Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pantura Lumpuh, 15 Km Macet di Genangan Sayung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pantura Lumpuh, 15 Km Macet di Genangan Sayung

Dari arah Demak menuju Semarang, kendaraan nyaris tak bergerak. Air setinggi lutut orang dewasa membuat mobil kecil dan motor tak berani nekat. Sementara sopir truk memilih bertahan di bahu jalan, menahan lelah dan lapar di bawah terik matahari yang muncul sebentar-sebentar.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 24, 2025 10:48 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi Banjir.
SHARE

BACAAJA, DEMAK – Banjir lagi-lagi jadi cerita rutin di jalur Pantura. Kamis (23/10/2025) siang, air meluap di kawasan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sampai bikin arus lalu lintas benar-benar lumpuh total. Jalan nasional itu seolah menyerah di hadapan genangan.

Kemacetan mengular hingga 15 kilometer, membuat ribuan kendaraan—terutama truk-truk besar—terjebak tanpa daya. Banyak sopir memilih matikan mesin, pasrah menunggu air surut yang entah kapan datangnya.

Dari arah Demak menuju Semarang, kendaraan nyaris tak bergerak. Air setinggi lutut orang dewasa membuat mobil kecil dan motor tak berani nekat. Sementara sopir truk memilih bertahan di bahu jalan, menahan lelah dan lapar di bawah terik matahari yang muncul sebentar-sebentar.

Salah satu sopir, Sunarko, warga Jepara, sudah terjebak sejak Rabu malam. Ia seharusnya membawa muatan menuju Weleri, Kendal, tapi sejak pukul 23.00 tak ada jalan keluar.
“Udah dari jam 11 malam mas, nggak gerak sama sekali. Solar udah habis, uang saku juga menipis. Sekarang ya cuma bisa irit-irit,” ucapnya, sambil duduk di atas ban truknya yang setengah terendam.

Dampaknya bukan cuma di jalan. Aktivitas ekonomi ikut tersendat karena jalur Pantura ini jadi urat nadi penghubung Surabaya–Semarang–Jakarta. Barang logistik, sembako, hingga bahan bangunan ikut tertahan.

Kasatlantas Polres Demak, AKP Thoriq, mengatakan sejak pagi pihaknya sudah menurunkan personel untuk bantu pengaturan lalu lintas. Beberapa mobil mogok di tengah genangan, sebagian lagi harus ditarik keluar agar tak menambah macet.

“Kemacetan panjang banget sampai Demak Kota. Kita udah koordinasi sama Polres Kudus, Pati, Grobogan, sama Polresta Semarang buat nyiapin jalur alternatif,” terang AKP Thoriq.

Ia menambahkan, ketinggian air di titik terparah Sayung mencapai lebih dari 50 sentimeter, bahkan lebih tinggi dari malam sebelumnya. “Mobil kecil udah nggak bisa lewat, kendaraan besar pun banyak yang mogok,” tambahnya.

Banjir kali ini terbilang lebih parah. Dari pantauan lapangan, genangan membentang hampir satu kilometer panjangnya. Warga sekitar sampai harus memindahkan barang-barang dari rumah ke tempat lebih tinggi.

Hujan deras yang mengguyur empat hari berturut-turut jadi penyebab utama. Tapi warga bilang, bukan cuma hujan—air kiriman dari wilayah atas dan saluran drainase yang mampet bikin air sulit surut.

“Kalau udah musim hujan gini, ya udah bisa ditebak. Sayung pasti kebanjiran,” ujar Siti, warga sekitar, sambil menimba air dari depan warungnya.

Bagi warga maupun pengguna jalan, ini bukan hal baru. Setiap tahun, cerita genangan dan kemacetan di Pantura Sayung selalu berulang, hanya tanggal dan tingginya air yang berganti.

Ironisnya, meski jalur ini termasuk urat vital nasional, penanganan banjir di Sayung masih dianggap seadanya. Perbaikan drainase belum tuntas, tanggul sementara pun sering jebol.

“Katanya mau dibikin jalan tol yang lebih tinggi, tapi entah kapan. Sementara kami tiap tahun begini terus,” kata Sunarko, lagi-lagi hanya bisa pasrah.

Sejumlah warga berharap ada solusi jangka panjang, bukan cuma tambal sulam setiap kali air naik. Mereka menginginkan jalan yang bisa bertahan meski hujan mengguyur berhari-hari.

Beberapa truk yang nekat menerobos malah berakhir mogok di tengah jalan. Para sopir akhirnya saling bantu dorong atau tarik kendaraan dengan tali seadanya.

Sementara sebagian pengendara mobil pribadi memilih putar balik ke arah Kudus, mencari jalan alternatif meski harus menambah jarak puluhan kilometer.

Bagi penduduk lokal, genangan ini sudah seperti tamu musiman yang tak diundang. Datang tiba-tiba, pergi tanpa janji, dan selalu meninggalkan lumpur serta kerugian.

“Kalau air udah surut, jalanan rusak parah, lubang di mana-mana. Nanti diperbaiki, terus hujan datang, rusak lagi. Muter terus,” keluh Siti.

Pantura Sayung kini benar-benar lumpuh. Sementara itu, posko darurat mulai didirikan oleh petugas gabungan untuk bantu warga dan pengguna jalan yang kelelahan.

Banjir yang melumpuhkan jalur nasional ini jadi pengingat betapa rapuhnya infrastruktur kita di hadapan alam. Sayung bukan cuma soal air yang tumpah, tapi juga kisah klasik tentang janji perbaikan yang tak kunjung nyata.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, genangan ini pun mungkin akan surut—tapi ceritanya, akan terus berulang. (*)

You Might Also Like

10 Pengemudi Profesional Indonesia Diberangkatkan ke Jepang, LPK Hiro: Peluang Kerja Menjanjikan

Puluhan Rumah di Sragen Mulai Dibedah, Bupati Turun Langsung Pantau Proyek Desa Bebas RTLH

Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Titip Salam ke Saiful: “Assalamualaikum, Salam Buat Gus Ipul Ya”

Ratusan Warga Pati Jalan Kaki dari Alun-alun ke Kantor Pos: Surati KPK, Jangan Masuk Angin!

ASN Pemkot Solo Trila WFA, Respati Janji Awasi Kinerja Secara Ketat

TAGGED:banjirdemakmacet 15 kmpantura
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Eks Pelatnas Balas Dendam Manis, Hera Bawa Emas buat Jateng
Next Article Paspor Malaysia Geser AS, Dunia Kaget Nih!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Naufal Sebastian, perwakilan tim yang ditunjuk keluarga almarhum Iko untuk berbicara di media. (bae)
Daerah

Misteri Kematian Iko, Sempat Pamit Jemput Teman yang Ditahan Polda Jateng

September 2, 2025
Olahraga

Dilepas Presiden, Atlet Langsung Mode Menggila

Desember 25, 2025
Tim DVI Biddokkes Polda Jateng mengambil sampel DNA di Karanganyar, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. Polda Jateng.
Info

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros: DVI Polda Jateng Ambil Sampel DNA Keluarga Korban di Karanganyar

Januari 19, 2026
Hukum

Posting Hina Nyepi, WNA Swiss Langsung Kena Proses Hukum

Maret 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pantura Lumpuh, 15 Km Macet di Genangan Sayung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?