Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Dukung Satgas Antikekerasan di Ponpes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemprov Dukung Satgas Antikekerasan di Ponpes

Pesantren selama ini dikenal sebagai tempat belajar agama dan membentuk akhlak. Tapi sekarang, ada satu hal yang mulai jadi perhatian serius: bagaimana bikin santri merasa aman, bukan cuma secara fisik, tapi juga mental. Sebab ternyata, gak semua luka di pesantren kelihatan di badan. Ada yang diam-diam numpuk di kepala dan hati.

T. Budianto
Last updated: Mei 11, 2026 9:35 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
HALAQAH INTERAKTIF: Ketua TP PKK sekaligus Bunda Forum Anak Nasional (FAN) Jateng, Nawal Arafah Yasin menghadiri Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA- Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mendorong pembentukan Satgas antibullying dan antikekerasan terhadap perempuan serta anak di seluruh pondok pesantren di Jateng.

Langkah itu disampaikan dalam acara Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri Jawa Tengah bertema “Dari Pesantren untuk Pesantren: Membangun Sistem Perlindungan Santri Berbasis Nilai Pesantren di Jawa Tengah” di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Minggu (10/5/2026).

Menurut Gus Yasin, perlindungan santri gak cukup cuma bergerak saat kasus muncul. Yang lebih penting adalah membangun sistem perlindungan yang benar-benar hidup di lingkungan pesantren.

“Intinya adalah edukasi ke pesantren-pesantren tentang pentingnya perlindungan santri, kemudian pembentukan satgas antibullying dan antikekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Baca juga: Kasus Ponpes Pati Bikin Geram: Kemenag Minta Pelaku Dihukum Berat

Pemprov Jateng juga menggandeng Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jateng buat memperkuat pengawasan sekaligus pendampingan di lingkungan pesantren.

Yang menarik, program kesehatan juga ikut disambungkan lewat layanan Dokter Spesialis Keliling alias Spelling. Jadi nantinya layanan kesehatan gak cuma mampir ke masyarakat umum, tapi juga masuk langsung ke pesantren. Bukan cuma cek fisik, pendampingan psikolog dan psikiater juga bakal diperkuat.

“Kasus kekerasan sering kali tidak terungkap karena korban takut bicara. Karena itu kami sedang merumuskan kanal aduan khusus yang bisa diakses secara profesional, termasuk lewat layanan telemedis,” ujar Gus Yasin.

Ruang Aman

Menurutnya, pesantren harus menjadi ruang aman untuk tumbuh, belajar, sekaligus tempat santri merasa terlindungi secara emosional. “Kalau korban tidak berani bicara langsung, setidaknya mereka punya ruang aman untuk menyampaikan,” tambahnya.

Selain perlindungan, Pemprov Jateng juga sedang memperkuat kualitas SDM pesantren lewat program beasiswa. Saat ini sudah ada lebih dari 600 pendaftar dari kalangan kiai, ustaz, ustazah, hingga santri untuk program studi dalam dan luar negeri. Beasiswa itu difasilitasi lewat kerja sama dengan 41 perguruan tinggi di Indonesia dan akses pendidikan ke negara seperti Mesir dan Yaman.

Sementara itu, Arifatul Choiri Fauzi menegaskan pesantren punya posisi penting karena menjadi ruang pengasuhan anak selama 24 jam. Karena itu, menurutnya, pesantren juga harus menjadi tempat yang ramah anak dan ramah perempuan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ashari Kiai Cabul Pati Ditangkap di Wonogiri, Pelarian Sang Wali Berakhir

Ketua RMI NU Jateng, Ahmad Fadlullah Turmudzi mengatakan pihaknya selama dua tahun terakhir aktif mendampingi pesantren-pesantren di berbagai daerah.

Saat ini, Jateng tercatat memiliki sekitar 5.451 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 555 ribu orang. Jumlah sebesar itu dinilai membutuhkan sistem perlindungan yang serius dan terstruktur.

Di akhir halaqah, para pengasuh pesantren se-Jateng juga merekomendasikan pembentukan Satgas Perlindungan Santri di seluruh pesantren. Karena di zaman sekarang, pesantren gak cukup cuma ngajarin kitab kuning dan hafalan.

Tempat belajar juga harus jadi tempat paling aman buat pulang cerita. Sebab kadang, anak-anak yang paling terlihat kuat justru yang paling lama memendam takut. (tebe)

You Might Also Like

Panas Dingin! Dua Nama Resmi Ambil Formulir Calon Ketum KONI Jateng

Efek Domino Kasus Hogi: Kasat Lantas Sleman Dicopot

Jalan Putus Dampak Longsor, BPBD Temanggung Antar-Jemput Siswa Sekolah

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ekonom: Banyak Pemodal Kabur

Kapten Baru Tim Indonesia, Fajar Putri Siap Pimpin

TAGGED:headlinekekerasan pesantrenpemprov jatengsatgas ponpestaj yasin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Demi Kamu Bisa Tidur di Kereta, Ada yang Rela Gempor Jalan Kaki
Next Article Drama Kurir Narkoba di Demak Dibongkar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Otak Encer Tetapi Jiwa Kehilangan Hati Nurani

CALON TUNGGAL - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

TURNAMEN FREE FIRE--Pemain Free Fire sedang bertanding dalam Clash Squad 4V4 Tournament Warmindo Mayoritas, Sabtu (8/8/2026). (ist)

Kejutan Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas, SU HIGH Naik Podium Juara

NYARIS BENTROK--Massa pro versus kontra Sudewo berhadap-hadapan di dekat pengadilan, Senin (10/8/2026). (bae)

Memanas! Massa Pro-Kontra Sudewo Berhadapan di Pengadilan Tipikor Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Walikota Semarang Agustina Wilujeng menyalami pengurus FPRB Semarang periode 2025-2030 usai pelantikan pengurus di halaman Balaikota Semarang, Kamis (11/9/2025). Foto: dok/humas
Daerah

Mantap! Wali Kota Semarang Kukuhkan FPRB dan Gelar Gladi Lapang Hadapi Musim Hujan 2025–2028

September 11, 2025
Hukum

22 Siswa SMK Pelaku Perusakan Sekolah di Kebumen Diamankan

Mei 11, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi susun road map pendidikan di Kota Bengawan, Rabu (4/2/2026).
Info

Road Map Pendidikan Solo 2026: Respati Perhatikan Kesejahteraan Guru dan Kualitas Sekolah

Februari 4, 2026
Ekonomi

Bayar Pajak Kendaraan Tak Jauh Lagi, Samsat Corner Juwana Resmi Dibuka

Agustus 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Dukung Satgas Antikekerasan di Ponpes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?