Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman

Cuaca boleh lagi nggak bersahabat, hujan turun nggak pakai jadwal, angin kadang bikin waswas. Tapi soal perut? Pemprov Jateng bilang: aman terkendali. Menjelang Ramadan, stok pangan dipastikan masih cukup buat semua.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 6:26 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
CEK STOK: Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Basirun mengecek stok beras di gudang Sumberejo, Kendal, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, DEMAK- Pemprov Jateng memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya tetap aman, meskipun cuaca ekstrem melanda sejumlah daerah dan Ramadan sudah di depan mata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno menegaskan, pemerintah daerah terus memperkuat pengendalian harga sekaligus menjaga pasokan bahan pokok agar masyarakat tetap tenang.

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujar Sumarno usai menjadi narasumber di Studio I TVRI Jateng, Jalan Pucang Gading Raya, Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

Menurut Sumarno, hingga saat ini harga bahan pokok di Jawa Tengah masih relatif stabil. Pemerintah juga aktif menggandeng Bulog untuk memastikan pasokan tetap tersedia, terutama menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan.

Baca juga: Bulog Jamin Stok Beras di Jateng Aman Hingga Juni 2026

Ia mengakui, Ramadan memang punya “ritme ekonomi” yang beda. Aktivitas belanja naik, dapur makin sibuk, dan permintaan bahan pangan ikut ngebut. Karena itu, koordinasi lintas daerah sudah dilakukan sejak jauh hari.

Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional. Dari situ, pergerakan harga bisa dipantau secara real time.

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, langsung kami tindaklanjuti. Kenaikan harga mungkin nggak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali,” katanya.

Dampak Terbatas 

Terkait dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan, Sumarno menyebut dampaknya terhadap stok pangan masih terbatas. Pemerintah sudah melakukan pendataan lahan yang terdampak puso dan menyiapkan langkah perlindungan bagi petani.

“Kami sudah identifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya ke stok pangan belum besar karena hanya terjadi di beberapa lokasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara umum produktivitas pangan Jateng sepanjang 2025 masih memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Bahkan, capaian ini menjadi langkah awal untuk mengokohkan Jateng sebagai salah satu penopang pangan nasional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, hingga November 2025 produktivitas padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi itu berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen 1.673.012 hektare.

Baca juga: Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026

Angka tersebut menempatkan Jateng sebagai tiga besar provinsi penyumbang pangan nasional, sebuah posisi strategis di tengah tantangan cuaca yang makin sulit ditebak.

Sebelumnya, Bulog Kanwil Jateng-DIY juga sudah memberi sinyal aman. Pimpinan Wilayah Bulog Jateng-DIY, Sri Muniati memastikan, stok beras di wilayah ini masih sangat cukup. Berdasarkan data Bulog, stok beras di Jateng saat ini mencapai 339.094 ton dan dipastikan aman hingga Juni 2026.

Cuaca boleh ekstrem, hujan boleh datang tanpa aba-aba. Tapi selama beras masih ada dan harga nggak bikin kaget di kasir, masyarakat Jateng bisa tetap fokus: siap-siap puasa, bukan siap-siap panik. (tebe)

You Might Also Like

Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kuliah sampai Babak Belur dan Gegar Otak

Calon Investor PSIS Menguap Lagi

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Diluncurkan

TAGGED:headlinepemprov jatengsekda jatengstok pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sudewo tersandung saat digelandang keluar dari Mapolres Kudus, Senin (20/1/2026) malam. Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?
Next Article Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Unik

Viral Mahasiswa UMY Tangkap Intel Polisi Menyusup, Polda DIY Sampaikan Pengakuan Ini

Juni 18, 2026
Ekonomi

Listrik Nggak Ikut Libur! PLN Pasang Mode Siaga

Maret 18, 2026
Surat perjanjian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi klausul “tanggung risiko sendiri” bikin geger netizen. Dari risiko keracunan hingga denda Rp80 ribu untuk wadah makan hilang, semuanya dibebankan ke orang tua. Foto: dok
InfoPendidikan

Surat Sakti MBG: Orang Tua Tanggung Risiko, Negara Cuci Tangan?

September 17, 2025
Info

Longsor Pemalang: Luthfi Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Terpenuhi

Januari 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?