Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sukses Bertahan, COO PSIS Apresiasi Kerja Keras Tim
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Sukses Bertahan, COO PSIS Apresiasi Kerja Keras Tim

Dari sempat “nyungsep” di awal musim sampai akhirnya bisa bernapas lega di akhir. Perjalanan PSIS Semarang musim ini benar-benar kayak roller coaster tanpa rem.

T. Budianto
Last updated: Mei 5, 2026 4:00 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
COO PSIS, Fariz Julinar Maurisal. (Foto: Instagram)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang akhirnya lolos dari jeratan play-off degradasi dan memastikan diri tetap bertahan di Liga 2 musim depan. Hasil ini jadi penutup dari musim yang penuh tekanan dan drama.

COO PSIS, Fariz Julinar Maurisal menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi untuk seluruh elemen tim. Lewat unggahan Instagram pribadinya, ia menegaskan kalau perjuangan musim ini bukan hal yang mudah.

“Musim yang sangat berat bisa kita lalui bersama. Target bertahan di Liga 2 tidak mungkin tercapai tanpa kerja keras semua pihak,” tulisnya. Perjalanan tim berjuluk Mahesa Jenar ini memang jauh dari kata mulus. Setelah turun dari Liga 1 musim lalu, tekanan langsung terasa sejak awal kompetisi.

Baca juga: Promosi Dicanangkan, PSIS Siap “Bongkar Pasang” Tim

Bahkan, saat awal pengambilalihan klub oleh keluarga Fariz Julinar Maurisal, tim hanya mengoleksi dua poin. Situasi itu sempat bikin pesimistis banyak pihak.

Namun pelan tapi pasti, perubahan mulai kelihatan. Restrukturisasi manajemen, pembenahan tim, dan dukungan penuh dari berbagai lini bikin performa PSIS berangsur membaik. Hingga akhirnya, mereka mampu menutup musim dengan 23 poin, cukup lah untuk bertahan.

Perubahan Kepemilikan

Perubahan besar juga terjadi di level kepemilikan. Keluarga Fariz mengakuisisi mayoritas saham klub, termasuk dari Yoyok Sukawi dan Junianto, yang jadi titik balik arah manajemen PSIS. Meski performa tim belum sepenuhnya stabil, target utama musim ini tercapai: tetap bertahan di Liga 2.

Faktor lain yang nggak kalah penting adalah dukungan suporter. Di saat hasil di lapangan belum memuaskan, mereka tetap setia berdiri di belakang tim jadi “bensin” tambahan buat kebangkitan PSIS.

Baca juga: Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!

Kini, PSIS punya waktu buat evaluasi sebelum masuk musim 2026/2027. PR-nya jelas: bikin tim lebih konsisten dan nggak lagi flirting sama zona degradasi.

Musim ini, PSIS bukan sekadar main bola, tapi juga main drama bertahan hidup.

Lolos dari degradasi memang lega, tapi kalau tiap musim harus deg-degan kayak gini, mungkin yang butuh diperkuat bukan cuma lini belakang… tapi juga jantung suporternya. (tebe)

You Might Also Like

Antsipasi Kenaikan Harga, Pemkot Siapkan Operasi Senyap ke Pasar

Hari Jadi ke-479 Semarang, Kesenjangan Ekonomi Masih Mengintai

Bukan Cuma Bangun Jalan, TMMD Bikin Mangunsari Ikut Glow Up

Kecelakaan Kereta Api Kembali Terjadi, Lagi-lagi Dipicu Kendaraan Mogok di Tengah Rel

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

TAGGED:datu nova fatmawatifariz julinarheadlineMahesa JenarPSIS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”
Next Article Pabrik Rp1,1 T di Kendal Siap Serap Ribuan Warga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Audit Diprotes, Kades Hoho Siap Lawan Lewat Jalur Hukum

Seleksi Perangkat Desa Mandek, Bupati Banjarnegara Tahan Pengangkatan Perangkat Purwasaba

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

Aktivis BEM FH Undip cs mengirim amicus curiae ke MK. (ist)

BEM FH Undip Kirim Amicus Curiae ke MK, Kritisi UU TNI yang Problematik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BERI KETERANGAN: Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin memberikan keterangan dalam konfrensi pers, Minggu (14/9). (Foto: bae)
Hukum

LPSK Blusukan Cari Fakta Kematian Iko Unnes, Persilakan Publik Sumbang Informasi

September 15, 2025
Daerah

Agro Expo 2025: Pertanian di Semarang Nggak Cuma Soal Sawah, tapi Juga Inovasi Kekinian

September 13, 2025
Info

Tol Trans Jawa Masih Lengang tapi Polisi Udah Siaga

Desember 21, 2025
Daerah

Dana Rp25 Juta per RT, Kejari Semarang Siap Pasang Mata

Agustus 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sukses Bertahan, COO PSIS Apresiasi Kerja Keras Tim
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?