Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: WR III UIN Walisongo: Soal Merger Ormawa, Tunggu Pejabat Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

WR III UIN Walisongo: Soal Merger Ormawa, Tunggu Pejabat Baru

Polemik di organisasi mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo lagi panas, tapi kampus malah kasih jawaban santai: “tunggu dulu.” Wakil Rektor III ngaku posisinya udah di ujung masa jabatan, jadi pernyataan besar soal Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3814 tahun 2024 di-hold dulu.

T. Budianto
Last updated: April 4, 2026 11:06 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Polemik seputar Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3814 tahun 2024 terus menuai beragam respons, baik dari mahasiswa maupun pihak kampus UI Walisongo Semarang.

Menanggapi isu tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Walisongo, Hasan Asy’ari Ulama’i memberikan tanggapan singkat namun menunjukkan bahwa situasi saat ini masih dalam masa transisi kepemimpinan.

Baca juga: Merger Jalan, Kaderisasi Jalan di Tempat: Persma UIN Walisongo Mulai Sepi Peminat

Ia menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah beberapa kali memberikan penjelasan resmi kepada media melalui bagian kemahasiswaan. “Ke bagian kemahasiswaan saja. Saya sudah berulang kali memberikan rilis ke media soal ini,” ujarnya saat di konfirmasi via WhatsApp, Jum’at (3/4/2026).

Dirinya menegaskan bahwa posisinya saat ini sudah mendekati akhir masa jabatan. Dalam waktu dekat, tepatnya sekitar 7 atau 8 April 2026, akan ada pejabat baru yang menggantikan posisinya. Kondisi ini, menurutnya, membuat kebijakan yang diambil saat ini perlu mempertimbangkan kesinambungan dengan kepemimpinan berikutnya.

“Saat ini saya sudah di ujung jabatan, dan sebentar lagi akan ada pejabat baru. Saya khawatir nanti ada kebijakan baru yang berbeda dengan era sebelumnya,” jelasnya.

Hindari Perbedaan

Ia juga mengisyaratkan bahwa untuk menghindari perbedaan arah kebijakan, sebaiknya publik menunggu keputusan dari pejabat yang akan datang. “Ditunggu saja pejabat baru supaya tidak berbeda-beda,” tambahnya.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa di tingkat pimpinan kampus, respons terhadap kebijakan Dirjen Pendis masih berada dalam fase penyesuaian. Pergantian kepemimpinan menjadi faktor penting yang turut memengaruhi arah kebijakan organisasi kemahasiswaan ke depan.

Baca juga: Dampak Merger 9 LPM, Persma UIN Walisongo Keluhkan Hilangnya Identitas

Di tengah ketidakpastian tersebut, mahasiswa dan organisasi kampus kini berada dalam posisi menunggu kejelasan, sembari tetap beradaptasi dengan perubahan yang sedang berlangsung.

Kebijakan belum jelas, pejabat lama hampir selesai, yang baru belum mulai. Akhirnya semua disuruh nunggu, seolah-olah masalah bisa ikut cuti sampai pimpinan baru datang. (dul)

You Might Also Like

Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

BGN Kembalikan Rp 70 Triliun Dana MBG, DPR dan Menkeu Beri Tanggapan Berbeda

Menhaj Gus Irfan: Calhaj Wajib Sehat, Gak Lolos Tes Kesehatan Bisa Dipulangkan

Bikin Bule AS Klepek-klepek, Mantan Artis Indonesia Terseret Love Scamming Rp41 Miliar

Tawuran Viral, 20 Siswa Langsung Dipulangkan

TAGGED:keputusan dirjen pendisormawauin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Api melahap ruang lab SMK 5 Semarang. (ist) SMKN 5 Semarang Terbakar, Seluruh Peralatan Praktik Siswa Ludes
Next Article Polda Jateng Bongkar Praktik Oplos Elpiji Subsidi Beromzet Miliaran

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.
Hukum

Masih Ingat Dias, Dosen Unissula Ribut dengan Dokter? PN Semarang Jatuhkan Denda Rp8 Juta

Februari 9, 2026
Info

Surat Penghentian Pendataan SPPG Beredar, Kejati Jateng: “Kami Cek Dulu”

Juli 15, 2026
Info

1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Juni 1, 2026
Info

Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal

Maret 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: WR III UIN Walisongo: Soal Merger Ormawa, Tunggu Pejabat Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?