BACAAJA, SALATIGA- DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tak ingin sekadar ikut meramaikan Soekarno Cup 2026. Target yang dipasang cukup tinggi, yakni membawa pulang gelar juara.
Hal itu ditegaskan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, saat membuka seleksi pemain U-17 di Stadion Kridanggo, Kota Salatiga, Sabtu (13/6/2026). “Kalau target, juara,” kata Dolfie singkat saat ditanya soal ambisi tim Jawa Tengah.
Target itu kemudian diperkuat Manajer Tim, Mas’an. Menurutnya, proses seleksi yang digelar selama dua hari menjadi langkah awal untuk membentuk skuad terbaik.
Baca juga: Soekarno Cup Jadi Jalan Anak Muda Mengejar Mimpi
“Kami tentunya mempunyai target juara seperti apa yang disampaikan oleh Pak Ketua DPD dan dalam rangka untuk mencapai juara tentunya kami melakukan seleksi untuk mencari pemain-pemain terbaik U-17 se-Jawa Tengah,” ujarnya.
Setelah proses seleksi selesai, tim yang terbentuk tidak langsung diberangkatkan ke Surabaya. Para pemain akan lebih dulu menjalani pemusatan latihan atau training camp agar semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Target Juara
Mas’an mengaku optimistis target juara bisa diwujudkan. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki banyak talenta muda yang layak bersaing dengan provinsi lain.
“Ya, tentunya kami optimistis dengan cara ini mampu mendapatkan pemain-pemain terbaik dan nantinya akan apa yang kita harapkan menjadi juara Insyaallah bisa kami raih,” ucapnya.
Optimisme itu juga dibarengi dengan sebuah motivasi tambahan. Selama penyelenggaraan Soekarno Cup, Jateng belum pernah finis di posisi tiga besar. “Juara 1, 2, 3, belum pernah,” katanya.
Baca juga: 295 Pemain Muda Berebut Tiket Soekarno Cup
Mas’an menjelaskan, juara Soekarno Cup otomatis akan menjadi tuan rumah pada edisi berikutnya. Tahun sebelumnya turnamen digelar di Bali karena tim tersebut keluar sebagai juara, sedangkan edisi 2026 berlangsung di Surabaya setelah Jatim menjadi kampiun. Karena itu, Jateng ingin mengakhiri penantian sekaligus membawa pulang trofi agar berhak menjadi tuan rumah Soekarno Cup 2027.
Target juara memang gampang diucapkan saat konferensi pers. Yang sulit adalah membuktikannya di lapangan. Sebab trofi tidak diberikan kepada tim yang paling optimistis, melainkan kepada tim yang paling siap ketika peluit panjang berbunyi. (bae)

