Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya

Nugroho P.
Last updated: November 5, 2026 9:21 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Buya Yahya (albahjah Cianjur)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Mengumpulkan sedekah saat pengajian biasanya dilakukan dengan mengedarkan kotak amal dari satu jamaah ke jamaah lainnya. Namun, cara tersebut tidak diterapkan di majelis yang diasuh KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya.

Pendakwah asal Cirebon itu memilih menyediakan kotak amal di tempat khusus. Jamaah yang ingin bersedekah bisa mendatanginya secara sukarela tanpa harus merasa diperhatikan atau dibandingkan dengan orang lain.

Buya Yahya menilai, kotak amal yang berpindah dari satu tangan ke tangan lain berpotensi menciptakan tekanan sosial. Seseorang bisa saja mengeluarkan uang bukan karena benar-benar ingin bersedekah, melainkan lantaran merasa sungkan ketika melihat jamaah di sebelahnya memberikan uang.

“Di sini tidak boleh ada kotak amal berjalan. Saya tidak mau,” tegas Buya Yahya dalam kajian bersama jamaah Al Bahjah.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam ceramah yang diunggah melalui kanal YouTube @albahjah-tv. Buya Yahya ingin memastikan bahwa sedekah yang diberikan benar-benar berasal dari keinginan dan keikhlasan masing-masing orang.

Menurutnya, situasi ketika kotak amal diedarkan bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Terlebih jika orang di sebelahnya memasukkan uang, sementara dirinya tidak memberikan apa pun.

Kondisi itu dikhawatirkan membuat sedekah berubah menjadi tindakan yang dilakukan karena terpaksa. Padahal, pemberian yang baik semestinya dilakukan dengan kesadaran sendiri, bukan karena takut dinilai pelit oleh orang lain.

Buya Yahya juga menyoroti gangguan lain dari kotak amal berjalan, yakni suara uang dan koin yang beradu. Bunyi tersebut bisa mengalihkan perhatian jamaah yang sedang menyimak materi pengajian.

“Belum lagi bunyi krecek-krecek, orang sedang dengar ceramah kepotong. Jadi, walaupun di tempat lain boleh, kalau di sini saya tidak izinkan,” ujarnya.

Ia kemudian memberikan gambaran tentang situasi yang mungkin terjadi ketika kotak amal melewati jamaah dengan kondisi ekonomi berbeda. Misalnya, seorang kaya duduk berdampingan dengan orang yang kurang mampu.

Ketika kotak amal datang, orang yang lebih mampu bisa merasa harus memberikan uang karena tidak ingin terlihat berbeda dari orang di sebelahnya. Situasi semacam inilah yang ingin dihindari Buya Yahya.

“Bayangkan kalau orang kaya duduk di samping orang fakir, lalu kotak amal datang. Bisa-bisa yang kaya merasa terpaksa memberi. Ini yang saya hindari,” katanya.

Sebagai gantinya, pengelola Al Bahjah menyediakan kotak amal berukuran besar di lokasi tertentu. Jamaah yang ingin menyumbang bisa mendatangi tempat tersebut tanpa perlu menunggu kotak diedarkan.

Buya Yahya meyakini, orang yang memang berniat bersedekah akan tetap memiliki kesempatan untuk memberikan sebagian hartanya. Tidak perlu ada dorongan dari situasi atau pandangan jamaah lainnya.

Meski demikian, ia tidak meminta semua majelis taklim mengikuti kebijakan tersebut. Menurutnya, setiap tempat memiliki aturan dan pertimbangan sendiri dalam mengelola kegiatan keagamaan.

“Kalau anda melihat kotak amal berjalan di tempat lain, itu urusan mereka. Anda tidak boleh mengkritik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan praktik di antara majelis tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Kebijakan yang diterapkan Al Bahjah merupakan bentuk kehati-hatian dalam menjaga kenyamanan dan keikhlasan jamaah.

Pengelolaan dana amal di Al Bahjah sendiri dilakukan secara transparan dan digunakan untuk berbagai program dakwah maupun sosial melalui LPD Al Bahjah.

Bagi Buya Yahya, sedekah memang merupakan amalan yang baik. Namun, menjaga ketulusan hati ketika mengeluarkan harta jauh lebih penting daripada sekadar menunjukkan bahwa seseorang telah memberi. (*)

You Might Also Like

Saat Hutan Jadi Tempat Pulang, Cara Jepang Redakan Penat

6 Langkah Skincare Pria,  Simpel, Anti Ribet, dan Tetap Maskulin

6 Sayuran Murah yang Ramah Kolesterol

Pegal Karena Duduk Lama, Coba Gerakan Ini

Sering Dianggap Sepele, Tiga Gerak Tubuh Ini Bikin Kesan Kurang Asyik

TAGGED:buya yahyaceramah buya yahyaislamkotak amal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gus Baha Ingatkan Takbir, Salah Panjang Bisa Berbahaya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya

Gus Baha Ingatkan Takbir, Salah Panjang Bisa Berbahaya

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Buya Yahya Ungkap Siapa yang Salah Saat Tak Bisa Sholat

September 4, 2026
Tips

Tips Mudik Pakai Mobil Listrik, Gaspol Tanpa Drama

Maret 3, 2026
Tips

Rahasia Tidur Nyenyak yang Diam-Diam Bikin Otak Fresh Total

Desember 12, 2025
Tips

Gus Baha Tak Selalu Mau Dicium Tangannya, Ini Alasannya

Oktober 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?