BACAAJA, JAKARTA – Libur sekolah ternyata bukan alasan makan bergizi gratis berhenti jalan. Badan Gizi Nasional memastikan dapur MBG tetap ngebul meski siswa sedang rehat akhir semester.
BGN memilih ambil jalur fleksibel. Soal mau disalurkan bagaimana, semua dikembalikan ke pihak sekolah dan siswa penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang bilang, sekolah bebas menentukan mau terima atau tidak selama liburan. Kalau sekolah merasa repot, BGN juga tidak memaksa.
Selama libur, ada dua skema yang bisa dipilih. Skema pertama, MBG dibagikan dalam bentuk paket. Jatah enam hari disalurkan dua kali seminggu dengan menu campuran, mulai dari makanan siap santap sampai roti, telur, susu, dan buah.
Skema kedua, MBG tetap dibagikan setiap hari. Tapi konsekuensinya, siswa harus datang ke sekolah untuk mengambil paket makanannya.
Menurut Nanik, semua tergantung kesepakatan. Mau harian silakan, mau dua hari sekali juga tidak masalah. Intinya, pelayanan tetap jalan.
Yang jelas, dapur MBG tidak ikut libur. Kalau siswa tidak datang sama sekali, produksi tetap dilakukan untuk kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Program ini tidak kenal kata libur,” ujar Nanik, menegaskan arah kebijakan MBG.
Libur semester ganjil sendiri bakal dimulai pekan depan dan berlangsung sampai 4 Januari 2026, sesuai surat edaran Kemendikdasmen.
Kepala BGN Dadan Hindayana juga menyiapkan opsi cadangan. Jika mayoritas siswa menolak datang ke sekolah selama libur, MBG akan dibagikan sekaligus di awal masa liburan.
Dengan skema ini, MBG tetap sampai ke penerima. Sekolah libur boleh, tapi urusan gizi tetap gas terus. (*)

