BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang mulai menggeber penataan sistem drainase di kawasan Simpang Lima. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi genangan air sekaligus menjaga kawasan ikonik tersebut tetap nyaman digunakan masyarakat saat musim hujan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pembenahan drainase bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi untuk kenyamanan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin warga tetap nyaman beraktivitas, pedagang tetap bisa menjalankan usahanya, dan masyarakat dapat menikmati Simpang Lima kapan pun tanpa khawatir terganggu genangan saat hujan,” ujar Agustina, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
Menurutnya, Simpang Lima bukan hanya ruang publik, tetapi juga salah satu pusat ekonomi dan wajah Kota Semarang. Karena itu, kualitas infrastrukturnya harus terus ditingkatkan agar mampu menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mendorong geliat ekonomi.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sejumlah pekerjaan teknis kini tengah dilakukan. Salah satunya membersihkan saluran gendong di sekeliling Simpang Lima dari sedimentasi, sampah, hingga material yang menghambat aliran air.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan normalisasi saluran dilakukan agar air hujan dapat mengalir lebih cepat dan tidak menggenang di kawasan pusat kota.
Percepat Pembuangan
Tak hanya itu, DPU juga menambah pipa buang yang menghubungkan saluran gendong dengan saluran di lingkar dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima. Penambahan jaringan tersebut diharapkan mampu mempercepat pembuangan air ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai upaya pengendalian banjir dan genangan yang selama ini dijalankan Pemkot Semarang. Dengan kapasitas drainase yang lebih baik, masyarakat diharapkan bisa menikmati Simpang Lima tanpa terganggu genangan yang selama ini kerap muncul saat hujan deras.
Ke depan, Pemkot juga akan melakukan pemantauan serta pemeliharaan rutin di sejumlah titik rawan genangan agar fungsi drainase tetap optimal. Agustina menegaskan, keberhasilan pengendalian genangan tak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Baca juga: Semarang Kebanjiran Lagi, Wali Kota: Soal Drainase Nggak Bisa Kerja Sendirian
Ia mengajak warga untuk ikut menjaga saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan ke drainase. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar kawasan Simpang Lima semakin siap menghadapi musim hujan.
Dengan penguatan infrastruktur dan kesadaran bersama, Pemkot optimistis Simpang Lima akan tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh warga Semarang.
Drainase bisa dibersihkan pemerintah, tetapi kalau sampah masih rutin “check in” ke selokan, hujan tetap punya alasan untuk mengubah Simpang Lima menjadi kolam dadakan. (tebe)

