Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semifinal Beraroma Dendam Lama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Semifinal Beraroma Dendam Lama

Ada laga yang sekadar menentukan pemenang. Ada juga laga yang membawa sejarah, gengsi, dan dendam lama dalam satu malam. Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB masuk kategori yang kedua.

T. Budianto
Last updated: Juli 15, 2026 9:15 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
LAGA SEMIFINAL: Striker Inggris Harry Kane dan kapten Argentina Lionel Messi bersaing pada semifinal Piala Dunia 2026 yang bakal digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, ATLANTA- Dua puluh tahun setelah terakhir kali bertemu di laga kompetitif besar, dua rival klasik ini kembali beradu untuk memperebutkan satu tiket menuju final.

Di satu sisi ada Inggris yang sedang menemukan identitas baru bersama Thomas Tuchel. Di sisi lain, Argentina datang dengan aura juara bertahan yang belum kehilangan sentuhan magisnya.

Kalau bicara Inggris versus Argentina, yang teringat bukan cuma soal sepak bola. Rivalitas keduanya sudah melahirkan banyak cerita ikonik, mulai dari gol “Tangan Tuhan” Diego Maradona pada 1986 hingga drama kartu merah David Beckham di Piala Dunia 1998.

Baca juga: Mbappe Lagi Ganas, Tapi Spanyol Punya ‘Kutukan’ Buat Les Blues

Kini, generasi baru mendapat giliran menulis bab berikutnya. Secara statistik, Inggris memang masih unggul dengan hanya menelan dua kekalahan dalam 14 pertemuan melawan La Albiceleste. Namun sejarah tak lagi banyak berarti ketika peluit kick-off dibunyikan.

Sorotan utama tentu tertuju pada duel dua ikon berbeda generasi. Jude Bellingham sedang menjalani turnamen terbaiknya dengan koleksi enam gol, termasuk dua gol dramatis saat membawa Inggris menyingkirkan Norwegia di perempat final.

Di kubu lawan, Lionel Messi masih menunjukkan kelasnya. Sang kapten Tim Tango memimpin daftar top skor sementara dengan delapan gol, ditambah sederet assist yang membuat pertahanan lawan terus dibuat sibuk. Bukan cuma soal mencetak gol. Pertandingan ini juga bisa menjadi penentu perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Konsistensi Argentina

Kalau Inggris mengandalkan mental bangkit, Argentina membawa modal konsistensi. Sejak September tahun lalu, Lionel Scaloni sukses membawa timnya mencatat 13 kemenangan beruntun.

Di fase gugur mereka juga menunjukkan karakter juara. Sempat tertinggal dua gol dari Mesir, Argentina mampu membalikkan keadaan dan akhirnya menyingkirkan Swiss lewat gol dramatis Julian Alvarez di babak tambahan. Produktivitas mereka juga mengerikan. Empat pertandingan terakhir selalu berakhir dengan tiga gol yang dicetak La Albiceleste.

Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi penentu. Inggris akan mengandalkan Declan Rice dan Kobbie Mainoo untuk mempersempit ruang gerak Messi.

Baca juga: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang

Sebaliknya, Argentina berharap Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, serta Leandro Paredes mampu mendominasi penguasaan bola dan memberi ruang bagi Messi untuk mengatur tempo. Di lini depan, Scaloni tinggal menentukan siapa yang mendampingi Messi, Julian Alvarez atau Lautaro Martínez.

Di atas kertas, duel ini benar-benar sulit ditebak. Inggris sedang tumbuh menjadi tim yang tangguh bersama Tuchel, sementara Argentina masih membawa DNA juara yang selalu tahu cara bertahan hidup dalam pertandingan besar.

Statistik boleh berpihak ke siapa saja, sejarah juga bisa diperdebatkan. Tapi di semifinal Piala Dunia, satu kesalahan kecil sering lebih menentukan daripada seribu angka di atas kertas. (tebe)

You Might Also Like

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU

Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

TAGGED:argentinaheadlineinggrispiala dunia 2026semifinal piala dunia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BTC Solo Kian Sepi, DPRD Jateng Minta Pedagang Online dan Mobile Ditata
Next Article PENGEDAR SABU--Residivis kasus narkotika berinisial FAP diamankan usai edarkan sabu-sabu. (ist) Nggak Ada Kapok, Residivis Ini Nekat Edarkan Sabu dengan Sistem Tempel

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LAYANGKAN ADUAN - Ketua eLSA Semarang, Tedi Khoiludin (tengah) dalam konferensi pers "Penghalang-halangan Pendirian Gereja Beth-El Tabernakel Jemaat Kristus Alfa Omega (GBT KAO) Leyangan oleh Kepala Desa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang" di Kantor LBH Semarang, Rabu (15/7/2026).

Jemaat GBT Adukan Dugaan Penghalangan Pendirian Gereja ke Komnas HAM

GOAT - Legenda Italia, Roberto Baggio, menempatkan Lionel Messi sebagai GOAT, pesepak bola terbaik sepanjang masa.

No Debat! Roberto Baggio Tempatkan Messi Lebih Baik dari Pele dan Maradona

SAKSI SIDANG--Camat Margorejo, Kabupaten Pati, Priyono Arief Fandillah (batik hijau pojok kanan) bersaksi di sidang korupsi terdakwa Sudewo, Rabu (15/7/2026). (bae)

Camat Margorejo Kelabakan Dicecar KPK soal Mahar Perangkat Desa

BUKAN SEKADAR LAYANAN INTERNET - Tak sekadar menghadirkan layanan internet berbasis fiber optik, ICONNET juga ingin menjadi bagian dari berbagai aktivitas masyarakat.

PLN Icon Plus Perkuat Customer Experience melalui ‘Nobar Gembira ICONNET’ di Semarang

PENGEDAR SABU--Residivis kasus narkotika berinisial FAP diamankan usai edarkan sabu-sabu. (ist)

Nggak Ada Kapok, Residivis Ini Nekat Edarkan Sabu dengan Sistem Tempel

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

PKB Didiskon 5 Persen Sampai Akhir 2026

Februari 23, 2026
Fokus

Prestasi Aman, Regenerasi Jadi Fokus

April 30, 2026
Info

Pemprov Dukung Satgas Antikekerasan di Ponpes

Mei 11, 2026
Info

24 Maret, Tol Trans Jawa Bakal Disulap One Way Nasional

Maret 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semifinal Beraroma Dendam Lama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?