Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar

Kalau biasanya THR itu ditunggu-tunggu, di Cilacap malah jadi cerita lain, diduga ada yang “narik” setoran buat dibagi-bagi. Kasusnya kini makin melebar, KPK mulai panggil pejabat satu per satu.

T. Budianto
Last updated: April 13, 2026 9:43 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DIKAWAL PETUGAS: Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman bersama Sekda Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono dikawal menuju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pertengahan Maret lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, CILACAP- Kasus dugaan pemerasan yang menyeret eks Bupati Syamsul Auliya Rachman makin panas. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh pejabat Pemkab Cilacap untuk diperiksa sebagai saksi.

Pemeriksaan dilakukan di Polresta Cilacap, Senin (13/4/2026).  Juru bicara KPK, Budi Prasetyo menyebut, pemanggilan ini bagian dari penyidikan dugaan pemerasan dan penerimaan uang di lingkungan Pemkab Cilacap.

Tujuh pejabat yang dipanggil berasal dari berbagai instansi, mulai dari kepala dinas, inspektorat, hingga pejabat BPBD dan rumah sakit daerah. Mereka dimintai keterangan untuk mengurai aliran dana yang diduga berkaitan dengan kasus ini.

Mereka adalah Taryo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap, Afif Junisetyaji (ASN/pegawai Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kab Cilacap), dan Kelly Kusdiwiyanto (dokter RSUD Cilacap/ Plt Direktur RSUD Cilacap September 2025-Februari 2026).

Baca juga: OTT Bupati Cilacap, Pemprov: Era Pengepul Jabatan Harus Tamat

Selain itu, ada Aris Munandar (Inspektur Daerah Kabupaten Cilacap), Achmad Fauzi (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap), Purwanto Kurniawan (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cilacap) serta Jarot Prasojo (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cilacap).

Kasus ini sendiri sebelumnya sudah menetapkan Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap, Sadmoko Danardono, sebagai tersangka. Keduanya diduga “meminta” setoran dari jajaran pejabat dengan dalih THR menjelang Lebaran.

OTT KPK

Nggak main-main, dalam operasi tangkap tangan (OTT), KPK menyita uang sekitar Rp610 juta. Fakta yang lebih bikin geleng kepala, uang itu disebut-sebut dikemas dalam goodie bag dengan nominal berbeda-beda, mulai dari Rp20 juta sampai Rp100 juta per kantong.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa ada target setoran yang dipasang. “Targetnya sampai Rp750 juta,” ujarnya. Dalam praktiknya, tiap satuan kerja diminta setor antara Rp75 juta hingga Rp100 juta.

Baca juga: KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Pemkab Cilacap, Berkas Dibawa Keluar

Padahal, jumlah setoran yang masuk ternyata variatif, mulai dari Rp3 juta sampai Rp100 juta per instansi. Dengan jumlah perangkat daerah yang cukup banyak di Cilacap, termasuk dinas, RSUD, hingga puskesmas.

Potensi total dana yang terkumpul pun nggak kecil. Kini, KPK terus mendalami peran masing-masing pihak, termasuk apakah ada tekanan sistematis dalam pengumpulan dana tersebut.

Kalau THR biasanya bikin senyum lebar, yang ini malah bikin dahi berkerut. Bedanya tipis: satu “Tunjangan Hari Raya”, yang satu lagi “Target Harus Rapi”. (tebe)

You Might Also Like

Ini Cara Pemkot Bujuk Bocil Suka Makan Ikan

Agustina Ajak Warga Lindungi Pesisir Semarang

Rencana Gelar Pahlawan Soeharto, Aktivis: Pengkhianatan Reformasi

Wajah Rusak Setelah Treatmen Kecantikan? Peradi SAI Tegaskan Korban Bisa Gugat Klinik

Darurat Degradasi, PSIS Borong 12 Pemain

TAGGED:headlineKPKott bupati cilacappemkab cilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Aksi “Nuthuk” di Kota Lama Viral, Tiga Jukir Liar Diamankan
Next Article Petugas Dishub Semarang berjaga di tepi jalan kawasan BSB, mengahalau truk besar yang hendak menuju Jl. Prof Hamka, Ngaliyan, Senin (13/4/2026). Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kursi Roda Tawaf Jadi Ladang Duit Dadakan Oknum Nakal, Sampai Segini Tarifnya

NILAI TUKAR RUPIAH - Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Rupiah Semakin Tertekan! Sempat Tembus Rp17.949 per Dolar Amerika Serikat

Chat Om Palsu Bikin Titik MBG Dijual Mahal, Okky Kantongi Uang Segini

Pelaminan Banyumas Mendadak Jadi Arena Sapi Ngamuk Tengah Malam

Belajar Iklim Nggak Harus Nunggu Bumi Makin Panas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

April 25, 2026
Daerah

Ratusan ASN Semarang Diajak Move On dari Trauma Korupsi

April 10, 2026
Olahraga

Siwo Award 2025, Panas Sejak Awal

Januari 6, 2026
Ganjar Pranowo menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda.
Info

Pesan Tegas Ganjar Pranowo: Jangan Takut Bersuara, Akal Sehat Harus Tetap Terjaga!

April 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?