Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa Diajak Belajar Jadi Bos Sejak Sekolah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Siswa Diajak Belajar Jadi Bos Sejak Sekolah

Selama ini koperasi di sekolah sering identik dengan beli alat tulis atau sekadar tempat simpan pinjam. Tapi Jateng ingin mengubah cara pandang itu. Lewat program pendidikan koperasi yang masuk ke ruang kelas, jutaan siswa bakal diajak mengenal dunia usaha berbasis gotong royong sejak dini.

T. Budianto
Last updated: Juni 5, 2026 6:51 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
INSERSI PENDIDIKAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Menkop, Ferry Juliantono, Menag, Nasaruddin Umar serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin meluncurkan program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (5/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Jateng resmi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pendidikan koperasi ke dalam pembelajaran sekolah secara sistematis dan berkelanjutan. Program bernama Insersi Pendidikan Perkoperasian itu menyasar sekitar 6,38 juta peserta didik mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan program tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali semangat koperasi di kalangan generasi muda yang selama ini mulai terasa asing di tengah derasnya budaya ekonomi digital dan individualisme.

Menurutnya, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan bagian dari amanat konstitusi yang harus dikenalkan sejak usia sekolah. “Koperasi merupakan amanah UUD 1945, khususnya Pasal 33. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah terkait Koperasi Merah Putih,” ujar Luthfi.

Ia memastikan materi koperasi tidak akan menambah beban pelajaran baru bagi siswa. Konsepnya adalah menyisipkan nilai dan pengetahuan koperasi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Baca juga: Bos Koperasi BLN Ditahan! Skema Ponzi Rp4,6 Triliun Terungkap, Korban Tembus 41.000 Orang

Modul pembelajaran juga telah disiapkan. Bahkan, Jateng menjadi daerah pertama yang menyusun materi dan modul pendidikan koperasi secara khusus untuk diterapkan di sekolah.

Pada tingkat SD, siswa akan dikenalkan dengan nilai gotong royong, kerja sama, dan konsep dasar koperasi. Memasuki SMP, mereka mulai memahami cara kerja organisasi koperasi, pengelolaan hingga manfaatnya.

Sementara siswa SMA dan SMK akan mendapatkan materi yang lebih aplikatif, termasuk praktik koperasi dan kewirausahaan. Untuk peserta didik SLB, materi disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut langkah Jateng sebagai tonggak sejarah baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Menurutnya, selama ini koperasi sering dipahami sebatas tempat simpan pinjam. Padahal, koperasi merupakan model usaha yang lahir dari nilai kebersamaan dan sangat relevan untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan.

“Saya mengucapkan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jateng yang hari ini telah melahirkan sejarah,” kata Ferry. Ia berharap langkah tersebut bisa menjadi contoh bagi provinsi lain agar pendidikan koperasi kembali mendapat tempat di dunia pendidikan nasional.

Alternatif Pekerjaan

Ferry juga menilai koperasi dapat menjadi alternatif lapangan kerja bagi generasi muda, mulai dari milenial, Gen Z hingga generasi Alpha yang saat ini masih duduk di bangku sekolah. “Koperasi penting dikenalkan karena bisa menjadi alternatif penyediaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin. Ia menegaskan bahwa pendidikan koperasi bukan sekadar mengajarkan cara membentuk koperasi sekolah atau mengenal sejarah Bung Hatta.

Lebih jauh, pendidikan koperasi dinilai mampu menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, kemandirian, hingga kemampuan membangun kesejahteraan bersama.

Menurut Toni, pendekatan insersi membuat materi koperasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa tanpa harus membebani kurikulum dengan mata pelajaran baru.

“Pendekatan ini memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih otentik tanpa harus menambah beban kurikulum,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan siap mendukung implementasi program tersebut melalui lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Baca juga: Pelajar Setingkat SD-SMA di Jateng akan Belajar Koperasi, Mulai Ajaran Baru Tahun Ini

Ia menilai semangat koperasi memiliki kesamaan nilai dengan ajaran keagamaan, terutama soal tolong-menolong, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi umat.

“Kementerian Agama bersama seluruh lembaga pendidikannya siap mendukung gagasan cerdas yang dimunculkan oleh Gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.

Ke depan, konsep koperasi juga diharapkan berkembang melalui masjid, pondok pesantren, organisasi keagamaan, hingga rumah ibadah lainnya sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program ini diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkolaborasi, berwirausaha, dan membangun kesejahteraan bersama.

Di saat banyak anak muda akrab dengan istilah startup, affiliate, dan cuan instan dari layar ponsel, Jateng justru mengajak mereka menengok kembali pelajaran lama yang nyaris terlupakan: koperasi. Sebab ternyata, menjadi kaya bersama mungkin masih lebih sulit viral, tetapi jauh lebih masuk akal untuk masa depan.  (tebe)

You Might Also Like

Daftar Korban Akibat Demonstrasi di Akhir Agustus 2025: 10 Orang Meninggal, Ribuan Luka dan Ditangkap

Cerita Pilu Megawati: Soeharto Larang Jenazah Bung Karno Dimakamkan di TMP

‘Sell Indonesia’ Menggema di Pasar Global, Investor Asing Hilang Kepercayaan

Anak Semarang Udah Nggak Takut Sekolah!

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

TAGGED:headlinekoperasi jatengmenkoppemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae) Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar
Next Article Ini Ruas Jalan yang Bakal Diperbaiki Pemprov Tahun 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK (tengah). (dul)

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Anomali! Cerita Perwira Polisi Pegawai KPK Peras Tersangka Korupsi Bupati Pemalang

Guys.. Nyamuk Jantan Baik, yang Hisap Darah Nyamuk Betina

Prabowo Bidik Indonesia Bebas Gunung Sampah

Isu Santet Berujung Maut, Lansia Tewas Dipukul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DISKUSI - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025).
Info

Dadan Dikabarkan Ditangkap saat Kantor BGN Digeledah Kejagung, 2 Tokoh Lain Turut Diperiksa

Juni 3, 2026
Info

KPK Kasih Jempol, Urusan Izin Tambang di Jateng Jadi Contoh Nasional

Juni 13, 2026
Mahasiswa Semarang Raya menggelar aksi demonstrasi, pada Kamis (9/4/2026), mengutuk teror air keras terhadap Andrie Yunus dan menolak kasus tersebut disidangkan di peradilan militer. (dul)
Info

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

April 9, 2026
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Info

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

April 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa Diajak Belajar Jadi Bos Sejak Sekolah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?