BACAAJA, SOLO — Kabar baik datang dari Kota Surakarta. Pemerintah Kota Solo berhasil masuk tiga besar pelayanan publik terbaik tingkat nasional tahun 2025.
Pengumuman itu tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dalam penilaian tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menempati peringkat kedua nasional dengan nilai indeks 4,8. Angka ini hanya terpaut tipis 0,04 poin dari peringkat pertama yang diraih Pemerintah Kota Surabaya dengan nilai 4,84.
Bacaaja: Duta Pancasila Solo Resmi Dilantik, Respati: Anak Muda Harus Jadi Role Model Nasionalisme
Bacaaja: Ikut Launching ‘Jaksa Sayang Anak’ di Solo, Respati: Jangan Ada Lagi Kekerasan Anak
Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan buah kerja keras seluruh jajaran pegawai Pemkot dalam menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses warga.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Surakarta mendapatkan peringkat kedua dalam layanan terbaik tingkat nasional. Ini tentu sangat membanggakan bagi Kota Surakarta,” kata Respati, Kamis (5/3/2026).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparatur pemerintah yang selama ini bekerja memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Jadi motivasi naikin kualitas layanan publik
Respati menegaskan capaian ini bukan alasan untuk cepat puas. Justru, menurutnya, prestasi ini harus jadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Bagi Pemkot Solo, pelayanan masyarakat memang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan daerah.
“Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kota Solo. Ini menjadi semangat bagi kami untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Solo juga berencana terus melakukan berbagai perbaikan layanan. Salah satunya lewat pemanfaatan teknologi agar akses masyarakat terhadap layanan publik semakin mudah.
Selain itu, pemerintah kota juga akan memperkuat kompetensi aparatur serta meningkatkan koordinasi antarinstansi.
Targetnya jelas: warga makin gampang mengurus layanan, birokrasi makin cepat, dan pelayanan publik di Solo makin sat-set. (*)


