BACAAJA, SEMARANG– Semarang Zoo resmi menghentikan atraksi gajah tunggang. Mulai awal 2026, pengunjung sudah nggak bisa lagi naik di punggung gajah. Bukan karena gajah capek kerja, tapi karena ada aturan baru dari pemerintah pusat yang wajib dipatuhi.
Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menegaskan aturan tersebut berlaku nasional untuk semua kebun binatang dan lembaga konservasi, baik yang berbayar maupun gratis.
Baca juga: Stok Harimau Benggala Menipis, Semarang Zoo Incar Harimau Sumatera
“Aturannya sudah turun. Jadi mulai 1 Januari 2026, gajah tunggang kita hentikan,” kata Bimo, Kamis (5/2/2026). Menurutnya, kebijakan ini diambil demi kesejahteraan satwa. Gajah bukan properti hiburan, tapi makhluk hidup yang butuh perlakuan khusus dan berbasis ilmu konservasi.
“Gajah itu satwa besar yang sensitif. Nggak bisa diperlakukan sembarangan,” ujarnya. Meski atraksi tunggang dihapus, bukan berarti pengunjung kehilangan momen seru. Semarang Zoo justru menggeser konsep interaksi supaya lebih ramah satwa tapi tetap asik.
Aksi Edukasi
Sekarang, pengunjung bisa ikut kegiatan memberi makan gajah, foto bareng, melihat aktivitas harian, sampai ikut sesi edukasi tentang cara perawatan gajah dan perilakunya di alam. “Kita ganti dengan kegiatan yang aman buat gajah dan tetap menarik buat pengunjung,” jelas Bimo.
Ia menambahkan, Semarang Zoo berkomitmen penuh mengikuti regulasi dan prinsip konservasi modern. Menurutnya, pengelolaan satwa di era sekarang nggak bisa lagi cuma mengejar hiburan. “Harus pakai ilmu, bukan sekadar tontonan,” tegasnya.
Zaman boleh berubah, feed Instagram boleh tetap estetik. Tapi kalau hiburan bikin satwa jadi korban, mungkin yang harus turun bukan gajahnya, tapi egonya manusia. (bae)


