Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Antisipasi Kekeringan, Puan Minta Pemerintah Siaga Air Bersih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Antisipasi Kekeringan, Puan Minta Pemerintah Siaga Air Bersih

Musim kemarau 2026 belum benar-benar mencapai puncaknya. Tapi di sejumlah daerah, warga sudah lebih dulu akrab dengan jeriken dan antrean air bersih. Alarm krisis mulai berbunyi, dan pemerintah diminta tidak sekadar datang membawa bantuan, tetapi juga solusi yang benar-benar bertahan lama.

T. Budianto
Last updated: Juni 17, 2026 1:59 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ketua DPR-RI, Puan Maharani. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak lebih cepat menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang pada 2026.

Menurutnya, langkah antisipasi tidak cukup hanya dengan mendistribusikan air bersih, tetapi juga harus disiapkan strategi jangka panjang agar krisis serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Kekeringan yang semakin meluas saat ini harus segera disiasati dengan langkah-langkah strategis untuk meminimalisasi dampak di berbagai sektor. Apalagi masyarakat di sejumlah daerah sudah mengalami krisis air bersih,” kata Puan di Jakarta, kemarin.

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya tiga kabupaten di Pulau Jawa sudah mengalami krisis air bersih, yakni Kabupaten Cilacap di Jateng, serta Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor di Jabar.

Baca juga: Kemarau Belum Datang, Alarm El Nino Sudah Bikin Deg-degan Nasional

Akibat kekeringan tersebut, lebih dari 1.600 warga terdampak karena semakin terbatasnya akses terhadap air bersih. Bagi Puan, kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk tidak lagi mengandalkan langkah-langkah darurat.

Bantuan air bersih memang penting, tetapi akar persoalan juga harus diselesaikan. Ia mendorong pembangunan infrastruktur pengelolaan air di daerah-daerah rawan kekeringan, mulai dari pemanenan air hujan hingga pembangunan sumur resapan sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang.

“Untuk daerah-daerah rawan kekeringan, harus ada mitigasi di tingkat hulu dan hilir, seperti memanen air hujan dan membuat sumur resapan,” ujarnya. Tak hanya itu, Puan juga mengingatkan bahwa dampak kemarau tidak berhenti pada persoalan air minum. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak karena berkurangnya pasokan air untuk lahan pertanian.

Perkuat Edukasi

Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya petani, mengenai langkah-langkah menghadapi musim kering agar produksi pangan tetap terjaga.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama kelompok tani perlu duduk bersama untuk menyusun strategi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

“Instansi terkait, termasuk Pemda bersama kelompok tani harus duduk bersama untuk berdiskusi mencari pendekatan yang paling tepat karena setiap daerah belum tentu sama tantangannya,” katanya.

Baca juga: Kemarau Panjang Ngintip Jateng, Ada Yang Sampai Sembilan Bulan

Puan juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar seluruh kebijakan menghadapi musim kemarau menggunakan skenario risiko yang sama.

Ia menilai prediksi iklim yang sudah tersedia jauh sebelum puncak musim kemarau merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk bekerja lebih preventif, bukan sekadar reaktif. “Masyarakat perlu diyakinkan bahwa setiap keputusan yang diambil Pemerintah didasarkan pada perencanaan risiko yang matang,” tegasnya.

Kemarau memang tidak bisa dicegah. Tapi krisis air seharusnya bisa diantisipasi. Sebab yang paling mengkhawatirkan bukan ketika hujan tak kunjung turun, melainkan ketika solusi pemerintah selalu datang belakangan. Jangan sampai setiap musim kering yang rutin datang, responsnya juga tetap rutin: panik, kirim tangki, lalu lupa lagi sampai kemarau berikutnya. (tebe)

You Might Also Like

Paus Tutul Terdampar di Pantai

Dari Salah Jalan ke Cinta Tanah Air, Napiter Cipinang Rayakan Kemerdekaan

Ratusan Tim Unjuk Skill Clash Squad di Warmindo Mayoritas

Motor BGN yang Murah Ada, Pilih yang Mahal, Bapak Baik-baik Saja?

Hashim: Baru Setahun Lebih Sudah Ada yang Mau Gulingkan Prabowo

TAGGED:bencana kekeringanbnpbheadlinepuan maharani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lewat KDMP, Negara Justru Bersaing dengan Rakyatnya Sendiri
Next Article Saat 2.500 Langkah Sunyi Menghidupkan Solo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Gerindra Pati Ikut Tekan Bupati Sudewo, Usul Pemecatan Naik ke Pusat

September 20, 2025
Ekonomi

Bunga Pinjaman Mau Dipangkas, Begini Suara OJK

Mei 17, 2026
Daerah

Agustina Angkat 2.354 PPPK: Paruh Waktu, Tapi Komitmennya Full Time!

Desember 11, 2025
Pendidikan

Kursi SD Jogja Masih Banyak Kosong, Sekolah Putar Otak Cari Murid

Juni 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Antisipasi Kekeringan, Puan Minta Pemerintah Siaga Air Bersih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?