Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswi SMP Dibakar Paman, Pemkot “Gercep” Turun Tangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Siswi SMP Dibakar Paman, Pemkot “Gercep” Turun Tangan

Kadang realita lebih kejam dari berita kriminal di TV. Seorang siswi SMP di Semarang harus ngalamin hal yang nggak kebayang, dibakar oleh orang terdekatnya sendiri. Di tengah situasi yang bikin miris itu, Pemkot Semarang langsung tancap gas buat memastikan korban nggak sendirian menghadapi semuanya.

T. Budianto
Last updated: April 22, 2026 7:01 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
DAMPINGI KORBAN: Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih (kiri) melakukan pendampingan korban kekerasan terhadap anak di Tambakmulyo, Semarang Utara, Rabu (22/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang bergerak cepat menangani kasus tragis yang menimpa siswi kelas 2 SMP berinisial T, korban pembakaran oleh pamannya sendiri di kawasan Tambakmulyo, Semarang Utara.

Atas arahan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, jajaran kecamatan langsung turun tangan. Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih bersama pihak kelurahan langsung koordinasi lintas instansi, mulai dari DP3A, Dinas Sosial, hingga Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN).

Baca juga: Miris, Ratusan Perempuan dan Anak di Jateng Alami Kekerasan pada 2025

Langkah ini diambil buat memastikan korban dapat perlindungan maksimal sekaligus penanganan medis yang layak, apalagi sebelumnya sempat ada kendala biaya pengobatan.

“Kami langsung lakukan atensi dan intervensi. Karena korban masih di bawah umur, kami koordinasi dengan DP3A untuk perlindungan perempuan dan anak,” ujar Siwi, Rabu (22/4/2026).

Pendampingan Intensif

Proses penanganan diawali dengan pendampingan intensif dan asesmen kondisi korban bersama DP3A. Diketahui, sebelumnya korban sempat dibawa ke rumah sakit swasta, tapi akhirnya dipulangkan karena keterbatasan biaya.

Melihat kondisi tersebut, pihak kecamatan bersama DP3A langsung mengambil langkah cepat dengan merujuk korban ke RSWN agar bisa mendapat perawatan lebih intensif.

“Karena tidak bisa di-cover BPJS di rumah sakit sebelumnya, akhirnya kita bantu dan kirim ke RSWN untuk pengobatan lebih lanjut,” jelasnya. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen, terutama di bagian lengan kanan hingga punggung. Kondisi ini cukup serius dan rentan infeksi, sehingga butuh penanganan medis ekstra.

Baca juga: Aniaya Anak Sambil Rekam, Ayah Kandung Bejat Diciduk Polisi

Selain perawatan medis, Dinas Sosial juga turun tangan dengan memberikan bantuan logistik berupa sembako untuk membantu keluarga korban selama masa pemulihan.

Di saat seharusnya rumah jadi tempat paling aman, justru jadi sumber luka paling dalam. Negara boleh gercep setelah kejadian, tapi pertanyaan yang nggak kalah penting: kenapa rasa aman di dalam rumah masih sering kalah cepat dibanding datangnya tragedi? (tebe)

You Might Also Like

Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan

Banjir Kembali Terjang Mangkang Kulon

Nataru Bikin Bandara Ahmad Yani Full Senyum

Harga Plastik Naik hingga 50 Persen, Pedagang Kecil di Semarang Kelimpungan

Abhirama Ranggawarsita 2026: Saat Pangan Bercerita Lewat Linimasa

TAGGED:agustina wilujengkekerasan anakpemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ziarah ke Makam Kartini: Perempuan Nggak Cukup Pintar, Harus Punya Arah
Next Article Baru April, Jateng Sudah Didera 162 Bencana

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EMAS HIJAU - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang sering disebut sebagai 'emas hijau', karena tingginya nilai ekonomisnya.

APTI Kawal Ketat Janji Pemerintah Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

APPSI Yakin Sudaryono Mampu Benahi Program MBG

Mahasiswa Sentil Ketimpangan Fasilitas Madrasah di Jateng

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Terungkap Alasan Sebenarnya Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah: Takut Lumpuh!

Tanam Kopi 12 Tahun, Petani Dayunan Malah Dituduh Kuasai Lahan Orang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Menkeu Purbaya Ogah Ikut Campur Utang Whoosh: Biarin Aja!

Oktober 27, 2025
Hukum

Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK

Maret 13, 2026
Politik

Gerindra Pati Ikut Tekan Bupati Sudewo, Usul Pemecatan Naik ke Pusat

September 20, 2025
Info

Curug Gondoriyo Masih Ada, Tapi Pengunjungnya Kemana?

Desember 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswi SMP Dibakar Paman, Pemkot “Gercep” Turun Tangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?