BACAAJA, JOGJA – Kasus dugaan kekerasan anak di sebuah daycare di Yogyakarta yang viral di media sosial bikin banyak pihak angkat suara. Salah satunya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang langsung menyatakan siap ikut mengawal penanganan kasus ini.
Nggak main-main, IDAI bakal terlibat dari sisi medis sampai siap jadi saksi ahli kalau kasusnya masuk ke meja hijau.
Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan kalau proses hukum sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian. Sementara IDAI fokus di pendampingan korban.
Bacaaja: Indonesia Masuk 2 Besar Kasus Campak Tertinggi Dunia, IDAI: Jangan Tunda Imunisasi Anak
Bacaaja: Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja
“Ranah hukum biar polisi. Kami di sini bantu orang tua pasien, terutama untuk pemulihan pascatrauma. Kalau dibutuhkan, kami siap jadi saksi ahli di pengadilan,” jelasnya.
Fokus utama saat ini? Pemulihan kondisi anak. Karena dampak kekerasan nggak cuma fisik, tapi juga bisa nempel lama di mental dan tumbuh kembang mereka.
Hal ini juga ditegaskan Fitri Hartanto. Menurutnya, penanganan kasus seperti ini nggak bisa sendirian—harus pakai tim lintas disiplin.
“Kasus kekerasan anak itu ditangani tim. Ada dokter anak, psikolog, psikiater, tenaga kesehatan lain. Semua harus terlibat biar penanganannya maksimal,” ujarnya.
Saat ini, tim tumbuh kembang IDAI cabang Yogyakarta juga sudah bergerak buat memantau kondisi korban secara langsung. Pendekatannya dibuat terpadu, biar pemulihan anak bisa berjalan optimal, baik secara fisik maupun psikologis.
Kasus ini jadi pengingat keras: keamanan anak di tempat penitipan bukan hal sepele. Dan ketika terjadi sesuatu, penanganannya juga harus serius, cepat, dan menyeluruh. (*)

