BACAAJA, GROBOGAN – Kericuhan yang melibatkan rombongan pesilat dan warga di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Sebanyak 15 anggota rombongan diamankan untuk dimintai keterangan terkait bentrokan yang sempat viral di media sosial.
Satreskrim Polres Grobogan bergerak cepat setelah insiden tersebut terjadi. Petugas langsung menelusuri para peserta konvoi dan mengamankan sejumlah orang beserta kendaraan yang diduga terlibat dalam kericuhan.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Rizky Ari Budianto menjelaskan, 15 orang yang dibawa ke kantor polisi saat ini belum berstatus tersangka. Mereka masih diperiksa sebagai saksi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian.
Menurut Rizky, para pesilat yang diamankan diduga berasal dari perguruan Pagar Nusa. Mereka diamankan tidak lama setelah bentrokan pecah di wilayah Kecamatan Brati.
Seluruh orang yang diperiksa merupakan peserta konvoi yang sudah berusia dewasa. Polisi mencatat mereka berasal dari Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora.
Selain memeriksa para saksi, penyidik juga menyita sejumlah sepeda motor yang digunakan saat konvoi berlangsung. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami penyebab utama bentrokan hingga mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peran masing-masing orang yang berada di lokasi kejadian.
Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Grobogan, Ali Mas’ud, mengatakan sebagian besar peserta yang diamankan diperkirakan dapat dipulangkan setelah pemeriksaan selesai. Namun, ia menyebut ada tiga orang yang diduga berpotensi menghadapi proses hukum lebih lanjut.
Menurut Ali, ketiga orang tersebut berasal dari Kabupaten Blora. Meski begitu, penentuan status hukum sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik kepolisian berdasarkan hasil pemeriksaan.
Ali menjelaskan, sebelum kericuhan terjadi, Pagar Nusa menggelar acara pengesahan anggota baru di Desa Putatsari, Grobogan. Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari berbagai daerah.
Usai acara selesai, ratusan peserta melakukan konvoi di jalan raya. Dalam perjalanan itulah rombongan terlibat bentrok dengan warga di Desa Menduran hingga situasi berubah ricuh.
Pihak Pagar Nusa menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Organisasi itu juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian sambil berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab kericuhan secara menyeluruh. (*)

