BACAAJA, SEMARANG– Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Grajen Karang Loo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (12/6/2026).
Kehadiran Agustina dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan baik sekaligus melihat langsung kondisi warga yang terdampak musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu.
Menurut Agustina, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril agar korban tetap kuat menjalani proses pemulihan.
“Saat ada warga yang tertimpa musibah, kita hadir untuk memberikan dukungan. Yang tidak kalah penting adalah memberikan penguatan moril kepada mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Agustina.
Baca juga: Agustina Wali Kota Semarang Paparkan Upaya Pemkot Tangani Kemiskinan
Kebakaran yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu diketahui dipicu korsleting listrik. Rumah yang terbakar dihuni oleh tiga kepala keluarga, termasuk keluarga Memet yang menjadi salah satu korban terdampak.
Meski mengalami kerugian cukup besar, keluarga korban mengaku tidak sendirian menghadapi situasi tersebut. Berbagai pihak mulai dari lingkungan sekitar hingga pemerintah daerah turut hadir membantu proses pemulihan.
Perwakilan keluarga korban, Wawan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Semarang sejak hari pertama kejadian. Menurutnya, bantuan datang dari berbagai unsur, mulai dari aparatur kelurahan, kecamatan hingga anggota DPRD yang ikut membantu proses tindak lanjut pembangunan kembali rumah yang terdampak kebakaran.
Kelanjutan Pembangunan
“Pemkot sangat membantu sekali. Dari ASN kelurahan, kecamatan sampai anggota DPRD juga membantu untuk kelanjutan pembangunan rumah kami yang terdampak kebakaran,” kata Wawan.
Selain menyalurkan bantuan stimulan, Agustina secara khusus memberikan apresiasi kepada warga sekitar yang bergerak cepat saat kebakaran terjadi.
Menurutnya, kekompakan masyarakat dalam membantu memadamkan api dan mengevakuasi warga menjadi faktor penting yang membuat kebakaran tidak meluas ke permukiman lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.
“Saya berterima kasih kepada warga sekitar yang guyup rukun. Mereka tidak hanya membantu mencegah kebakaran meluas, tetapi juga ikut menjaga agar para korban tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari setelah musibah ini,” ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan
Agustina menilai budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Kota Semarang merupakan modal sosial yang harus terus dijaga.
Di tengah berbagai tantangan perkotaan, solidaritas antarwarga dinilai menjadi kekuatan yang mampu membantu masyarakat bangkit lebih cepat saat menghadapi bencana maupun persoalan sosial lainnya. “Guyub rukun masyarakat Kota Semarang ini yang harus terus kita jaga,” pungkasnya.
Saat api melahap bangunan, yang menyelamatkan keadaan bukan tembok tinggi atau pagar mewah. Justru tetangga yang datang tanpa diminta, membawa ember, tenaga, dan kepedulian. Karena ternyata aset paling mahal dalam sebuah kampung bukan rumahnya, melainkan rasa peduli antarwarganya. (tebe)

