bahjah itu mengingatkan bahwa menjadi mualaf harus membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Buya Yahya, seseorang yang baru masuk Islam semestinya menunjukkan perilaku yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Perubahan itu tidak hanya terlihat dalam urusan ibadah, tetapi juga dalam cara memperlakukan keluarga, tetangga, dan masyarakat.

“Kalau kamu masuk Islam, maka kamu harus jauh lebih bagus dari sebelumnya. Harus lebih baik kepada orang tua meskipun mereka belum Islam, harus lebih baik kepada tetangga walaupun mereka belum seiman,” ujar Buya Yahya dalam kajiannya.

Pesan tersebut disampaikan dalam tayangan video di kanal YouTube @buyayahyaofficial. Buya Yahya menekankan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang, kesantunan, serta penghormatan kepada sesama manusia.

Ia menyoroti kemungkinan munculnya persoalan dalam keluarga setelah seseorang memutuskan berpindah keyakinan. Perbedaan agama terkadang membuat hubungan anak dan orang tua menjadi renggang apabila tidak disikapi dengan bijaksana.

Karena itu, seorang mualaf justru harus semakin santun kepada keluarganya. Jangan sampai keputusan memeluk Islam membuat seseorang berubah menjadi pribadi yang kasar atau menjauh dari orang tua.

“Jangan sampai setelah masuk Islam malah menjadi musuh bagi orang tua. Harusnya justru lebih santun, lebih hormat, dan lebih sabar dalam menghadapi perbedaan,” lanjutnya.

Dalam kajiannya, Buya Yahya juga menceritakan pengalaman seorang perempuan yang ingin memeluk Islam setelah menikah dengan pria Muslim. Perempuan tersebut memiliki ayah yang masih memeluk agama Nasrani.

Sebelum menjalani kehidupan barunya sebagai Muslimah, perempuan itu diingatkan agar tidak mengabaikan hubungan dengan sang ayah. Ia tetap harus menunjukkan rasa hormat dan berusaha menjadi anak yang lebih baik.

Nasihat tersebut kemudian dijalankan. Setelah masuk Islam, perempuan itu berusaha memperbaiki sikap dan semakin memperhatikan ayahnya.

Perubahan perilaku tersebut ternyata memberikan kesan mendalam bagi sang ayah. Ketika melihat anaknya menjadi lebih santun dan penuh perhatian, sang ayah justru tersentuh hingga akhirnya memutuskan ikut memeluk Islam.

Kisah itu menjadi contoh bahwa akhlak bisa menjadi jalan terbukanya hidayah bagi orang lain. Perubahan positif seseorang terkadang jauh lebih menyentuh daripada perdebatan panjang mengenai perbedaan keyakinan.

Buya Yahya menegaskan, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk memusuhi keluarga yang berbeda agama. Sebaliknya, seorang Muslim harus tetap menjaga hubungan baik, menghormati orang tua, dan menunjukkan kasih sayang.

Bagi para mualaf, tantangan tersebut tentu membutuhkan kesabaran. Tidak sedikit orang yang harus menghadapi penolakan atau tekanan dari keluarga ketika mengambil keputusan untuk memeluk Islam.

Karena itu, mereka membutuhkan penguatan akidah dan pendampingan agar tetap istiqamah. Dukungan dari lingkungan Muslim juga penting supaya para mualaf tidak merasa sendirian dalam menjalani kehidupan barunya.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa menjadi Muslim bukan sekadar memiliki identitas agama baru. Ada tanggung jawab untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Seorang Muslim seharusnya membuat orang lain merasa aman dan nyaman ketika berada di dekatnya. Prinsip tersebut juga harus dipegang oleh para mualaf, terutama ketika menghadapi perbedaan keyakinan di tengah keluarga.

Ia pun mengajak para mualaf agar tidak mudah menghakimi orang lain. Teruslah belajar agama dengan bimbingan para ulama, tetap rendah hati, dan tunjukkan keindahan Islam melalui perilaku sehari-hari. (*)

You Might Also Like

Dokter Cantik Sebut Cara Sahur Bumil Biar Awet Kenyang saat Puasa

Udah 40 ke Atas? Stop Makan Enak yang Bikin Sengsara Ini

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

3 Waktu Emas Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Biar Manfaatnya Maksimal

Doa Agar Bisa Bermimpi Bertemu Rasulullah, Lengkap dengan Hadis dan Amalannya

TAGGED:buya yahyaceramah buya yahyaislamislami
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article UAH Ungkap Mengapa Dzikir Harus Diulang Berkali-kali
Next Article Gus Baha: Agama Hidup karena Orang Tak Kehilangan Harapan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Meriah, Lomba Senam Lansia se-Kecamatan Banyumanik, Agustina: Semua Jadi Juara

Bimtek Aswakada, Iswar Bawa Misi Borong Ide untuk Semarang

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Cashback Rp50.000, Begini Caranya

PROGRES PENGERJAAN - Progres pembangunan proyek infrastruktur Tol Semarang-Demak Seksi I mencapai 79,42 persen pada 22 Oktober 2026. (ist)

WNI Susah Cari Kerja, Proyek Tol Semarang-Demak Malah Digarap TKA Ilegal dari Tiongkok

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Bukan Cuma Manis, Isi Dapur Ini Diam-Diam Jaga Gula Darah

Mei 18, 2026
Tips

Olahraga Tetap Penting, Tapi Penderita Jantung Jangan Asal Gas

Desember 18, 2025
Tips

Tips Gas Pulang Kampung Naik Motor, Aman Sampai Tujuan

Maret 3, 2026
Tips

Duduk Bersila Kelamaan Bikin Kaki Kesemutan, Ini Penjelasan Serunya

Juni 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Buya Yahya Ingatkan Mualaf, Islam Bukan Sekadar Syahadat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?