Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar

Pemerintah punya banyak aturan soal mangrove. Lucunya, Jateng gak punya data valid soal berapa luasan mangrove di provinsi ini.

R. Izra
Last updated: Juni 5, 2026 6:15 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae)
HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Lucu sekaligus miris. Pemerintah punya banyak aturan soal mangrove, tapi ketika ditanya sebenarnya luas mangrove di Jawa Tengah berapa, jawabannya bisa beda-beda tergantung buka dokumen yang mana.

Selisihnya pun bukan ratusan meter, tapi sampai ribuan hektar.

Persoalan itu disorot WALHI Jawa Tengah dalam diseminasi policy brief bertajuk “Mengamankan Ekosistem Esensial Mangrove Jawa Tengah”. Menurut WALHI, perlindungan mangrove di Jawa Tengah masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

Bacaaja: Salut, Warga Bedono Terus Tanam Mangrove Demi Lindungi Pesisir
Bacaaja: Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung

Bagas Kurniawan dari WALHI Jawa Tengah mengatakan, salah satu masalah yang paling mencolok adalah tidak sinkronnya data luasan mangrove antar dokumen resmi pemerintah.

Dalam Perda RZWP3K Jawa Tengah, luas mangrove tercatat 8.707 hektar. Angka itu kemudian berubah menjadi 12.661 hektar dalam Pergub Nomor 24 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove.

Di RTRW Jawa Tengah 2024-2044 angkanya kembali berubah menjadi 12.684 hektar. Sementara Peta Mangrove Nasional 2024 menyebut luas mangrove Jawa Tengah mencapai 16.100 hektar.

Kalau dihitung-hitung, selisih antara data terendah dan tertinggi mencapai lebih dari 7.000 hektar. Luas yang setara ribuan lapangan sepak bola itu seolah bisa muncul dan hilang tergantung dokumen yang dijadikan rujukan.

Kata Bagas, Jawa Tengah memang sudah memiliki sejumlah perangkat kebijakan untuk pengelolaan ekosistem mangrove. Tapi dari berbagai dokumen tata kelola yang ada belum memadai.

“Kerangka regulasi yang ada belum cukup memadai untuk menjawab tekanan ekologis dan sosial yang terus meningkat,” ujar Bagas, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, persoalan mangrove di Jawa Tengah bukan cuma soal data yang berbeda-beda. Berbagai aturan memang sudah tersedia, tetapi implementasinya di lapangan masih menyisakan banyak celah.

Salah satunya terkait belum jelasnya panduan teknis dalam menjalankan aturan perlindungan mangrove. Akibatnya, pemerintah daerah kerap kesulitan menentukan batas kerusakan, standar pemantauan, hingga langkah pencegahan alih fungsi kawasan lindung.

“Masih ada celah regulasi dalam implementasi aturan perlindungan mangrove. Daerah belum memiliki acuan operasional yang kuat untuk mengawasi perubahan tutupan mangrove maupun mencegah konversi kawasan lindung,” ujarnya.

Bagas menilai kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Sebab tekanan terhadap ekosistem mangrove di Jawa Tengah terus meningkat, sementara instrumen perlindungan dan pemulihannya belum berjalan maksimal.

Baginya, sebelum bicara rehabilitasi atau target penanaman baru, pemerintah lebih dulu perlu membereskan data dan memperkuat aturan mainnya. Sebab sulit menjaga sesuatu yang ukuran dan batasnya sendiri masih diperdebatkan. (bae)

You Might Also Like

PMII Semarang Turun Jalan Soroti MBG, Isyaratkan Gelombang Demo Belum Selesai

Uang Rumah Sakit Raib Diam-Diam, Pegawai Boyolali Main Judi Online

Pengusaha Jateng Baku Hantam, Pengurus HIPMI Ngaku Dipiting dan Diinjak

Kado HUT Semarang, PBB Diskon 10 Persen

Coblosan Mau Go Digital? Usul E-Voting Pilkada Mulai Dipikirin Serius

TAGGED:headlinehutan mangrovejatengmangrovewalhiwalhi jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIAPKAN DEMO LEBIH BESAR - Mahasiswa di Semarang menggelar aksi demonstrasi, Jumat (5/6/2026). Mereka menyiapkan aksi massa lebih besar pada 11 Juni 2026 mendatang. (dul) Aksi Besar 11 Juni di Semarang, Gelombang Mahasiswa Sorot Isu Sensitif Ini
Next Article Siswa Diajak Belajar Jadi Bos Sejak Sekolah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik

Januari 8, 2026
Peserta mulai berlari di garis start saat event Rupiah Borobudur Playon 2025.
Daerah

Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi

Juli 28, 2025
Info

Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan

Mei 10, 2026
Ilustrasi kebakaran hutan.
Info

Puntung Rokok Diduga Bikin Lereng Slamet Nyaris Terbakar

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?