Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

Izin tinggal 4 WNA China anggota sindikat kriminal internasional dengan modus love scamming telah kedaluwarsa.

R. Izra
Last updated: Juni 9, 2026 11:16 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Satu per satu fakta baru soal dugaan markas love scamming di Puri Anjasmoro, Semarang Barat, mulai terkuak.

Bukan cuma diduga menjalankan penipuan asmara, empat warga negara (WN) China yang diamankan ternyata juga sudah berstatus ilegal. Izin tinggal mereka juga sudah lewat.

Empat WNA yang diamankan masing-masing berinisial HJ (40), HK (44), HY (44), dan TW (37). Mereka sampai sekarang masih diperiksa untuk mengungkap apa saja yang dikerjakan dari rumah yang diduga jadi markas operasi itu.

Bacaaja: 4 Warga China Ditangkap di Semarang, Terlibat Sindikat Love Scamming Internasional
Bacaaja: Bikin Bule AS Klepek-klepek, Mantan Artis Indonesia Terseret Love Scamming Rp41 Miliar

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, mengatakan izin tinggal keempat WNA tersebut memang sudah habis.

Pihaknya juga masih menelusuri bagaimana mereka masuk ke Indonesia dan aktivitas yang mereka lakukan.

“Kebetulan izin mereka sudah habis. Jadi kami juga masih dalami terkait mereka masuk ke Indonesia dan menggunakan apa, itu masih kita dalami,” kata Haryono.

Saat ditanya apakah status keberadaan mereka di Indonesia, jawabannya tegas.

“Ya ilegal, ilegal,” tegasnya.

Dari pemeriksaan sementara, para WNA itu juga mengaku menjalankan modus yang love scamming. Mereka memakai aplikasi Ding Ding dan Ding Talk untuk berkomunikasi dengan calon korban.

“Dari hasil pemeriksaan mereka mengaku melakukan model kayak love scamming menggunakan aplikasi DingDing dan DingTalk. Itu aplikasi yang khusus untuk negara-negara mereka,” ujarnya.

Modusnya sederhana tapi sering berhasil. Kenalan, ngobrol manis, bikin nyaman, lalu pelan-pelan mengarahkan korban mengeluarkan uang. Cintanya mungkin cuma pura-pura, tapi targetnya nyata.

Haryono menyebut keempat WNA itu mengaku belum lama berada di Indonesia. Meski begitu, penyidik belum mau langsung percaya begitu saja dan masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.

“Pengakuannya memang belum lama. Kami dapati hanya empat warga negara asing yang ada di situ dan kami masih terus melakukan pendalaman lagi,” katanya.

Sebelumnya, Imigrasi menggerebek sebuah rumah di kawasan Puri Anjasmoro. Petugas menemukan barang bukti 604 telepon genggam, 11 laptop, 10 komputer, hingga ratusan kartu SIM.

Keempat WNA itu diduga melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terkait penyalahgunaan izin tinggal.

Satu orang lainnya juga masih didalami karena tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan yang sah.

Imigrasi pun masih membongkar peran masing-masing pelaku. (bae)

You Might Also Like

Libur Paskah dan Long Weekend, Kereta Daop 4 Diserbu 139 Ribu Penumpang

Agustina Ajak Warga Semarang Semarakkan Agustusan

Satu Pelaku Demo Rusuh di Semarang Masih Pelajar SMK, Nekat Abaikan Saran Guru

Tol Trans Jawa Mulai Satu Arah: One Way Lokal KM 70-263 Resmi Jalan

Bulog Jateng Siap Serap Beras Lokal

TAGGED:chinaheadlineizin tinggalsindikat kriminal internasionalsindikat love scammingWNA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul) Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir
Next Article MINYAK GORENG - Ilustrasi Minyakita yang semakin sulit didapat di pasaran. Minyakita Tiba-tiba Hilang dari Pasaran Bikin Panik, Pedagang: Tiap Hari Ada yang Nanyain

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TERPUKUL PELEMAHAN RUPIAH - Pelaku UMKM atau pedagang kecil, sedang mengantarkan dagangan kepada pemesan, Senin (9/6/2026). Pelemahan rupiah memukul mereka, tapi memilih menahan harga agar dagangan tak semakin sepi. (dul)
Fokus

Rupiah Melemah, Nasib Pedagang Kecil Ikut Tergerus: Nahan Harga, Untung Dikit Gak Apa

Juni 9, 2026
Plesir

Agustina Dorong Wisata Sejarah Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

Oktober 19, 2026
Ekonomi

Nataru Bikin Bandara Ahmad Yani Full Senyum

Januari 6, 2026
Info

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Juni 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?