Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Baha Tak Selalu Mau Dicium Tangannya, Ini Alasannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Gus Baha Tak Selalu Mau Dicium Tangannya, Ini Alasannya

Nugroho P.
Last updated: Oktober 22, 2026 7:03 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha punya pandangan tersendiri soal tradisi mencium tangan saat bersalaman. Bagi sebagian santri dan jamaah, kebiasaan ini menjadi cara untuk menunjukkan rasa hormat kepada kiai. Namun, Gus Baha justru memilih bersikap hati-hati karena ada hal yang lebih penting untuk dijaga, yakni kebersihan hati.

Dalam ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bahwa persoalannya bukan terletak pada gerakan mencium tangan itu sendiri. Ia lebih mengkhawatirkan dampak yang bisa muncul, baik bagi orang yang mencium maupun orang yang menerima penghormatan tersebut.

Dikutip dari tayangan di kanal YouTube Santri Gayeng, Gus Baha mengingatkan bahwa tindakan yang terlihat penuh adab sekalipun perlu disertai niat yang benar. Jangan sampai penghormatan justru membuka jalan bagi munculnya perasaan lebih mulia atau bangga terhadap diri sendiri.

Menurut Gus Baha, bersalaman merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW juga pernah menerima penghormatan berupa ciuman tangan dari para sahabat. Namun, praktik tersebut tetap perlu ditempatkan secara proporsional dan tidak membuat seseorang terjebak dalam penyakit hati.

Ia mengaku tidak ingin terlalu sering mengalami situasi ketika orang bersalaman sekaligus mencium tangannya. Bukan karena menolak penghormatan, melainkan karena khawatir kebiasaan tersebut perlahan menumbuhkan rasa ujub atau merasa diri istimewa.

Gus Baha kemudian menyinggung sosok Uwais Al-Qarni yang dikenal dalam sejarah Islam karena kesalehan dan kerendahan hatinya. Ia menjadikan kisah tersebut sebagai pelajaran tentang pentingnya menjaga hati agar tidak mudah terpengaruh oleh perlakuan orang lain.

Sikap menghindari penghormatan berlebihan, menurut penjelasan Gus Baha, bukan berarti seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain. Justru, kehati-hatian itu bisa menjadi cara untuk mencegah munculnya kesombongan yang tidak disadari.

“Yang mencium rawan hina, yang dicium rawan ujub,” ucap Gus Baha dalam ceramahnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kedua pihak sama-sama perlu menjaga sikap. Orang yang memberikan penghormatan jangan sampai merasa dirinya rendah secara berlebihan, sementara orang yang menerimanya juga tidak boleh merasa lebih tinggi karena dihormati.

Karena itu, Gus Baha memilih jalan tengah. Ia tidak menolak tradisi bersalaman secara mutlak, tetapi juga tidak menjadikan cium tangan sebagai sesuatu yang harus selalu dilakukan setiap kali bertemu.

“Saya memilih tengah-tengah itu sudah saya pikir. Makanya itu jadi madzhab saya,” tuturnya.

Bagi Gus Baha, menghormati guru atau ulama tidak harus selalu diwujudkan melalui gestur fisik. Mendoakan guru, menyimak nasihatnya, belajar dengan sungguh-sungguh, dan mengamalkan ilmu yang diberikan juga merupakan bentuk penghormatan yang bermakna.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa adab bukan sekadar soal kebiasaan yang terlihat dari luar. Menjaga ketulusan, menghindari kesombongan, dan tetap rendah hati juga menjadi bagian penting dalam hubungan antara guru dan murid. (*)

You Might Also Like

Gus Baha Sebut Haji Punya Kekuatan Ekonomi Luar Biasa

Buya Yahya Ungkap Siapa yang Salah Saat Tak Bisa Sholat

Mau Tahu, Tanda-Tanda Jiwa Pemimpin Mulai Kelihatan

Geger Geden Penjarahan, Begini Hukum dan Tinjauan Islam

6 Doa Tolak Bala Saat Bencana Mengintai

TAGGED:berita islamicium tangangus bahaislamsalaman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Santri Zaman Now Bukan Lagi Angkat Senjata, tapi Bantu Kesulitan Warga
Next Article Buya Yahya: Jangan Tunggu Susah Baru Berdoa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Notaris Go Digital, Integritas Harga Mati

150 Pelajar Semarang Adu Gagasan soal Keadilan dan Masa Depan

Jateng Bidik Investasi Rp110 Triliun hingga Akhir 2026

PLN Icon Plus Hadirkan Kejutan Ulang Tahun untuk Pelanggan ICONNET di Yogyakarta

Dari Merek Bandeng Juwana hingga Status WNI, Menkum Buka Jalur Aduan di Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Kenapa Bau Menyengat Bikin Batuk?

September 21, 2026
Tips

Buah Favorit Bisa Jadi Kunci Berat Badan Tetap Aman dan Nyaman

Juli 5, 2026
Tips

Suka Makan Mi Instan Tapi Takut Gemuk? Intip Tips Ala Korea Ini!

September 19, 2025
Tips

Jangan Anggap Sepele Gula Darah Drop Saat Olahraga

September 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Baha Tak Selalu Mau Dicium Tangannya, Ini Alasannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?