Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Salut, Warga Bedono Terus Tanam Mangrove Demi Lindungi Pesisir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Salut, Warga Bedono Terus Tanam Mangrove Demi Lindungi Pesisir

T. Budianto
Last updated: Desember 27, 2025 9:08 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae)
HUTAN MANGROVE: Warga Dusun Bedono, Saiful Rohman mendayung perahu menunjukkan hutan mangrove pelindung pesisir, Kamis (25/12/2025). (Foto: bae)
SHARE

DI Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, menanam mangrove sudah jadi rutinitas. Tiap bulan, warga turun ke pesisir, nancapin bibit satu per satu di lumpur. Bukan acara seremonial, tapi kerja sunyi supaya kampung mereka nggak cepat habis dimakan abrasi.

Desa seluas 7,39 kilometer persegi tersebut memang terancam tenggelam. Isinya tinggal sisa-sisa. Dari tujuh dusun di dua sudah habis ditelan rob. Warga Dusun Bedono nggak mau kondisinya tambah parah.

Mangrove ditanam di sekitar permukiman, di titik-titik yang tiap tahun makin tergerus. Ada yang mati, ditanam lagi. Ada yang tumbang, disulam lagi. Di sini, berhenti berarti kalah cepat dari laut.

Baca juga: Soal Rob Sayung, Taj Yasin Sebut Pemerintah Akan Bangun Tanggul Laut

Aksi itu makin rapi sejak 2022. Enam warga Dusun Bedono sepakat bikin kelompok bernama Bumi Hijau. Belakangan namanya berkembang jadi Bumi Hijau Sekolah Pesisir karena jadi tempat belajar mahasiswa.

Kegiatan kelompok ini tampak sederhana tapi konsisten. Hampir tiap malam mereka ngisi tanah ke polybag. Ada yang datang habis kerja, ada yang nyempil sebelum istirahat. Nggak ada target proyek, yang penting bibit siap tanam.

Mereka punya misi nyelametin kampung dari abrasi. Kini upaya mereka bukan hanya untuk kampung, tapi demi lindungi pesisir Pantura.

Nanam Rutin

Fokus utama kelompok ini ya pembibitan dan penanaman mangrove. Setiap bulan, rata-rata mereka nanam sekitar ratusan bibit.  “Tiap bulan sekali kami penanaman 500 bibit,” cerita Saiful Rohman, salah satu punggawa Kelompok Bumi Hijau, saat saya temui, Kamis (25/12/2025).

Mangrove yang banyak dipilih jenis bongko. “Akarnya gede-gede, lebih kuat kena ombak,” ujar Saiful. Adaptasinya cepat dan gampang dibibit. Di polybag tiga bulan sudah keluar daun.

Kadang mahasiswa dan organisasi lingkungan bantu menanam. Kelompok Bumi Hijau istilahnya juga jual bibit yang mau ditanam. Tapi biasanya kalau ditanam di kampung sini pasti dilebihin banyak. “Belum lama mahasiswa Undip beli 120 bibit, kami kasih 500 bibit (mangrove),” tutur Saiful.

Soal hasil, dia jujur. Sekitar 20 persen bibit yang ditanam biasanya mati. Tapi itu sudah dihitung dari awal. “Yang mati ya kita suplai lagi,” kata Saiful. Sejak 2022, total mangrove yang ditanam hampir 25 ribu. Luasannya belum satu blok utuh, masih nyebar di beberapa titik. Perkiraannya sekitar 1,5 hektare.

Baca juga: Pemprov Jateng Perbanyak Pompa di Pantura Sayung, Efektif Tangani Rob?

Saiful juga nggak lebay soal mangrove. “Mangrove itu dibilang mencegah ya nggak juga. Kena ombak gede ya bisa roboh,” ujarnya. Tapi setidaknya, mangrove bisa memperlambat abrasi biar nggak langsung nyamber kampung.

Abrasi di Bedono datang tiap tahun. Tahun lalu, daratan terkikis sampai 10-15 meter. Tahun ini berkurang, sekitar 5 meter. Selain mangrove, rumpon buatan warga juga bantu proses sedimentasi.

Kelompok Bumi Hijau Sekolah Pesisir juga rutin keliling tiap minggu. Ngecek mangrove yang mati, lihat pertumbuhan, lalu nyulam lagi. Kerjanya pelan, tapi terus. Ke depan, mimpi mereka masih panjang. Kelompok ini menargetkan bisa menggarap sekitar 3 hektare lahan untuk ditanami mangrove. Nggak instan, tapi pelan-pelan. (bae)

You Might Also Like

Bukan Cuma Soal Suara, Posisi Knalpot Juga Berpengaruh Banget Sama Polusi Udara

Energi Bersih Listrik RI Tembus Target

Elektrifikasi Trans Semarang Dipuji, Agustina: Langkah Nyata Menuju Transportasi Hijau

Kolaborasi Petani Milenial Tuban-Ponpes Al Aziziyah Bikin Panen Bawang Melimpah

Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?

TAGGED:abrasi pesisirdesa bedonomangrovesayung demak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Soal Mental Maling Pejabat, Publik Riuh
Next Article Rahasia Hidup 117 Tahun, Gen Kuat Plus Yogurt

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PETA HUJAN: Peta Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 di Jawa Tengah yang dirilis oleh BMKG. (ist)

BMKG: Hujan di Jateng Baru Merata November-Desember, Puncaknya Awal 2027

PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

KEJUTAN PELANGGAN - Kukuh Amin Bahtiar menjadi salah satu pelanggan setia Iconnet yang menerima kejutan ulang tahun dari PLN Icon Plus.

HUT ke-26 PLN Icon Plus, ICONNET Birthday Surprise Hadirkan Apresiasi Pelanggan di Purwokerto

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

'Profesor Mangro' dari Semarang, Sururi.
Lakon Lokal

Petuah Sururi Mangrove: saat Dirawat, Alam Membayar Balik dengan Rezeki bagi Keluarga

Januari 6, 2026
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
Tumbuh

BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?

Oktober 12, 2025
Ilustrasi bonus demografi.
Tumbuh

Lapangan Kerja Seret, Bonus Demografi Indonesia Malah Berubah Jadi Bencana? 

Desember 29, 2025
CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai.
Tumbuh

Bos Google Bilang Investasi AI Sudah Lebay dan Irasional, tapi . . .

November 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Salut, Warga Bedono Terus Tanam Mangrove Demi Lindungi Pesisir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?