Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Usik Toraja, Pandji Kena Denda Kerbau Sebanyak Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Usik Toraja, Pandji Kena Denda Kerbau Sebanyak Ini

Dalam materi itu, Pandji menggambarkan bahwa tradisi adat tersebut membuat masyarakat Toraja jatuh miskin karena biayanya tinggi. Candaan itu pun dianggap menyinggung dan merendahkan budaya setempat.

Nugroho P.
Last updated: November 5, 2025 4:07 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Komika Pandji Pragiwaksono
SHARE

Nama Pandji Pragiwaksono lagi-lagi naik ke permukaan, tapi kali ini bukan karena tur stand up-nya, melainkan karena candaan lamanya yang bikin gaduh.

Video lawas dari tahun 2013 kembali muncul di media sosial, memperlihatkan Pandji melontarkan lelucon soal adat pemakaman Rambu Solo’ di Toraja.

Dalam materi itu, Pandji menggambarkan bahwa tradisi adat tersebut membuat masyarakat Toraja jatuh miskin karena biayanya tinggi. Candaan itu pun dianggap menyinggung dan merendahkan budaya setempat.

Tak butuh waktu lama, reaksi pun bermunculan. Sejumlah komunitas adat Toraja menilai lelucon itu kelewat batas dan menuntut Pandji menjalani sanksi adat berupa denda 50 ekor kerbau.

Video berdurasi beberapa menit itu viral di berbagai platform, dengan potongan kalimat Pandji yang dianggap tidak menghargai makna spiritual di balik Rambu Solo’.

Bagi masyarakat Toraja, Rambu Solo’ bukan sekadar upacara pemakaman. Ia adalah simbol penghormatan tertinggi kepada orang yang meninggal, menggabungkan nilai budaya, spiritualitas, dan rasa kekeluargaan yang mendalam.

Aliansi masyarakat Toraja, termasuk Pemuda Toraja Indonesia (PTI) dan PMTI, langsung buka suara. Mereka menilai permintaan maaf saja tidak cukup tanpa ada proses penyelesaian adat.

Di tengah ramainya kritik, Pandji akhirnya menulis permintaan maaf terbuka lewat akun Instagram pribadinya pada Selasa (4/11/2025).

Dalam unggahan itu, Pandji mengaku menyesal dan siap menjalani konsekuensi, baik dari sisi hukum adat maupun hukum negara.

Ia juga bercerita bahwa dirinya sudah berbicara langsung dengan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi. Dari percakapan itu, Pandji mengaku banyak belajar soal kedalaman nilai budaya Toraja.

“Dari obrolan itu, saya sadar kalau lelucon saya dulu itu ignorant — kurang pengetahuan dan empati. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan terluka,” tulisnya.

Pandji juga menyebut bahwa Rukka bersedia menjadi jembatan agar dirinya bisa bertemu langsung dengan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.

Namun, jika pertemuan itu tidak memungkinkan, Pandji mengaku akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia.

Bicara soal Pandji, publik mengenalnya bukan cuma sebagai komika, tapi juga aktor, penulis, presenter, hingga rapper. Pria kelahiran 18 Juni 1979 ini sudah wara-wiri di dunia hiburan sejak awal 2000-an.

Kariernya dimulai dari penyiar radio di Bandung sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta dan dikenal sebagai pembawa acara di berbagai program televisi.

Namanya kian melejit sejak tampil di panggung Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Pandji bahkan sempat tur keliling belasan kota di Indonesia dan sejumlah negara membawa materi stand up-nya.

Selain itu, ia juga punya kanal YouTube aktif sejak 2009 yang banyak membahas politik, isu sosial, sampai tren yang lagi panas.

Tak berhenti di situ, Pandji juga terjun ke dunia musik rap dan main di sejumlah film layar lebar seperti Comic 8, Ayat-ayat Cinta 2, hingga Rudy Habibie.

Namun kali ini, sorotan publik bukan karena prestasinya di dunia hiburan, melainkan karena masalah sensitivitas budaya.

Banyak pihak menilai insiden ini bisa jadi pelajaran penting bagi para pelaku industri hiburan: bahwa budaya bukan bahan candaan sembarangan.

Beberapa warganet juga mengingatkan bahwa komedi seharusnya menghibur tanpa melukai. “Lucu gak harus nginjek identitas orang,” tulis seorang pengguna X.

Meski sudah meminta maaf, kasus ini tampaknya belum benar-benar usai. Proses adat dan dialog masih terus diupayakan agar semua pihak bisa menemukan titik damai.

Pandji sendiri kini memilih untuk lebih berhati-hati dalam memilih materi, terutama yang menyentuh isu budaya dan kepercayaan.

Kalimat terakhir di unggahan maafnya cukup reflektif: “Saya belajar banyak. Kadang niat menghibur malah bikin orang sakit hati. Dan itu harus jadi pengingat buat saya ke depan.” (*)

You Might Also Like

Akhir Manis Kasus Sritex, Beny Sujud Syukur di Depan Hakim setelah Vonis Bebas

Nggak Ngotak, Penipuan dan Cuci Uang Bermodus Bisnis Sarang Walet Bikin Rugi Rp78 M

Judol Picu Tragedi Berdarah di Boyolali

Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani

Korupsi BUMD Cilacap: Main Paling Dalam, Hukuman Paling Lama

TAGGED:adat torajadenda adatkerbauPandji PragiwaksonoToraja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jadi Sopir Gaji Rp116 Juta Per Bulan Mau?
Next Article Kembang Mangsan dan Panggung yang Tak Mau Padam di Era Digital

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Alissa Wahid (kanan) dan eks-Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, berdialog tentang Prahara Agustus yang menimbulkan korban di berbagai daerah. (bae)
Hukum

Alissa Wahid Tantang Polisi Buka CCTV: Biar Kasus Kematian Iko Unnes Terang Benderang

September 11, 2025
JAMIN KEAMANAN KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajarah, Wakil Rektor I, Imam Yahya, dan Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim, menggelar jumpa pers, Jum'at (8/5/2026). Mereka memastikan keamanan korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen. (dul)
Hukum

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Mei 9, 2026
Hukum

Aliran Duit Misterius Terkuak, Pansus Haji Diduga Diincar

April 14, 2026
Hukum

OTT Sudewo: Jabatan Desa Diduga Pakai Price List

Januari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Usik Toraja, Pandji Kena Denda Kerbau Sebanyak Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?