Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kadus Humoris di Purbalingga Tewas Mengenaskan Dihajar Warga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kadus Humoris di Purbalingga Tewas Mengenaskan Dihajar Warga

Tanpa banyak bicara, pelaku diduga langsung melancarkan serangan menggunakan sebatang kayu yang mengenai bagian leher korban. Serangan itu membuat korban tidak sempat melakukan perlawanan berarti.

Nugroho P.
Last updated: Juni 11, 2026 9:50 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi jenazah
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Kabar duka datang dari Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Seorang perangkat desa berinisial SK yang menjabat sebagai Kepala Dusun 3 meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan brutal yang terjadi pada Kamis (11/6/2026) pagi.

Peristiwa tragis itu membuat warga setempat terpukul. Sosok SK selama ini dikenal dekat dengan masyarakat, ramah saat bergaul, dan kerap mencairkan suasana dengan candaan khasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi kejadian, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban sedang berada di kebun miliknya untuk menyemprot rumput seperti aktivitas yang biasa ia lakukan sehari-hari.

Situasi yang awalnya berjalan normal mendadak berubah mencekam. Seorang pria berinisial SW disebut datang menghampiri korban tanpa ada tanda-tanda perselisihan yang terlihat oleh warga sekitar.

Tanpa banyak bicara, pelaku diduga langsung melancarkan serangan menggunakan sebatang kayu yang mengenai bagian leher korban. Serangan itu membuat korban tidak sempat melakukan perlawanan berarti.

Aksi kekerasan tidak berhenti sampai di situ. Setelah menghantam korban dengan kayu, pelaku kembali menyerang menggunakan parang hingga menyebabkan luka serius yang berujung pada meninggalnya korban di lokasi.

Beberapa warga yang kebetulan melintas mengaku sempat melihat situasi mencurigakan. Namun mereka tidak berani mendekat karena khawatir menjadi sasaran berikutnya.

Setelah pelaku meninggalkan lokasi, warga mulai berdatangan untuk memberikan pertolongan. Sayangnya, saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi tersungkur di tanah dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Suasana duka langsung menyelimuti lingkungan sekitar. Banyak warga tidak menyangka kejadian mengerikan tersebut menimpa salah satu perangkat desa yang selama ini dikenal baik oleh masyarakat.

Laporan mengenai peristiwa itu segera diteruskan ke aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Mrebet kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menemukan keberadaan pelaku. SW diamankan di rumahnya tanpa perlawanan berarti.

Penangkapan yang berlangsung cepat itu sedikit meredakan kekhawatiran warga. Sebab sebelumnya masyarakat sempat cemas pelaku akan melarikan diri setelah kejadian.

Dari keterangan sejumlah warga, SW diketahui tinggal seorang diri. Ia juga disebut sebagai sosok yang sering menunjukkan perilaku emosional dan sulit ditebak.

Beberapa warga bahkan menduga pelaku memiliki gangguan kejiwaan. Namun hingga kini dugaan tersebut masih sebatas informasi dari lingkungan sekitar dan belum menjadi kesimpulan resmi.

Fakta lain yang membuat warga terkejut adalah cerita bahwa setelah kejadian, pelaku disebut sempat pulang ke rumah, mandi, lalu menyeduh kopi seperti tidak terjadi apa-apa.

Keterangan itu menambah tanda tanya besar mengenai kondisi psikologis pelaku saat melakukan aksi penganiayaan tersebut.

Pihak kepolisian sendiri masih mendalami berbagai aspek dalam kasus ini, termasuk hubungan antara korban dan pelaku serta kemungkinan adanya pemicu yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto, mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti sebelum menyimpulkan motif kejadian.

Menurutnya, polisi belum bisa memastikan apakah pelaku memang mengalami gangguan jiwa atau tidak. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan.

“Belum tahu ODGJ atau tidak. Kami belum melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Jiwa,” ujar Siswanto.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan masih berada pada tahap awal. Polisi berupaya memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif.

Sementara itu, kabar meninggalnya SK menyebar cepat ke berbagai wilayah di Kecamatan Mrebet. Banyak warga datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Bagi masyarakat Desa Sangkanayu, kehilangan ini terasa sangat berat. Korban bukan hanya perangkat desa, tetapi juga figur yang aktif berinteraksi dengan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa salah satu perangkatnya tersebut.

Menurut Ali, selama ini dirinya tidak pernah mendengar adanya konflik serius antara korban dengan warga yang bisa mengarah pada tindakan kekerasan.

Karena itu, peristiwa yang terjadi di kebun pada Kamis pagi tersebut menjadi pukulan besar bagi pemerintah desa maupun masyarakat setempat.

Ali menggambarkan korban sebagai pribadi yang mudah bergaul dan memiliki selera humor yang membuat banyak orang merasa nyaman saat berinteraksi.

“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Sangkanayu merasa sangat kehilangan apalagi Pak Kadus orangnya humoris,” katanya.

Di tengah suasana berkabung, warga berharap proses hukum berjalan transparan sehingga penyebab dan motif di balik peristiwa tersebut dapat diketahui secara jelas.

Hingga saat ini, polisi masih melanjutkan penyidikan, sementara masyarakat Desa Sangkanayu berusaha menerima kenyataan pahit atas kepergian mendadak sosok kepala dusun yang selama ini dikenal dekat dengan warganya. (*)

You Might Also Like

Biang Ruwet Nih! Oknum Pegawai Bank Pasar Semarang Minta Fee ke Nasabah

Sudewo Tersangka Dobel Kasus di KPK: Gak Cukup Terjerat OTT, Kena Suap Proyek Kereta Juga

Propam Dalami Keterlibatan Perwira Polisi di Kasus Dosen Untag

Sempat Ditahan Lama, Kasus Karaoke DPRD Temanggung Berujung Damai

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

TAGGED:headalinekadus tewaspembunuhan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lapas Purwodadi Usul Pelatihan Khusus Anti-Narkoba
Next Article Jadwal Nggak Banyak Drama, Penumpang Kereta Cilacap Makin Ramai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAKSI SIDANG--Pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Ana Devi (berkerudung) meninggalkan sidang usai bersaksi dan berdebat dengan terdakwa Sudewo, Senin (27/7/2026). (bae)

Sidang Bupati Pati Nonaktif Panas, Sudewo Muntab Merasa ‘Ditantang’ Pegawai KPK

JALIN MOU--Unwahas dan Govokasi Maxwell menjalin kerja sama. (ist)

Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

30 Tahun Kudatuli, Sekjen PDIP Desak Pemerintah Bongkar Kasus hingga Tuntas: Jangan Tutup Mata!

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi tawuran.
Hukum

Janjian Duel via Instagram, Dua Geng Magelang Malah Berujung Ditangkap

Juni 30, 2026
Ilustrasi mi yang dicampur bahan pengawet mayat jenis formalin. (grafis/wahyu)
Hukum

Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

Maret 12, 2026
SAKSI SIDANG--Camat Margorejo, Kabupaten Pati, Priyono Arief Fandillah (batik hijau pojok kanan) bersaksi di sidang korupsi terdakwa Sudewo, Rabu (15/7/2026). (bae)
Hukum

Camat Margorejo Kelabakan Dicecar KPK soal Mahar Perangkat Desa

Juli 15, 2026
Hukum

Cinta Berujung Tragedi: Dosen Cantik Tewas di Tangan Polisi Muda

November 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kadus Humoris di Purbalingga Tewas Mengenaskan Dihajar Warga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?