Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Ponpes Pati: Baru 1 Korban Lapor, Lainnya Masih Diam atau Dipaksa Diam?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kasus Ponpes Pati: Baru 1 Korban Lapor, Lainnya Masih Diam atau Dipaksa Diam?

T. Budianto
Last updated: Mei 5, 2026 1:41 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng, Ema Rachmawati. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng akhirnya buka posko aduan buat korban dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren di Kabupaten Pati. Langkah ini diambil buat mendorong korban lain berani angkat suara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng, Ema Rachmawati mengungkapkan, sampai saat ini baru satu korban yang melapor secara resmi. Posko sendiri sudah dibuka sejak Jumat lalu, bareng UPTD di Pati.

“Yang melapor baru satu. Kami buka posko untuk siapa pun yang pernah jadi korban agar bisa melapor,” jelasnya. Ema menduga, angka sebenarnya bisa jauh lebih banyak. Tapi banyak korban belum berani bicara, entah karena masih berada di lingkungan pondok, atau terikat relasi kuasa dengan pelaku.

Baca juga: Kasus Ponpes Pati Bikin Geram: Kemenag Minta Pelaku Dihukum Berat

Bahkan, sempat ada empat orang yang mengaku jadi korban, tapi kemudian menarik pengakuannya. Diduga kuat karena tekanan atau masih berada dalam lingkaran yang sama. “Ada yang sempat melapor lalu mencabut. Kemungkinan karena masih di lingkungan pondok,” ujarnya.

Sementara korban yang saat ini melapor diketahui sudah keluar dari lingkungan tersebut dan sudah bekerja. Keberanian muncul setelah ia menceritakan kejadian ke orang tuanya, yang kemudian melapor ke pihak berwenang.

Pemprov Jateng menegaskan bakal all out mendampingi korban. Mulai dari layanan psikologis, visum medis, sampai visum psikiatrikum untuk memperkuat proses hukum.

Pendampingan Penuh

“Kami dampingi penuh, termasuk koordinasi dengan Polda Jateng,” tegas Ema. Di sisi lain, upaya penelusuran korban lain juga terus dilakukan. Tapi lagi-lagi, banyak yang akhirnya mengingkari atau menarik pernyataan mereka.

Ema menyebut, salah satu faktor kuatnya adalah relasi kuasa di lingkungan pesantren. Ditambah lagi, modus pelaku yang diduga menggunakan dalih agama untuk memanipulasi korban. “Korban dibuat merasa ‘kotor’, lalu pelaku seolah-olah ‘membersihkan’. Itu yang bikin mereka diam bertahun-tahun,” ungkapnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov juga mulai dorong pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan pondok pesantren. Saat ini, satgas baru ada di tingkat provinsi dan belum menyentuh kabupaten/kota.

Baca juga: Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Pemprov juga menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan, untuk memperkuat penanganan kasus ini dan membuka ruang aman bagi korban.

Ema pun mengimbau siapa pun yang pernah mengalami atau mengetahui kasus serupa untuk segera melapor melalui posko yang tersedia.

Ketika satu korban berani bicara, itu bukan akhir, itu baru awal. Yang jadi pertanyaan, berapa banyak yang sebenarnya ingin bicara, tapi masih dikalahkan rasa takut? Di kasus seperti ini, diam bukan berarti tidak terjadi, kadang, itu tanda ada yang belum cukup aman untuk berkata jujur. (tebe)

You Might Also Like

Kasus Kucing Ditendang di Blora Resmi Naik Penyidikan

Dewan Pers Dukung Uji Materi UU Pers: Biar Wartawan Gak Lagi Was-Was Saat Liputan

Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang

Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

TAGGED:headlinepemprov jatengpolda jatengponpes pati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article OGAH PINDAH KLUB - Pelatih klub Como 1907, yang berlaga di Serie A Liga Italia, Cesc Fabergas. Fabregas Bebas Bangun ‘Kerajaan’ di Como, Pantesan Ogah Pindah dari Klub Keluarga Djarum
Next Article Palang Sudah Turun, Gas Masih Naik: Drama Harian di Perlintasan Jrakah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Penuntut umum Kejari Kota Semarang sedang memeriksa tersangka dan berias perkara kasus pajak. (ist)
Hukum

Kemplang Pajak Rp5,2 Miliar, Direktur Perusahaan Solar di Semarang Ditahan Kejaksaan

April 17, 2026
Ekonomi

Pemprov Panen Udang di Lahan Terbatas, Ini Teknologinya

Juli 6, 2026
Nasional

Setelah Drama Panjang, PWI Akhirnya “Unblock” di Kemenkumham

September 12, 2025
DaerahOlahraga

Fahmi Kampiun Ceqiu 10 Ball Tournament

Januari 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Ponpes Pati: Baru 1 Korban Lapor, Lainnya Masih Diam atau Dipaksa Diam?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?