BACAAJA, MINAHASA – Suasana di kawasan tambang emas tanpa izin di Kabupaten Minahasa Tenggara mendadak mencekam. Bentrokan yang pecah di area pertambangan ilegal itu diduga berujung tragis, dengan tiga warga ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Ratatotok. Aparat kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan warga sekitar pukul 15.00 WITA.
Kasat Samaptha Polres Minahasa Tenggara, Iptu Ferry Salu, mengatakan saat itu petugas sedang berpatroli di sekitar lokasi. Informasi soal kericuhan di area tambang langsung ditindaklanjuti karena sudah ada laporan korban.
“Kami sedang patroli, lalu ada laporan dari warga soal keributan di area tambang. Karena disebut ada korban, kami langsung ke lokasi,” ujarnya, Sabtu (20/12).
Namun saat polisi tiba, situasi sudah berubah. Para pelaku bentrokan dilaporkan telah kabur dari lokasi, sehingga petugas belum bisa mengamankan siapa pun di tempat kejadian.
“Pelaku sudah tidak ada di lokasi saat kami sampai,” kata Ferry.
Tiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area tambang emas ilegal tersebut. Hingga kini, identitas ketiganya masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
“Korban sudah ditemukan meninggal dunia. Untuk identitas dan kronologinya masih kami dalami,” jelasnya.
Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan yang memicu jatuhnya korban jiwa.
“Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” pungkas Ferry.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah Hasibuan belum memberikan keterangan resmi terkait detail kejadian maupun pemicu bentrokan di area tambang ilegal tersebut. Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. (*)


