BACAAJA, SEMARANG- Komunitas e-sport di Semarang bakal punya event beda dari biasanya. Turnamen Mobile Legends: Bang Bang ini khusus diikuti pemain tuna rungu. Jadi bukan sekadar tanding, tapi juga panggung pembuktian.
Event bertajuk DLT x RIKAS ini digelar offline pada 19 April 2026 di Warmindo Mayoritas, Jalan Medoho Raya, Kota Semarang. Pertandingan mulai pukul 13.00 WIB ini slotnya terbatas, cuma delapan tim.
Total hadiah yang diperebutkan Rp500 ribu. Pemenang juga dapat diamond, sertifikat, dan piala. Menariknya, registrasi dibuka gratis. Aturannya cukup simpel. Semua rank boleh ikut, khusus peserta dari Jawa Tengah. Satu tim berisi lima pemain plus satu cadangan.
Baca juga: Siber Polda Jateng Ungkap Ilegal Akses Cheat Platfom Mobile Legends
Perwakilan penyelenggara sekaligus CEO RIKAS, Setiawan Abdul Rouf bilang event ini bukan sekadar kompetisi. Ia melihat potensi besar dari teman-teman disabilitas, khususnya tuna rungu, di dunia e-sport.
“Ini event perdana kami untuk teman-teman tuna rungu. Kami lihat mereka punya bakat dan bisa setara dengan atlet lain,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Kemampuan Individu
Menurutnya, skill di game seperti Mobile Legends sangat bergantung pada kemampuan individu. Mulai dari cara main hero sampai pengambilan keputusan di dalam game. “Memang ada kendala di komunikasi.
Tapi ternyata mereka tetap bisa bermain dengan baik. Itu yang bikin kami yakin potensinya besar,” lanjutnya. RIKAS didirikan Setiawan bersama Ibrahim untuk mengembangkan e-sport, baik di level daerah maupun nasional.
Baca juga: Wali Kota Lempar Tantangan: “Yuk Bikin Board Game Rasa Semarang”
Mereka juga terbuka untuk siapa saja, tanpa batas usia atau kondisi. Harapannya, anak-anak muda yang suka game bisa punya arah jelas. Bukan cuma main, tapi juga bisa berprestasi dan membawa nama baik sekolah hingga daerah.
Di saat sebagian player masih sibuk nyalahin tim karena “nggak denger call”, turnamen ini justru nunjukin satu hal simpel, kadang yang paling berisik bukan yang paling jago. (bae)

