Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Pilu Megawati: Soeharto Larang Jenazah Bung Karno Dimakamkan di TMP
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Cerita Pilu Megawati: Soeharto Larang Jenazah Bung Karno Dimakamkan di TMP

Megawati mengungkap kisah pilu, saat Soekarno wafat pada 1970, Presiden Soeharto melarang jenazah Sang Proklamator dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) secara layak. Akhirnya, jenazah Bung Karno dikebumikan di Blitar.

R. Izra
Last updated: November 3, 2025 11:19 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Megawati Soekarnoputri saat menziarahi makam ayahnya, Soekarno, di Blitar, pada 2024.
Megawati Soekarnoputri saat menziarahi makam ayahnya, Soekarno, di Blitar, pada 2024.
SHARE

BACAAJA, BLITAR – Makam Bung Karno di Blitar adalah simbol sejarah, bagi banyak orang. Nmaun, bagi Megawati Soekarnoputri, tempat itu menyimpan cerita pilu.

Megawati mengungkap kisah tragis perjuangan keluarga besar Soekarno di masa Orde Baru. Saat Soekarno wafat pada 1970, Presiden Soeharto melarang jenazah Soekarno dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) yang layak.

Dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Sabtu (1/11/2025), Presiden kelima RI itu bercerita tentang masa-masa sulit setelah kepergian ayahnya tahun 1970.

“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main,” ujar Mega dengan nada getir.

Keluarganya sempat meminta agar Bung Karno dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) secara layak. Namun, permintaan itu ditolak Presiden Soeharto.

Akhirnya, mereka memakamkan sang proklamator di Blitar, tempat yang awalnya merupakan taman pahlawan untuk para prajurit PETA.

“Tempat ini dulu kecil dan tak terawat. Tapi di sinilah akhirnya beliau dimakamkan,” kata Mega.

Bagi Megawati, keputusan itu bukan sekadar urusan lokasi. Ia melihatnya sebagai simbol perjuangan dan keteguhan hati.

Bung Karno, katanya, selalu mengingatkan dirinya untuk terus berjuang menjaga api pemikiran dan semangat kebangsaan.

“Sampai akhir hayatnya pun, beliau menuntut saya tetap berjuang,” tutur Mega.

Kini, puluhan tahun kemudian, makam yang dulu sederhana itu berubah jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat dari dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, sekarang tempat ini jadi populer. Orang datang dari mana-mana. Bukan taman makam pahlawan, tapi dikenal sebagai makam proklamator bangsa,” ujarnya dengan nada bangga.

Bagi Megawati, ziarah ke makam Bung Karno bukan hanya soal mengenang masa lalu, tapi juga meneguhkan kembali arah peradaban dan nilai kemerdekaan yang diwariskan sang ayah.

“Bukan sekadar nostalgia, tapi momentum untuk memperkuat arah bangsa ke depan,” tutupnya. (*)

You Might Also Like

Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

Revisi UU BUMN: DPR Sepakat BUMN Harus Transparan & Bebas Rangkap Jabatan

“Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

Luthfi Pastikan Urus Izin Kapal Nelayan Gratis

TAGGED:bung karnocerita piluheadlinekisah piluMegawati SoekarnoputriSoehartoSoekarno
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wacana moratorium pembangunan IKN terus menguat. Wakil Ketua DPR RI dari Partai Nasdem Saan Mustopa yang mengusulkan itu dan menyarankan agar Wapres Gibran berkantor di IKN. dok. IKN Dikepung Tambang Ilegal, 13.000 Hektare Lahan Tercemar
Next Article Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Rencana Gelar Pahlawan Soeharto, Aktivis: Pengkhianatan Reformasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Soal Sahroni-Uya Kuya, Puan Pastikan Tindak Lanjuti Putusan MKD

November 7, 2025
Hukum

Nasib Bupati Bekasi: Ngilang 2 Hari, Begitu Muncul Langsung Di-OTT KPK bareng Ayahnya

Desember 19, 2025
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Info

MBG ‘Ngerampok’ 70 Persen Anggaran Pendidikan, JPPI Siapkan Gugatan ke MK

Desember 31, 2025
Info

Nawal Ajak Kaum Perempuan Rawat Lingkungan

Juni 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Pilu Megawati: Soeharto Larang Jenazah Bung Karno Dimakamkan di TMP
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?