Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Takut Lapor? Pemprov dan LPSK Siapkan “Tameng” untuk Saksi dan Korban
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Takut Lapor? Pemprov dan LPSK Siapkan “Tameng” untuk Saksi dan Korban

T. Budianto
Last updated: Juni 20, 2026 10:41 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
TERIMA CENDERA MATA: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menerima cendera mata dari Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Achmadi usai penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (18/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng memperkuat sinergi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Perlindungan Saksi dan Korban Tindak Pidana di Provinsi Jateng.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin melaporkan tindak pidana sekaligus memperkuat perlindungan terhadap saksi dan korban selama proses hukum berlangsung.

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, perlindungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga mencakup pemulihan psikologis dan sosial bagi korban.

“Yang paling utama adalah kerahasiaan saksi benar-benar dijamin. Kita tidak hanya menangani kasusnya, tetapi juga dampak sosial yang dialami korban,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin usai penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: LPSK Blusukan Cari Fakta Kematian Iko Unnes, Persilakan Publik Sumbang Informasi

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memilih bungkam ketika menghadapi persoalan hukum karena khawatir berhadapan dengan pihak yang memiliki jabatan, kekuasaan, atau pengaruh.

Akibatnya, berbagai kasus yang seharusnya dapat diungkap justru berhenti sebelum masuk ke proses hukum. “Kadang masyarakat masih melihat siapa lawannya, punya jabatan atau tidak, punya kekuatan atau tidak. Akhirnya kebenaran bisa terbungkam. Dengan kerja sama ini kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir memberikan perlindungan tanpa pilih-pilih,” katanya.

Gus Yasin menegaskan, perlindungan tersebut berlaku bagi berbagai tindak pidana yang terjadi di Jateng, termasuk kasus kekerasan di lingkungan pendidikan maupun pesantren.

Menurutnya, keberanian masyarakat untuk melapor memang mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, negara harus memastikan korban maupun saksi tidak kembali mengalami intimidasi setelah memberikan keterangan.

Tekanan Psikologis

Ia juga menyoroti beban yang sering dipikul korban setelah sebuah kasus terungkap. Selain menjalani proses hukum, korban kerap menghadapi tekanan psikologis, stigma sosial, hingga kehilangan rasa percaya diri.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Achmadi, mengatakan kehadiran kantor perwakilan LPSK di Jateng akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perlindungan.

Menurutnya, perlindungan tidak hanya menyangkut keamanan fisik, tetapi juga memastikan setiap saksi dan korban mampu memberikan keterangan secara jujur tanpa rasa takut.

“Ketika seseorang masuk dalam proses hukum dan membutuhkan perlindungan, ancamannya bisa nyata maupun potensial. Karena itu keberanian mengungkap fakta harus dijaga,” ujarnya.

Achmadi mencontohkan kasus-kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan pesantren yang sering kali sulit terungkap karena korban takut mendapat tekanan atau mengalami viktimisasi ulang.

Baca juga: LPSK Ungkap Luka hingga Rekaman CCTV Kasus Iko Unnes

Kerja sama antara Pemprov Jateng dan LPSK ini juga menjadi yang pertama setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Regulasi tersebut memperkuat peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada saksi dan korban, sekaligus memperluas kelompok yang berhak memperoleh perlindungan, termasuk informan dan pelapor.

Hukum akan sulit menemukan kebenaran jika saksi memilih diam dan korban takut bersuara. Sebab, keadilan bukan hanya soal menghukum pelaku, tetapi juga memastikan mereka yang berani berkata jujur tidak ikut menjadi korban untuk kedua kalinya. (tebe)

You Might Also Like

Jadwal Lengkap MotoGP Italia 2025, Adu Gengsi Pembalap Dunia di Mugello

Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Manis HSN 2025

Bahaya Ruang Digital, Densus 88 Minta Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Ekstremisme

Nestapa Warga Pati: Sudah 2 Minggu Kebanjiran, Eh Bupatinya Ditangkap KPK

Pembungkaman Pers di Tengah Bencana Aceh, Kolonel TNI Paksa Hapus Rekaman Liputan

TAGGED:headlinelpskpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERDOA BERSAMA - Petani tembakau Temanggagung melangitkan doa, berharap rencana aturan pembatasan tar dan nikotin dibatalkan, di sela pelaksanaan Haul Ki Ageng Makukuhan dan Kirab Pikukuh Syuro oleh masyarakat Desa Wonosori, Kecamatan Bulu, pada Kamis (18/6) pagi. Ikhtiar Spiritual Petani Tembakau Temanggung: Doa Bersama Tolak Aturan Pembatasan Tar-Nikotin
Next Article Biar Nggak Lagi Jadi “Kolam Dadakan”, Drainase Simpang Lima Dibenahi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya

Gus Baha Ingatkan Takbir, Salah Panjang Bisa Berbahaya

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

AUDIENSI - Perwakilan massa aksi Jateng Guyub mengikuti audiensi dengan Pemprov Jateng, di sela-aksi aksi hari ketiga di Gubernuran, Jumat (24/7/2026). (dul)
Info

Karimunjawa dalam Cengkraman Investor! Jateng Guyub: Hentikan Privatisasi Pulau

Juli 25, 2026
Info

Puluhan Tahun Tambal Sulam, Jalan Jepara-Keling Kini Dibeton

November 4, 2026
RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.
Info

Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

Juli 23, 2026
PDIP lagi pasang formasi “Turtle Defense” di awal, tapi siap berubah jadi “Full Blitz Attack” kalau lawan lengah. Dan kembalinya Hasto itu bukan sekadar ganti Sekjen, tapi langkah pertama buat nyusun “Operation Comeback 2029.”
Unik

Peta Strategi PDIP Pasca-Comeback Hasto Kristiyanto

Agustus 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Takut Lapor? Pemprov dan LPSK Siapkan “Tameng” untuk Saksi dan Korban
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?