Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Dikasih Alat “Nyedot Air dari Udara”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Pemprov Dikasih Alat “Nyedot Air dari Udara”

Kalau biasanya air minum datang dari sumur, sungai, atau PDAM, yang satu ini beda level, langsung “dipanen” dari udara. Kedengarannya kayak teknologi masa depan, tapi ini sudah kejadian di Semarang.

T. Budianto
Last updated: Mei 5, 2026 5:08 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
AIR TOYAKU: Sekda Jateng, Sumarno meminum air dari ToyaKU, sebuah mesin yang mampu menghasilkan air dari udara buatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) di Kantor Gubernuran, Semarang, Selasa (5/5/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menerima hibah alat unik bernama ToyaKU dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Bukan dispenser biasa, alat ini bisa menghasilkan air minum langsung dari udara.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono kepada Sekda Jateng, Sumarno di Kantor Gubernuran, Semarang, Selasa (5/5/2026).  Yang bikin makin menarik, Sumarno langsung nyobain airnya di tempat. Hasilnya? “Segar, nggak beda sama air dari mata air,” katanya.

ToyaKU sendiri merupakan hasil riset mahasiswa Udinus yang dirancang untuk menghasilkan air siap minum tanpa bergantung pada sumber air konvensional seperti sumur atau jaringan PDAM.

Baca juga: Tekan Sampah MBG, Pemprov Gandeng Perguruan Tinggi

Timing-nya juga pas. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia berpotensi mengalami kemarau panjang mulai Juni. Artinya, kebutuhan air bersih bakal jadi isu serius di banyak daerah.

Sumarno berharap inovasi ini bisa jadi solusi alternatif, terutama buat wilayah yang sering kesulitan air saat musim kemarau. “Semoga alat seperti ini bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Kecerdasan Buatan

Di sisi lain, Pulung menjelaskan ToyaKU bukan sekadar alat biasa. Teknologi ini mengusung konsep Smart Atmosphere Water Federation, yang memanfaatkan udara sebagai sumber air dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).

Soal keamanan? Nggak perlu khawatir. Air hasil ToyaKU sudah diuji dan dinyatakan layak minum oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Saat ini, satu unit ToyaKU mampu memproduksi sekitar 8 liter air dalam 12 jam. Udinus juga sedang mengurus hak paten agar inovasi ini bisa dikembangkan lebih luas.

Baca juga: Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Pemprov Jateng sendiri berencana menempatkan alat ini di ruang publik, seperti co-working space dan area pelayanan masyarakat, supaya bisa langsung dimanfaatkan warga.

Kepala Biro Umum Setda Jateng, Laksono Dewanto menyebut, konsepnya mirip dispenser, tapi versi upgrade: bukan isi ulang galon, melainkan “mengolah udara jadi air”.

Dulu kita diajarin hemat air karena sumbernya terbatas. Sekarang, manusia mulai “minum udara”. Keren? Jelas. Tapi semoga ini bukan tanda kalau bumi kita sudah makin kepepet sampai air pun harus dicari di langit. (tebe)

You Might Also Like

Pecah Rekor! Lulusan JIDS Jadi Sopir Bus Perempuan Asing Pertama di Jepang

Kasta Kunthul dan Kambing Hiasi Program Pendidikan Dokter Spesialis Undip

Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

Cemburu Keras! Istri Potong Kemaluan Suami hingga Tewas

TAGGED:headlinepemprov jatengpemrov jatengpulung andonosekda jatengudinus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji menjelaskan kasus pencabulan di Pati, Selasa (5/5/2026). (bae) Kiai Ashari Cabuli 50 Santriwati, Kemenag Cabut Izin Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo
Next Article Aktivis BEM FH Undip cs mengirim amicus curiae ke MK. (ist) BEM FH Undip Kirim Amicus Curiae ke MK, Kritisi UU TNI yang Problematik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Audit Diprotes, Kades Hoho Siap Lawan Lewat Jalur Hukum

Seleksi Perangkat Desa Mandek, Bupati Banjarnegara Tahan Pengangkatan Perangkat Purwasaba

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

Aktivis BEM FH Undip cs mengirim amicus curiae ke MK. (ist)

BEM FH Undip Kirim Amicus Curiae ke MK, Kritisi UU TNI yang Problematik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi banjir dan longsor.
Info

Sedih! Korban Tewas Banjir Sumatera Terus Bertmbah, Tembus 631 Jiwa

Desember 2, 2025
Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis)
Politik

Setahun Prabowo-Gibran: PHK di Mana-mana, Buruh Makin Sengsara

Oktober 23, 2025
Sepak Bola

Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin

Januari 27, 2026
Ilustrasi tindak pidana korupsi.
Unik

Menguak Tabir Korupsi Pembangunan Perumahan Punsae Ungaran, Begini Modusnya

Mei 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Dikasih Alat “Nyedot Air dari Udara”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?