Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan

Sejumlah siswa SMPN 1 Wedi, Klaten, bertumbangan diduga karena keracunan setelah menyantap MBG. Mereka mengalami gejala serupa: mual, pusing, muntah.

R. Izra
Last updated: Oktober 8, 2025 2:38 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
SHARE

BACAAJA, KLATEN – Rabu (8/10) siang di SMP Negeri 1 Wedi, Klaten, harusnya jadi waktu yang santai. Anak-anak baru aja dapet jatah makan siang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suara tawa masih terdengar di kantin sekolah—sampai beberapa menit kemudian, suasana berubah drastis.

Satu per satu siswa mulai mengeluh pusing dan mual. Ada yang pucat, ada juga yang buru-buru lari ke toilet.

Guru-guru langsung panik, sebagian nelpon puskesmas, sebagian lagi bantuin anak-anak yang udah gak kuat berdiri.

Sekitar pukul 13.30 WIB, ambulans mulai berdatangan ke sekolah dan Puskesmas Wedi. Suaranya bersahutan, mondar-mandir jemput siswa yang kondisinya makin drop.

Dari luar, warga cuma bisa melongok cemas, nanya-nanya: “Ada apa, kok rame banget?”

Menurut Toni, petugas PMI Klaten yang ikut bantu evakuasi, laporan pertama masuk waktu jam makan siang.

“Awalnya tujuh siswa diduga keracunan habis makan MBG. Tiga sampai empat di antaranya langsung dirujuk ke RSUD Bagas Waras,” katanya.

Gejala yang muncul hampir sama —mual, muntah, dan pusing. Dugaan sementara, makanan yang disajikan udah basi. Untungnya, makanan baru dibagikan ke beberapa kelas aja, jadi cepat ketahuan sebelum menyebar lebih luas.

Sekarang, semua siswa yang terdampak masih dapet perawatan di puskesmas dan rumah sakit. Petugas kesehatan lagi nyelidikin penyebab pastinya, sementara pihak sekolah berusaha nenangin orang tua yang mulai berdatangan dengan wajah khawatir.

Tragedi kecil ini jadi pengingat, bahwa niat baik seperti program MBG tetep butuh kontrol ketat — dari dapur sampai meja makan.

Karena di balik setiap kotak nasi yang dibagikan, ada tanggung jawab besar soal keselamatan dan kepercayaan. (*)

You Might Also Like

Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng

Pemain PSIS Tetap Dapat ‘PR’ Latihan Selama Jeda Liga

Kisah Ganjar Banyubiru: dari Jagal Jadi Peternak Sapi Jumbo, Dilirik Presiden untuk Kurban

Salah Tendang, Karier Langsung Tamat

23 Prajurit Marinir AL Tertimbun Longsor Cisarua, KSAL: 4 Personel Ditemukan Gugur

TAGGED:headlinekeracunan MBGklatensmpn 1 wediwedi klaten
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tim Sar Sidoarjo sedang mengevakuasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur yang ambruk. dari 42 ribu pesantren se_indonesia, hanya 51 pesantren yang bangunannya memiliki ijin atau legal. Foto: dok/PemkabSidoarjo 42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?
Next Article Bekali Kader PKK untuk Lebih Dekat dengan Warga, PKK Jateng Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan di Banjarnegara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kritik yang disampaikan melalui medsos. (grafis/wahyu)
Hukum

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

Januari 5, 2026
Tim SAR gabungan melakukan penyelaman di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, untuk mencari pelatih Valencia dan 2 anaknya yang masih hilang.
Sepak Bola

Detik-detik Kronologi Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Tewas di Labuan Bajo

Desember 29, 2025
Info

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Maret 28, 2026
Fokus

Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?