Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ini Cara Komunitas Pariwisata Semarang Bikin Ramadan Makin Manis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ini Cara Komunitas Pariwisata Semarang Bikin Ramadan Makin Manis

Ramadan di Semarang terasa makin hangat. Bukan cuma karena waktu berbuka yang ditunggu-tunggu, tapi juga karena 1.000 takjil gratis dibagikan ke warga dan pengguna jalan. Aksi berbagi ini jadi bukti kalau pelaku pariwisata di Kota Lumpia bisa kompak, nggak cuma jual destinasi, tapi juga menebar kebaikan.

T. Budianto
Last updated: Maret 7, 2026 2:07 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BAGIKAN TAKJIL: Komunitas Denok Kenang membagikan paket takjil kepada pengendara dalam kegiatan kolaborasi lintas komunitas pariwisata, Jumat (6/3/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sebanyak 1.000 paket takjil dibagikan kepada masyarakat Kota Semarang dalam kegiatan kolaborasi lintas komunitas pariwisata yang digelar pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan bertajuk “1.000 Takjil untuk Semarang” ini melibatkan sejumlah komunitas dan organisasi pariwisata seperti MCS, SSH, H3S, hingga komunitas Denok Kenang. Ribuan paket takjil tersebut dikumpulkan secara gotong royong oleh puluhan hotel dan pelaku industri pariwisata di Kota Semarang.

Koordinator Pegiat Pariwisata Kota Semarang, Gus Wahid, mengatakan kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi tradisi setiap Ramadan, meski sempat terhenti tahun lalu. “Sebenarnya ini kegiatan rutin setiap Ramadan, tapi sempat berhenti tahun lalu. Sekarang kami coba hidupkan lagi, dan alhamdulillah semua pihak mendukung,” ujarnya.

Yang menarik, dalam kegiatan ini panitia juga menggandeng komunitas Denok Kenang untuk ikut turun langsung membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan. Menurut Gus Wahid, kehadiran Denok Kenang bukan tanpa alasan.

Baca juga: Wali Kota Lempar Tantangan: “Yuk Bikin Board Game Rasa Semarang”

Mereka dianggap sebagai representasi keramahan Kota Semarang bagi wisatawan. “Mereka adalah representasi keramahtamahan Kota Semarang bagi tamu atau wisatawan. Semarang itu ramah dan layak jadi tujuan wisata saat libur Lebaran 2026,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari turut mengapresiasi kegiatan sosial tersebut. Ia menilai kolaborasi berbagai elemen pariwisata dalam aksi berbagi ini menjadi contoh positif bagi masyarakat.

Kepedulian Sosial

Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. “Di bulan puasa yang penuh berkah ini, mari kita berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” ujarnya.

Indriyasari berharap kegiatan berbagi takjil ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat kegiatan sosial sekaligus memperkenalkan wajah ramah Kota Semarang.

“Kami berharap ke depan bukan hanya pengusaha hotel, pegiat wisata, dan Denok Kenang saja yang terlibat, tapi juga pihak lain. Ini juga menunjukkan Semarang kota yang toleran dan ramah sebagai tujuan wisata,” katanya.

Baca juga: Semarang Lagi Ramai, Target Wisatawan Dikit Lagi Tembus

Ketua panitia Roy Youzaen Pradana menjelaskan, puluhan hotel serta sejumlah pihak swasta dan komunitas GenPI ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Rata-rata setiap pihak menyumbang sekitar 30 paket takjil, sehingga jumlah yang terkumpul mencapai ribuan.

“Tahun ini kami juga mengatur alur pembagian supaya lebih rapi. Pengalaman sebelumnya, ada  yang dapat banyak, tapi ada juga yang tidak kebagian,” jelas Roy. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan kolaboratif seperti ini bisa semakin besar dan melibatkan lebih banyak elemen.

Sebab bagi mereka, promosi wisata tidak selalu harus lewat brosur atau baliho. Kadang cukup dengan sebongkah kolak, sepotong kue, dan segelas minuman manis di jalan menjelang magrib, orang sudah tahu kalau Semarang bukan cuma kota tujuan wisata, tapi juga kota yang hangat untuk disinggahi. (tebe)

 

You Might Also Like

Chiko Pembuat Konten Cabul ‘Skandal Smanse’ Dihukum 1 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Pemprov Jateng Klaim Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan, tapi Rakyat Tetap Bayar Lebih Mahal

Natal Nggak Cuma Soal Lilin, PDIP Ingatkan: Saatnya Turun Tangan dan Rawat Alam

Cerita Prabowo ‘Hilangkan’ 48 Juta Jiwa Penduduk Indonesia saat Lapor Trump di Forum BoP

Wamentan Ajak Peternak Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Terbarukan

TAGGED:denok kenangpariwisata semarangtakjil gratis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemkot Geber 240 Pasar Murah Sampai Lebaran
Next Article Tujuh Tahun Lawan Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BAYI KAPIBARA--Induk kapibara mengasuh dua anaknya yang belum lama lahir di Semarang Zoo. (ist)

Semarang Zoo Punya Penghuni Baru, Dua Anakan Kapibara Lahir

Sekretaris Jenderal DPN Peradi SAI, Patra M. Zen (tengah), didampingi Ketua Peradi SAI Kota Semarang (kanan), berbicara kepada wartawan usai mengisi seminar rangkaian Muscab di Semarang, Sabtu (6/6/2026). (ist)

Sekjen Peradi SAI: Advokat Jangan Cuma Cari Duit, Warga Miskin Juga Dibela

TERPILIH AKLAMASI - Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kosgoro dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026, di Merlin Park, Jakarta.

Saleh Ucapkan Selamat! Sari Yuliati Resmi Secara Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957

AKRAB - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri bersama GKR Hemas, Butet Kartaredjasa, dan Rano Karno, menikmati pameran seni rupa Mata Hati Soekarno, di Le Gareca Space, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).

Megawati-GKR Hemas Buka Pameran Mata Hati Soekarno: “Jangan Warisi Abunya, Warisi Apinya”

Cicipi MBG Bareng Siswa, Prabowo Serap Cerita Sekolah Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bonatua Silalahi menangkan gugatan soal keterbukaan ijazah Jokowi.
Hukum

Gugatan Bonatua Menang! KIP Minta KPU Buka Data Ijazah Jokowi ke Publik

Januari 15, 2026
Politik

Uang Nganggur di Jabar, Kursi Sekda Goyang

Oktober 22, 2025
Daerah

Jelang Lebaran, Kepala Daerah Diingatkan Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan

Februari 12, 2026
Ilustrasi SPPG Polda Bali.
Info

Kronologi SPPG Polda Bali Lumpuh hingga Akhirnya Ngegas Lagi

Oktober 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ini Cara Komunitas Pariwisata Semarang Bikin Ramadan Makin Manis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?