BACAAJA, SEMARANG — Media sosial lagi ramai membahas seorang perempuan yang viral usai diduga membuat konten bernada rasis dan provokatif. Yang bikin publik makin geram, perempuan itu juga beberapa kali mengaku sebagai anak polisi dan merasa “aman” meski dilaporkan.
Dalam video yang beredar di berbagai platform, perempuan berinisial L itu disebut membuat semacam sayembara komentar rasis dengan iming-iming uang. Ucapannya langsung memicu reaksi keras dari netizen karena dianggap melecehkan dan memancing kebencian.
Nggak cuma itu, perempuan tersebut juga terdengar santai saat menyebut dirinya tidak takut dilaporkan karena merasa dilindungi orang tuanya yang merupakan anggota Polri.
Bacaaja: Viral! Motor Bonceng Tiga Nekat Lawan Arah di Tol Batang, Ini Kata Jasa Marga
Bacaaja: Polda Jateng Bongkar Korupsi BPR Purworejo: Kerugian Negara Rp41 Miliar, Seret Eks-Dirut
Viralnya video itu akhirnya bikin Kepolisian Daerah Jawa Tengah turun tangan. Direktorat Siber Polda Jateng kini tengah menyelidiki akun media sosial dan isi konten yang dibuat perempuan tersebut.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, membenarkan bahwa pihaknya sudah meminta keterangan dari perempuan berinisial L tersebut.
“Direktorat Cyber sudah melakukan penyelidikan terhadap informasi yang ada. Yang bersangkutan berinisial L dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” kata Artanto, Senin (18/5/2026).
Polisi juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial soal identitas ayah perempuan itu. Menurut Artanto, ayah L memang anggota polisi, tetapi bukan dari Polrestabes Semarang seperti yang ramai disebut netizen.
Ia menjelaskan bahwa ayah perempuan tersebut merupakan perwira polisi berpangkat Kompol yang berdinas di lingkungan Polda Jawa Tengah dan Akademi Kepolisian.
Saat ini penyidik masih mendalami isi konten yang diunggah L, termasuk narasi yang disampaikan dan motif di balik video viral tersebut.
“Kontennya masih didalami, termasuk narasi dan motivasinya,” lanjut Artanto.
Polda Jateng juga memastikan perempuan tersebut sudah dewasa sehingga proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Sementara itu, akun media sosial milik perempuan tersebut kini sudah menghilang dan tidak lagi bisa ditemukan. Polisi menyebut akun itu diturunkan sendiri setelah videonya ramai jadi sorotan publik.
Kasus ini langsung memicu gelombang komentar dari netizen. Banyak yang menilai konten tersebut bukan cuma berlebihan, tapi juga berpotensi mengandung ujaran kebencian dan mencoreng nama institusi kepolisian karena perempuan itu beberapa kali membawa-bawa status ayahnya.
Meski begitu, Polda Jateng menegaskan proses penyelidikan akan tetap berjalan profesional tanpa melihat latar belakang keluarga yang bersangkutan. (dul)

