Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kompas Sudah Ada, Tinggal Jangan Jalan Sambil Merem
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kompas Sudah Ada, Tinggal Jangan Jalan Sambil Merem

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Balaikota Semarang berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat Kota Semarang.

T. Budianto
Last updated: Juni 1, 2026 8:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
INSPEKTUR UPACARA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila tingkat Kota Semarang di halaman Balai Kota, Senin (1/6/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Balaikota Semarang, Senin (1/6/2026) bukan sekadar seremoni upacara dan deretan barisan peserta berbaju rapi. Di momen itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali melihat Pancasila sebagai penunjuk arah pembangunan kota.

Saat memimpin upacara, Agustina menyebut Pancasila bukan hanya kumpulan lima sila yang dihafalkan sejak sekolah dasar. Baginya, Pancasila adalah kompas yang harus mengarahkan setiap kebijakan, pelayanan publik, hingga kehidupan sosial masyarakat di Kota Semarang.

“Bagi warga Kota Semarang, pemerintah, maupun ASN, Pancasila adalah kompas yang mengarahkan setiap langkah pembangunan dan kehidupan bermasyarakat,” ujar Agustina di hadapan peserta upacara yang terdiri dari unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Baca juga: Dari Balik Tembok Lapas, Semangat Pancasila Tetap Berkibar

Menurutnya, Semarang selama ini dikenal sebagai kota yang dihuni beragam latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi. Keberagaman itu bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan justru menjadi warna yang membuat kehidupan masyarakat tetap harmonis.

Agustina menilai nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah hidup dalam keseharian warga Semarang. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal menjaga toleransi, memperkuat persatuan, dan menghadirkan keadilan sosial.

“Kita perlu memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam bekerja, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat,” katanya.

Sambutan Kepala BPIP

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Melalui tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, pemerintah menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran penting bukan hanya menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi bangsa dalam menciptakan perdamaian dunia.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi yang bergerak cepat hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila disebut tetap relevan sebagai jangkar moral bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi bagi Indonesia untuk terus menjaga stabilitas, persatuan, dan semangat gotong royong.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Sekjen PDIP Tegaskan Pentingnya Kritik untuk Demokrasi Sehat

Pemkot pun mengajak masyarakat untuk tidak berhenti menjadikan Pancasila sebagai slogan peringatan tahunan semata. Nilai-nilainya diharapkan hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, hingga mendukung pembangunan yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat.

Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 berlangsung khidmat dan diikuti berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta warga Kota Semarang yang hadir untuk memperingati momentum bersejarah tersebut.

Pancasila sudah disebut sebagai kompas. Persoalannya sekarang bukan lagi soal punya arah atau tidak, melainkan apakah semua yang berjalan mau benar-benar melihat jarumnya. Sebab kompas secanggih apa pun tidak banyak membantu kalau yang memegangnya masih sibuk melihat kepentingannya sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Banjir Mangkang, Sinyal Riskannya Infrastruktur Semarang

Ribuan Media Cetak Tutup, DPR Desak Pemerintah Lindungi Nasib Jurnalis

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

Dedi Suromli Resmi Pimpin PKS Banjarnegara, Janji Gaspol Bersama Pemda

SPMB 2026: Gagal Negeri, Langsung Masuk Swasta Gratis

TAGGED:agustina wilujengharlah pancasilaheadlinepemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ilustrasi organ ginjal Saat Kreatinin Naik, Tujuh Menu Ini Mulai Dibatasi
Next Article Terong Tiap Hari Memang Nikmat, Tapi Ada Batas Aman, Simak yuk

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Cek, Napas Masih Panjang atau Mulai Pendek? Paru-Paru Punya Jawaban

2 Juni Dompet Mulai Senyum, Gaji Ke-13 Cair Bawa Kabar Lega

Terong Tiap Hari Memang Nikmat, Tapi Ada Batas Aman, Simak yuk

Kompas Sudah Ada, Tinggal Jangan Jalan Sambil Merem

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dua Ruas Jalan di Blora Diresmikan, Ekonomi Siap Tancap Gas

Maret 3, 2026
Ekonomi

Zulhas Puji KKMP Sampangan

Januari 31, 2026
Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing.
Unik

Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

April 27, 2026
Turnamen FF, Event Clash Squad 4v4, yang digelar di Warmindo Mayoritas, Semarang, diserbu ratusan peserta.
Info

Gamers Ngumpul, 121 Tim Serbu Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas

April 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kompas Sudah Ada, Tinggal Jangan Jalan Sambil Merem
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?