Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Biar Nggak Lagi Jadi “Kolam Dadakan”, Drainase Simpang Lima Dibenahi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Biar Nggak Lagi Jadi “Kolam Dadakan”, Drainase Simpang Lima Dibenahi

Musim hujan sering bikin aktivitas di Simpang Lima terganggu gara-gara genangan. Kini, Pemkot Semarang bergerak cepat. Drainase di jantung kota dibenahi agar warga tetap nyaman berolahraga, nongkrong, hingga berjualan meski hujan turun deras.

T. Budianto
Last updated: Juni 20, 2026 10:52 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BENAHI SALURAN: Pekerja DPU Kota Semarang melakukan pengerjaan saluran di kawasan Simpang Lima, baru-baru ini. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang mulai menggeber penataan sistem drainase di kawasan Simpang Lima. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi genangan air sekaligus menjaga kawasan ikonik tersebut tetap nyaman digunakan masyarakat saat musim hujan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pembenahan drainase bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi untuk kenyamanan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin warga tetap nyaman beraktivitas, pedagang tetap bisa menjalankan usahanya, dan masyarakat dapat menikmati Simpang Lima kapan pun tanpa khawatir terganggu genangan saat hujan,” ujar Agustina, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir

Menurutnya, Simpang Lima bukan hanya ruang publik, tetapi juga salah satu pusat ekonomi dan wajah Kota Semarang. Karena itu, kualitas infrastrukturnya harus terus ditingkatkan agar mampu menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mendorong geliat ekonomi.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sejumlah pekerjaan teknis kini tengah dilakukan. Salah satunya membersihkan saluran gendong di sekeliling Simpang Lima dari sedimentasi, sampah, hingga material yang menghambat aliran air.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan normalisasi saluran dilakukan agar air hujan dapat mengalir lebih cepat dan tidak menggenang di kawasan pusat kota.

Percepat Pembuangan

Tak hanya itu, DPU juga menambah pipa buang yang menghubungkan saluran gendong dengan saluran di lingkar dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima. Penambahan jaringan tersebut diharapkan mampu mempercepat pembuangan air ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai upaya pengendalian banjir dan genangan yang selama ini dijalankan Pemkot Semarang. Dengan kapasitas drainase yang lebih baik, masyarakat diharapkan bisa menikmati Simpang Lima tanpa terganggu genangan yang selama ini kerap muncul saat hujan deras.

Ke depan, Pemkot juga akan melakukan pemantauan serta pemeliharaan rutin di sejumlah titik rawan genangan agar fungsi drainase tetap optimal. Agustina menegaskan, keberhasilan pengendalian genangan tak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Baca juga: Semarang Kebanjiran Lagi, Wali Kota: Soal Drainase Nggak Bisa Kerja Sendirian

Ia mengajak warga untuk ikut menjaga saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan ke drainase. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar kawasan Simpang Lima semakin siap menghadapi musim hujan.

Dengan penguatan infrastruktur dan kesadaran bersama, Pemkot optimistis Simpang Lima akan tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh warga Semarang.

Drainase bisa dibersihkan pemerintah, tetapi kalau sampah masih rutin “check in” ke selokan, hujan tetap punya alasan untuk mengubah Simpang Lima menjadi kolam dadakan. (tebe)

You Might Also Like

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Dokter Internship Berguguran, Kemenkes Benahi Sistem: Jam Kerja Kini Dibatasi

Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga

Satu Tahun Agustina-Iswar: Sukses Ubah Sampah Jadi Cuan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

TAGGED:agustina wilujengbanjir semarangdrainase semarangheadlinepemkot semarangsimpang lima
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Takut Lapor? Pemprov dan LPSK Siapkan “Tameng” untuk Saksi dan Korban
Next Article Siapa yang Lapar? Pengusaha SPPG Protes MBG Dihentikan saat Libur Sekolah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

Modal Rp3 Juta, Film Siswa Pandanarum Go Internasional

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Katanya Ganti CNG, Warga Malah Kepikiran Nasib Kompor Rumahnya

Mei 18, 2026
DEMO BURUH: Ratusan buruh Sritex demo di depan kantor Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu.(bae)
Info

Buruh Sritex Meradang, Nasibnya Kayak Roller Coaster Gak Jelas Arahnya

September 24, 2025
Tim Sar Sidoarjo sedang mengevakuasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur yang ambruk. dari 42 ribu pesantren se_indonesia, hanya 51 pesantren yang bangunannya memiliki ijin atau legal. Foto: dok/PemkabSidoarjo
Pendidikan

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

Oktober 8, 2025
Anggota Forum Anak Jawa Tengah, Emir Luqman Amanullah (berjemper biru) saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' dalam Program Titik Kumpul 2 SKS di kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae)
Pendidikan

Pelajar Semarang Mulai Vokal dan Kritis, Forum Anak Jateng Beri Catatan Khusus

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Biar Nggak Lagi Jadi “Kolam Dadakan”, Drainase Simpang Lima Dibenahi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?