Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Selama ini aset daerah sering cuma jadi “pajangan” aja, tapi nggak ngasih cuan maksimal. Nah, Jateng punya cara beda: aset diputar biar jadi sumber duit. Hasilnya? Bikin daerah lain kepo dan pengen nyontek.

T. Budianto
Last updated: Maret 28, 2026 11:10 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SERAHKAN CENDERA MATA: Kabid Pengendalian dan Evaluasi Bapenda Jateng, Lilik Henry Ristanto menyerahkan cendera mata kepada perwakilan Pansus I DPRD Kalsel saat kunker ke Semarang, Jumat (27/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Strategi pengelolaan aset milik Bapenda Provinsi Jawa Tengah sukses menarik perhatian DPRD Kalimantan Selatan. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kalsel ke Semarang, Jumat (27/3/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari studi komparasi untuk membahas perubahan regulasi pajak dan retribusi daerah. Fokus utamanya: gimana caranya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa cuma mengandalkan pajak.

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Muhamad Yani Helmi terang-terangan mengaku tertarik dengan pendekatan Jateng, terutama soal memaksimalkan aset yang sudah ada. “Yang menarik itu pemanfaatan aset. Tanah dan bangunan punya potensi besar kalau dikelola dengan benar,” ujarnya.

Baca juga: Bos Baru Bank Jateng Resmi Dilantik, Gubernur: Aset Sudah Tembus Rp100 Triliun, Gas Terus!

Menurut Helmi, konsep ini sangat mungkin diterapkan di Kalimantan Selatan. Bahkan, ia menyinggung contoh konkret yang selama ini mungkin “terlewat”: gedung sekolah.

Bayangin aja, gedung SMA atau SMK yang biasanya kosong di luar jam belajar bisa disewakan buat acara, mulai dari kegiatan masyarakat sampai resepsi pernikahan.

“Kalau satu gedung bisa disewa dua-tiga kali sebulan, nilainya lumayan banget. Apalagi kalau lokasinya di jalan protokol,” jelasnya. Artinya, aset yang tadinya “diam” bisa berubah jadi sumber pemasukan rutin tanpa harus bangun dari nol.

Optimalisasi Pendapatan

Sementara itu, dari pihak Jateng, Kabid Pengendalian dan Evaluasi Bapenda, Lilik Henry Ristanto menegaskan, peningkatan PAD memang nggak melulu soal pajak.

“Optimalisasi pendapatan itu juga soal kepatuhan dan pelayanan. Pajak penting, tapi pengelolaan aset juga nggak kalah strategis,” katanya. Pertemuan ini juga jadi ajang tukar pengalaman antar daerah.

Baca juga: Urusan Pajak, Jateng Naik Podium Nasional

Kedua pihak sepakat bahwa pengelolaan keuangan daerah ke depan harus lebih kreatif, adaptif, dan berkelanjutan. Harapannya, hasil diskusi ini nggak berhenti di ruang rapat, tapi benar-benar diimplementasikan, baik di Jateng maupun Kalsel.

Di saat banyak aset daerah cuma jadi bangunan sepi yang nunggu anggaran perawatan, ada juga yang mulai “disuruh kerja” buat nambah pemasukan. Karena ya… di zaman sekarang, yang nggak produktif bukan cuma orang, aset juga bisa kena evaluasi. (tebe)

You Might Also Like

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Banjir Bandang Sumatera, Delapan Perusahaan Dijatuhi Sanksi

Demo May Day Semarang, Buruh Perempuan Tuntut Fasilitas Daycare hingga Cuti Haid

Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman

Tokoh Agama Kecipratan Duit Korupsi PT CSA Cilacap Rp237 Miliar: Haram di Bibir, Halal di Rekening?

TAGGED:aset daerahDPRD Kalselheadlinekunkerpemprov jatengpemprov kalsel
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran
Next Article Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua

Desember 28, 2025
Nyala lilin solidaritas mahasiswa UIN Walisongo Semarang.
Info

Nyala Lilin, Doa Bersama dan Salat Gaib untuk Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

November 5, 2025
Daerah

Dari Aduan Sampai Antrean RS, Semua Bisa Lewat JNN Pemprov Jateng

September 30, 2025
Info

Super Flu Lagi Viral, Imun Kita Nggak Sepolos Itu

Januari 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?