Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Miris! Bukan Menolong, Warga Purbalingga Malah Jarah Telur dari Pikap yang Kecelakaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Miris! Bukan Menolong, Warga Purbalingga Malah Jarah Telur dari Pikap yang Kecelakaan

R. Izra
Last updated: Juli 2, 2026 10:21 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
MENJARAH - Ilustrasi warga menjarah telur yang berserakan di jalan setelah armada pengangkut mengalami kecelakaan.
MENJARAH - Ilustrasi warga menjarah telur yang berserakan di jalan setelah armada pengangkut mengalami kecelakaan.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Katanya warga Indonesia kental dengan semangat gotong royong dan suka membantu. Namun, peristiwa di Purbalingga ini sama sekali tak menggambarkan semangat gotong royong dan suka menolong.

Miris memang. Saat sebuah mobil pikap pengangkut telur mengalami kecelakaan di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, warga yang datang malah ramai-ramai menjarah muatan telur yang berserakan.

Sementara, sang sopir dan kernet masih terjebak di dalam kabin, tak ada yang berupaya menolong dan mengevakuasi mereka.

Bacaaja: Lagi-lagi Silayur Telan Tumbal, Bocah Kecil Tewas setelah Kecelakaan Motor Vs Truk
Bacaaja: MBG Wajib Sajikan Telur dan Ayam 2 Kali Seminggu, Gus Yasin: Berdayakan Peternak Lokal

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Mobil pikap yang dikemudikan Arif (50) terguling setelah berusaha menghindari sebuah mobil berwarna hitam yang melaju kencang dan mengambil jalur terlalu ke tengah saat melintas di tanjakan Jembatan Kali Kacangan.

Akibat kecelakaan tersebut, Arif bersama karyawannya, Romadhon (23), sempat terjebak di dalam kabin selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya berhasil dievakuasi melalui pintu sebelah kiri.

Namun, saat keduanya masih berusaha menyelamatkan diri, muatan telur yang dibawa justru menjadi sasaran warga.

“Kami masih di dalam kabin. Warga datang katanya mau menolong, tapi nyatanya pada ngambilin telur sampai habis,” ujar Arif, dikutip dari Tribun Jateng.

Awalnya Arif mengira warga hanya membantu mengumpulkan telur yang berserakan agar tidak rusak. Kenyataannya, telur-telur yang masih utuh justru dibawa pulang. Bahkan, menurutnya, ada warga yang mengambil hingga satu peti.

“Yang tersisa di pikap hanya cangkang-cangkang telur yang pecah,” katanya.

Arif menjelaskan, mobilnya mengangkut 133 peti telur atau sekitar 1,33 ton dengan nilai mencapai Rp26 juta. Berdasarkan pengalamannya, benturan saat kecelakaan biasanya tidak membuat seluruh telur pecah.

Karena itu, ia memperkirakan telur yang masih layak jual bernilai sekitar Rp10 juta hingga Rp13 juta. Namun seluruh telur yang masih utuh raib dibawa warga.

Kekecewaan Arif bertambah setelah mendengar ada anggapan bahwa telur tersebut sudah “diikhlaskan” pemiliknya.

Saat kembali ke lokasi sehari setelah kejadian, ia mendapat informasi dari kepala dusun bahwa sebagian warga mengira telur yang berserakan boleh diambil.

Meski begitu, Arif memilih tidak memperpanjang persoalan. Sebagai pedagang yang setiap hari melintasi wilayah tersebut, ia hanya berharap warga yang membawa telur dalam jumlah banyak bersedia mengembalikannya.

“Kalau ambil satu atau dua kilogram tidak apa-apa. Tapi yang membawa sampai satu atau dua peti, tolong dikembalikan. Saya juga hanya masyarakat yang sedang usaha,” ucapnya.

Ia mengaku bersyukur karena tetap ada warga yang membantu proses evakuasi dirinya dan Romadhon. Bahkan, dua orang yang mengambil telur telah menghubunginya dan bersedia mengganti kerugian sekitar Rp260 ribu.

Saat ini Arif juga masih berkomunikasi dengan pihak desa. Kepala dusun disebut akan membantu menghubungi warga agar telur yang sempat dibawa dari lokasi kecelakaan dapat dikembalikan. (*)

You Might Also Like

Irlandia Suntik Mati Seluruh PLTU Batu Bara, Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Dua Pesilat Jateng Sumbang Emas

Sidang Korupsi BUMD Cilacap, Jaksa: Peran Kodam Gak Bisa Dilepaskan

Jangan sampai Terlewat! Jadwal One Way hingga Ganjil Genap Arus Balik Lebaran 2026

Jateng Tawarkan 15 Proyek Strategis di CJIBF 2025, Dorong Investasi Hijau dan Hilirisasi

TAGGED:headlinekecelakaanpurbalinggatelurwarga jarah telur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27
Next Article WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist) Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja

Eropa Lagi Membara, Rekor Suhu Pecah Hampir di Setiap Penjuru

Semarang Masuk Jajaran “Transformer City” Nasional

ALIRAN UANG--Terdakwa kasus TPPU, Andhi Nur Huda membongkar aliran uang hasil korupsi jual beli lahan BUMD Cilacap, Rabu (1/7/2026). (bae)

Terdakwa Korupsi Ngaku Transfer Rp21 Miliar ke Pangdam Widi untuk Pilpres 2024

Gorengan Tiap Hari Bikin Rambut Menipis? Ini Temuan Peneliti Jepang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mahasiswa Semarang Raya menggelar aksi demonstrasi, pada Kamis (9/4/2026), mengutuk teror air keras terhadap Andrie Yunus dan menolak kasus tersebut disidangkan di peradilan militer. (dul)
Info

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

April 9, 2026
Kasie Tindak Pidana Umum Kajari Kota Semarang Sarwanto saat memberikan keterangan pers terkait dugaan layanan prostitusi terselubung di Mansion Karaoke Semarang. Foto: Bae
Hukum

Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa

Januari 12, 2026
Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing.
Unik

Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

April 27, 2026
Hukum

Puluhan Lapak PKL di Atas Drainase Pasar Kobong Ditertibkan

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Miris! Bukan Menolong, Warga Purbalingga Malah Jarah Telur dari Pikap yang Kecelakaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?