BACAAJA, SEMARANG – Gangguan air bersih bikin pelanggan PDAM Tirta Moedal di Semarang Barat kelimpungan. Penyebabnya, pipa transmisi rusak karena tanah bergerak.
Akibat kejadian itu, sekitar 40 ribu pelanggan terdampak sejak Sabtu (23/5/2026) sore hingg Senin (25/5/2026) pagi. Ada yang aliran airnya mengecil, bahkan berhenti total.
Direktur PT Air Semarang Barat, Yudi Nurpriantono, bilang kerusakan dipicu cuaca ekstrem yang bikin kondisi tanah jadi labil. Jalur pipa yang melintas di area itu ikut terdorong pergerakan tanah.
Bacaaja: Agustina Ogah Balikin Jabatan, Eks Bos PDAM Dipaksa Duel Lagi
Bacaaja: Soal Korban Tanah Gerak Jangli, Pemprov Janji Bangunkan Huntara
“Kerusakan pipa dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem sehingga membuat tanah labil yang dilewati jaringan pipa terkendala,” ujar Yudi.
Menurut dia, masalah serupa bahkan sudah tiga kali terjadi bulan ini. Sambungan pipa, flange, sampai kaki penyangga jadi titik paling rawan saat tanah bergerak.
“Pipa sampai pecah, sambungan bermasalah, flange-nya bocor karena biasanya tanah bergerak sehingga gerakan membuat pipa ikut bergerak,” jelasnya.
Perbaikan pun butuh proses karena lokasi pipa ada di titik curam dan susah dijangkau alat berat. Ekskavator perlu waktu buat mencapai area kerusakan.
PDAM melakukan pengalihan distribusi air dari TGM Gunungpati dan IPAM Kaligarang. Tapi langkah itu baru bisa menutup sekitar 30 persen kebutuhan pelanggan terdampak.
Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal, Hariyadi, mengatakan enam truk tangki juga diterjunkan buat menyuplai air bersih gratis ke warga.
PDAM juga bakal mendatangkan tenaga ahli dari Jakarta buat mencari solusi permanen. Soalnya, titik rawan pergerakan tanah di jalur pipa itu panjangnya mencapai 120 meter. (bae)

