BACAAJA, SEMARANG – Kasus tragis terjadi di Semarang ketika seorang bocah 12 tahun nekat pesan bahan peledak seberat 1 kilogram lewat TikTok Shop dengan harga Rp300 ribu buat rencana bikin mercon. Demi nutupin aksinya, bocah berinisial T itu sempat ngebohongin neneknya dengan bilang paket tersebut isinya minyak goreng, hingga akhirnya sang nenek yang membayar pesanan dengan sistem COD tanpa curiga. Namun nahas, sebelum sempat dirakit, bahan peledak itu justru meledak dini hari dan menewaskan keponakannya G (9) serta melukai empat anggota keluarga lain.
Pihak kepolisian dari Polrestabes Semarang langsung turun tangan menangani kasus ini, mengingat pelaku dan korban masih di bawah umur. Penanganan pun melibatkan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), sementara sejumlah saksi mulai dari keluarga hingga tetangga sudah dimintai keterangan. Polisi juga memastikan akan mendalami peran pihak lain, termasuk bagaimana bahan berbahaya itu bisa sampai ke tangan anak-anak.
Kapolrestabes M Syahduddi menyebut tim siber ikut dilibatkan buat menelusuri asal-usul penjual bahan peledak tersebut di platform online. Penyelidikan ini penting untuk mengungkap rantai distribusi hingga kemungkinan adanya pelanggaran dalam penjualan barang berbahaya secara bebas. Apalagi, transaksi dilakukan dengan mudah dan tanpa pengawasan ketat.
Sementara itu, T yang diketahui sebagai pemesan bahan peledak kini berpotensi ditetapkan sebagai tersangka, meski usianya masih anak-anak. Polisi masih mengkaji langkah hukum yang tepat sambil mempertimbangkan aspek perlindungan anak. Fakta bahwa T selamat karena tidak berada di lokasi saat ledakan terjadi juga menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan.
Peristiwa ini jadi pengingat keras soal bahaya bahan peledak yang dijual bebas tanpa kontrol. Di sisi lain, peran orang tua dan keluarga juga kembali disorot, terutama dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Kasus ini pun membuka diskusi lebih luas soal keamanan transaksi online dan perlindungan anak dari akses barang berisiko tinggi. (*)


