BACAAJA, MADURA – Kasus pembunuhan sadis kembali mengguncang Pulau Madura. Seorang pria ditemukan tewas dengan tubuh hangus terbakar di tepi jalan Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Tak disangka, pelakunya adalah pasangan suami istri yang tega menghabisi korban karena dilanda cemburu buta.
Keduanya, N (36) dan SA (30), warga Kabupaten Sampang, kini ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengungkap bahwa pasangan ini merencanakan pembunuhan secara matang sebelum akhirnya membakar jasad korban.
“Motifnya karena pelaku N cemburu, menduga istrinya punya hubungan dengan korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan.
Kronologi bermula saat korban, berinisial M (35), warga Sokobanah, Sampang, ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Kamis malam (6/11/2025). Tubuhnya gosong, sementara di sekitar lokasi juga ditemukan mobil minibus Daihatsu Sigra putih bernomor polisi M 1798 NR.
Mobil itu diketahui kendaraan rental yang sebelumnya digunakan korban. Warga sekitar yang menemukan jasad itu segera melapor ke aparat desa.
“Kami menerima laporan sekitar jam 7 malam, warga menemukan tubuh terbakar di pinggir jalan,” kata Kepala Desa Lesong Daya, Arief Budiatno.
Polisi bersama tim medis langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi. Dari hasil pemeriksaan awal, leher korban mengalami luka akibat benda tajam, diduga akibat sabetan celurit.
Tak butuh waktu lama, polisi menangkap N dan SA di kediamannya. Keduanya sempat mencoba menghilangkan barang bukti, tapi upaya itu gagal.
“Pelaku membacok korban terlebih dahulu menggunakan celurit, lalu jasadnya dibakar untuk menghapus jejak,” ujar Doni menegaskan.
Dari hasil penyelidikan, diketahui N dan SA sempat membawa korban dengan dalih ingin menyelesaikan masalah pribadi. Namun, pertemuan itu justru berakhir tragis.
Barang bukti yang diamankan polisi di antaranya celurit, pisau, jaket, motor Vario, serta mobil milik korban. Semua kini dijadikan alat bukti dalam penyidikan.
Kasus ini menggegerkan warga Madura. Banyak yang tak menyangka pasangan suami istri bisa setega itu membunuh dan membakar tubuh seseorang hanya karena rasa cemburu.
Menurut polisi, keduanya dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya berat: pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun.
“Proses hukum akan berjalan transparan. Kami pastikan semua bukti diselidiki secara tuntas,” tambah Doni.
Jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga setelah proses autopsi di RSUD Pamekasan. Suasana duka menyelimuti rumah duka di Sokobanah, Sampang.
Sementara itu, warga sekitar berharap agar kasus ini menjadi pelajaran penting. Emosi dan cemburu, jika tak dikendalikan, bisa berujung pada tindakan yang tak manusiawi.
Kini, N dan SA harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Cemburu yang semula dianggap bukti cinta, justru berubah menjadi bara api yang membakar nyawa seseorang. (*)

