Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ratusan Pohon Buah Ditanam di Gedongsongo, Ini Pesan Taj Yasin untuk Gen Z
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Ratusan Pohon Buah Ditanam di Gedongsongo, Ini Pesan Taj Yasin untuk Gen Z

T. Budianto
Last updated: November 3, 2026 9:21 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PENANAMAN POHON: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen berfoto bersama ratusan peserta, relawan, dan pecinta alam dalam rangkaian aksi penanaman pohon pada kegiatan "1001 Tenda, 1001 Alasan" di kawasan Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Menanam pohon itu gampang. Tinggal gali tanah, masukkan bibit, lalu tutup lagi. Tapi, memastikan pohon tersebut tumbuh besar dan memberi manfaat? Nah, itu tantangan sebenarnya.

Pesan inilah yang dibawa Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen saat mengajak generasi muda ikut menjaga kelestarian alam. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian acara “1001 Tenda, 1001 Alasan” di kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026).

Bukan pohon sembarangan, sebanyak 500 pohon buah ditanam di Blok F kawasan Gedongsongo. Aksi ini melibatkan mahasiswa, pelajar, siswa pecinta alam (Sispala), hingga relawan lingkungan.

Taj Yasin mengatakan, pemilihan tanaman produktif diharapkan memberikan manfaat lebih panjang. Selain menjaga ekosistem, pohon buah nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang dinikmati generasi berikutnya.

Baca juga: Penanganan Longsor Ungaran Ditarget Rampung Seminggu

“Yang kita tanam ini juga tanaman-tanaman buah yang menghasilkan untuk keturunan kita, untuk penerus kita. Maka ini harus kita jaga,” ujarnya. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni tanam pohon. Setelah bibit masuk tanah dan peserta pulang, masih ada pekerjaan penting, yakni merawat tanaman agar benar-benar tumbuh.

Karena itu, keterlibatan generasi muda perlu terus diperkuat. Konservasi alam bukan hanya urusan pemerintah atau komunitas pecinta lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengajak peserta menyosialisasikan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan). Program ini mendorong setiap rumah memiliki sumur resapan untuk membantu menjaga ketersediaan air tanah sekaligus meningkatkan daya serap air hujan.

Ketersediaan Air

Dia menyebut, gerakan tersebut telah diterapkan di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Pengalaman itu, menurutnya, perlu disebarluaskan agar masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari rumah sendiri. Tidak harus menunggu proyek besar atau anggaran miliaran rupiah.

Baca juga: PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Jateng, Arifin menyebut kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai komunitas, kalangan pelajar, mahasiswa, dan relawan pecinta alam.

Pemilihan pohon buah juga telah disesuaikan dengan arahan dan kondisi kawasan dari Perhutani. Selain mendukung penghijauan, buahnya diharapkan menjadi sumber pakan bagi satwa, khususnya monyet ekor panjang.

Dengan demikian, potensi gangguan satwa terhadap lingkungan sekitar juga bisa diantisipasi. Setelah penanaman, peserta dijadwalkan melanjutkan kegiatan dengan membersihkan kawasan sebelum membongkar tenda.

Sebab, menjaga bumi tidak cukup dengan foto bersama bibit pohon lalu mengunggahnya ke media sosial. Jangan sampai pohonnya ditanam hari ini, tetapi besok sudah dilupakan. Alam butuh perawatan, bukan sekadar dokumentasi. (tebe)

You Might Also Like

Hukuman Pidana Kerja Sosial Mulai Berlaku Januari 2026, Gimana Sih Ketentuannya?

Pemprov Dorong MES Jateng Gerakkan UMKM

Geger PBJS Kesehatan Warga Miskin, Dirut Buka Suara: yang Nonaktifkan PBI Kemensos

Ikhtiar Jaga Santri dari Bahaya Keracunan, Ponpes Boyolali Berhenti Terima MBG

Bikin E-KTP Nggak Harus Ribet: Datang, Foto, Jadi

TAGGED:headlinepemprov jatengtaj yasinwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan. Nah! Kapolres Sukoharjo Dicopot dan Diperiksa, Buntut Penggeledahan Ponpes Putri Hamalatul Quran
Next Article 31 Ribu Liter Minyak Jelantah Terkumpul, ASN Jateng Pecahkan Rekor MURI

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MASA DEPAN PEMILU - Seminar Nasional Kelompok Studi Hukum Islam (KSHI) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip), membahasa masa depan hukum Pemilu di Indonesia.

Politik Uang hingga Putusan Ijazah Gibran Jadi Sorotan, KSHI FH Undip Bahas Masa Depan Hukum Pemilu

LIMPAHKAN TERSANGKA: Dua tersangka kasus penyelundupan 1,59 juta batang rokok ilegal, BF dan ASE (kaus oranye) diserahkan penyidik ke penuntut umum Kejari Kota Semarang. (ist)

Penyelundup 1,59 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Truk Tangki Air Segera Diadili

Ilustrasi Akal Imitasi (AI) bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja.

Rekor di Asia Tenggara! Orang Indonesia Doyan Bikin Gambar Pakai Gemini AI, Sehari 9 Juta Gambar

Pemkab Ajak Warga Ngawi Melek Tata Ruang

20 Ribu Lebih Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

JAMIN KEAMANAN KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajarah, Wakil Rektor I, Imam Yahya, dan Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim, menggelar jumpa pers, Jum'at (8/5/2026). Mereka memastikan keamanan korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen. (dul)
Hukum

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Mei 9, 2026
Walikota Semarang Agustina Wilujeng bertukar plakat dengan Komisi VII DPR RI usai gelaran kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR di Sentra Batik Semarang, Jumat (27/9/2025). DPR menyoroti pentingnya standarisasi desa wisata se-Iindonesia agar lebih memiliki manfaat bagi warga. Foto: dok.
Info

Standardisasi Desa Wisata: Saatnya Hentikan Copy-Paste dan Fokus ke Identitas Lokal

September 29, 2025
Info

Belasan Jiwa Terdampak Longsor Kalialang

Mei 6, 2026
Sepak Bola

Darurat Degradasi, PSIS Borong 12 Pemain

Januari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ratusan Pohon Buah Ditanam di Gedongsongo, Ini Pesan Taj Yasin untuk Gen Z
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?