BACAAJA, BANJARNEGARA – Suasana di Pendapa Dipayudha Adigraha Banjarnegara, Minggu (12/10/2025), terasa hangat dan penuh semangat. Hari itu jadi momen penting buat Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana. Ia resmi dilantik sebagai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 33 Banjarnegara untuk masa bakti 2025–2029.
Acara pelantikannya berlangsung khidmat tapi tetap terasa akrab. Dimulai dengan doa bersama, lanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu pengukuhan dan sambutan dari para pejabat yang hadir. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Daerah 11 RAPI Jawa Tengah, Dr. Abdul Manan. Sejumlah tamu hadir, mulai dari Forkopimda Banjarnegara, pengurus RAPI Jawa Tengah, hingga perwakilan dari kabupaten tetangga.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Manan menegaskan pentingnya semangat pengabdian dari para relawan RAPI. Ia mengingatkan bahwa organisasi ini bukan soal jabatan, tapi soal ketulusan dalam membantu masyarakat.
“RAPI harus tetap murni dalam pengabdian. Apalagi Banjarnegara punya potensi besar karena dipimpin langsung oleh bupati dan melibatkan banyak elemen penting. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci,” ujarnya.
Ia juga menyoroti posisi Banjarnegara yang dikenal sebagai daerah rawan bencana. Menurutnya, peran RAPI akan sangat krusial dalam komunikasi darurat dan koordinasi cepat di lapangan.
Sementara itu, dr. Amalia Desiana tampil dengan gaya khasnya yang lugas tapi hangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin RAPI Banjarnegara.
“RAPI ini nggak neko-neko, tapi kerja nyatanya luar biasa. Organisasi ini selalu hadir di tengah masyarakat tanpa pamrih, apalagi di saat-saat darurat,” kata Amalia disambut tepuk tangan para anggota.
Ia juga menegaskan kalau semangat gotong royong jadi kunci kekuatan Banjarnegara. “Banjarnegara itu luar biasa karena semua elemen bisa kerja sama dalam segala situasi. Saya ingin kekompakan ini terus dijaga,” lanjutnya.
Menurut Amalia, pemerintah daerah terbuka buat siapa pun yang ingin ikut berkontribusi. Ia berharap RAPI bisa jadi mitra aktif dalam menjaga komunikasi publik dan membantu daerah lebih siap menghadapi tantangan.
“Kami ingin menyamakan visi supaya Banjarnegara makin maju dan kondusif. Tantangan kita salah satunya menarik investor, karena secara geografis kita di tengah dan masih punya kendala transportasi,” jelasnya.
Sebelumnya, Amalia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah VIII RAPI Banjarnegara. Muswil yang digelar di Pendapa Dipayudha itu berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Semua peserta sepakat mendukung Amalia tanpa voting.
Ketua SC Muswil, Agus Mulyanto (call sign JZ11MEF), menyebut terpilihnya Amalia jadi angin segar buat RAPI Banjarnegara. Dengan kepemimpinan yang visioner, ia yakin RAPI bakal makin solid, aktif, dan responsif terhadap berbagai situasi.
Anggota RAPI juga kompak menyuarakan optimismenya. Di bawah komando Amalia Desiana (callsign JZ11AD), mereka siap memperkuat peran RAPI dalam bidang komunikasi darurat, mitigasi bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Buat Amalia, amanah baru ini bukan cuma soal jabatan tambahan, tapi tentang tanggung jawab sosial. Ia ingin RAPI jadi contoh bagaimana kolaborasi teknologi dan kemanusiaan bisa jalan beriringan.
“RAPI ini wadah yang hebat, karena di sinilah komunikasi, kemanusiaan, dan solidaritas bertemu. Kalau semuanya kompak, saya yakin Banjarnegara bisa jadi daerah yang tangguh dan cepat tanggap dalam situasi apa pun,” tutupnya dengan senyum optimis.
Dengan semangat baru dan dukungan penuh dari para anggota, RAPI Banjarnegara siap melangkah lebih jauh — nggak cuma sebagai penjaga komunikasi, tapi juga sebagai garda terdepan saat bencana datang. (*)


